Trump Serang Komunisme dalam Pidato Hari Kemerdekaan AS: "Komunisme Itu Pecundang"

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangan tajam terhadap ideologi komunis saat menyampaikan pidato pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 AS. Dalam acara akbar be

Jul 07, 2026 - 23:02
0 0
Trump Serang Komunisme dalam Pidato Hari Kemerdekaan AS: "Komunisme Itu Pecundang"

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan serangan tajam terhadap ideologi komunis saat menyampaikan pidato pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 AS. Dalam acara akbar bertajuk "Salute to America 250" di National Mall, Washington DC, Sabtu (4/7/2026), Trump dengan tegas menyebut komunisme sebagai "pecundang" dan menegaskan bahwa Amerika tidak akan pernah jatuh ke dalam sistem tersebut.

Perayaan Seperempat Milenium di Pusat Ibu Kota

Pidato tersebut menjadi sorotan utama dari rangkaian perayaan yang menandai 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Di hadapan ribuan pendukung yang memadati hamparan National Mall, Trump menyampaikan orasi yang sarat dengan pesan nasionalisme dan penolakan terhadap ideologi yang ia anggap bertentangan dengan nilai-nilai Amerika. Panggung megah di depan Monumen Washington menjadi saksi bagaimana presiden kembali menjadikan anti-komunisme sebagai salah satu pilar retorikanya, di tengah politik domestik dan tensi global yang terus memanas.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Trump awalnya mengingatkan tentang prinsip dasar negara yang didirikan para pendiri bangsa (founding fathers). Ia kemudian menyinggung ancaman ideologi yang dianggap dapat menggerogoti kebebasan. "Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis," tegas Trump dengan suara lantang. "Tidak akan terjadi."

"Komunisme adalah pecundang (loser) dan akan selalu begitu."

Pernyataan itu disambut dengan gemuruh tepuk tangan dan sorakan dari para hadirin yang memakai topi dan atribut khas kampanye. Trump tidak menyebut nama negara tertentu secara eksplisit, namun retorika anti-komunisnya kerap dikaitkan dengan sikap keras pemerintahannya terhadap beberapa negara yang menganut sistem tersebut, serta penolakan terhadap kebijakan-kebijakan domestik yang ia labeli sebagai "sosialis".

Acara "Salute to America 250" sendiri dirancang sebagai pesta rakyat yang menampilkan parade militer, pertunjukan jet tempur, dan konser musik. Namun, muatan politik dalam pidato Trump segera memicu beragam reaksi dari kubu oposisi dan pengamat politik, yang menilai presiden menggunakan momen sakral tersebut untuk mengangkat isu kampanye. Meski demikian, bagi para pendukungnya, pernyataan itu meneguhkan komitmen Trump untuk mempertahankan identitas Amerika sebagai negeri kapitalis dan bebas. Dengan perayaan yang berlangsung meriah ini, pesan bahwa komunisme adalah "pecundang" pun bergema di seluruh penjuru National Mall, menandai peringatan kemerdekaan yang sarat dengan ketegasan ideologis dari Gedung Putih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User