Tokopedia PHK Massal, Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Jakarta - Warkini.com -- Kabar mengejutkan datang dari salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia. Perusahaan yang dikenal dengan logo hijau ini dilaporkan telah melakukan pemutu

Jul 08, 2026 - 00:24
0 0
Tokopedia PHK Massal, Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Jakarta - Warkini.com -- Kabar mengejutkan datang dari salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia. Perusahaan yang dikenal dengan logo hijau ini dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap sejumlah karyawannya. Langkah efisiensi ini terjadi setelah perusahaan induk TikTok, ByteDance, menjadi pemegang saham mayoritas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, ByteDance telah mengurangi jumlah karyawan Tokopedia di beberapa divisi secara signifikan. Sumber internal menyebutkan bahwa pemangkasan mencapai 90% di sejumlah unit bisnis. Kondisi ini memicu gelombang kejut di kalangan pekerja dan menimbulkan pertanyaan mengenai arah bisnis Tokopedia ke depan.

Latar Belakang Akuisisi

Pada akhir tahun 2023, TikTok melalui ByteDance resmi mengakuisisi 75% saham Tokopedia, menjadikan perusahaan teknologi asal China itu sebagai pengendali utama. Integrasi antara platform video pendek dengan layanan e-commerce lokal ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat. Namun, restrukturisasi organisasi yang kini terjadi tampaknya menjadi dampak langsung dari proses integrasi tersebut.

Sejumlah analis menilai bahwa PHK massal ini adalah bagian dari strategi efisiensi setelah merger, meski belum ada keterangan resmi dari manajemen Tokopedia terkait jumlah pasti karyawan yang terdampak. Hingga berita ini diturunkan, pihak Tokopedia belum memberikan pernyataan terbuka.

Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Menanggapi situasi ini, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, angkat bicara. Budi menyatakan bahwa asosiasi belum menerima penjelasan resmi mengenai PHK massal tersebut. Menurutnya, keputusan pemutusan hubungan kerja merupakan urusan internal perusahaan.

"Kami belum mendapatkan informasi atau penjelasan resmi dari pihak Tokopedia terkait PHK massal ini. Ini adalah masalah internal perusahaan, dan kami di idEA menghormati setiap kebijakan internal anggota," ujar Budi kepada Warkini.com.

Budi menambahkan, idEA terus memantau perkembangan situasi dan berharap agar setiap kebijakan yang diambil tetap memperhatikan hak-hak karyawan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

PHK massal di Tokopedia ini menambah panjang daftar gelombang efisiensi di industri teknologi Tanah Air. Sebelumnya, beberapa perusahaan rintisan dan teknologi juga melakukan langkah serupa dengan alasan penyesuaian bisnis pascapandemi dan tekanan ekonomi global. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari manajemen Tokopedia untuk memberikan kejelasan nasib para karyawan yang terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User