Dua institusi besar di Riau, Universitas Islam Riau (UIR) dan Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), tengah memperkuat fondasi layanan masing-masing di bidang pendidikan dan keuangan. UIR resmi memasuki tahap final pembukaan program studi baru, sementara BRK Syariah menggeber pelatihan teknis bagi garda terdepan operasionalnya. Kedua langkah ini dipandang sebagai respons strategis terhadap tuntutan zaman yang semakin kompleks dan spesifik.
UIR Menuju Fakultas Kedokteran Gigi
Rektorat UIR mengonfirmasi bahwa proses pengajuan dua program studi (prodi) anyar — Kedokteran Gigi dan Profesi Psikologi — telah mencapai babak paling krusial. Setelah melewati serangkaian evaluasi internal dan penilaian dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), kampus tertua di Riau itu kini tinggal menunggu hasil akhir dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. “Ini adalah lompatan besar bagi UIR,” ujar seorang pejabat kampus yang enggan disebutkan identitasnya.
“Kami optimistis prodi ini dapat beroperasi pada tahun ajaran mendatang karena seluruh persyaratan, termasuk sarana laboratorium dan tenaga pengajar spesialis, telah kami penuhi secara matang.”
Pembukaan Prodi Kedokteran Gigi tidak sekadar menambah daftar jurusan di UIR. Ia menandai ekspansi UIR ke ranah ilmu kesehatan yang lebih spesifik, melengkapi Fakultas Kedokteran yang sudah lebih dulu mapan. Sementara itu, Prodi Profesi Psikologi akan menjadi jembatan bagi sarjana psikologi untuk memperoleh kompetensi klinis dan membuka praktik. Keduanya dirancang untuk menjawab defisit tenaga kesehatan gigi dan psikolog klinis yang masih menjadi masalah di Provinsi Riau dan sekitarnya. Data Dinas Kesehatan setempat menunjukkan rasio dokter gigi per 100.000 penduduk masih berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan hadirnya prodi baru, diharapkan akan tercipta lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
BRK Syariah Perkuat Lapis Baja Transaksi
Di sektor perbankan syariah, BRK Syariah tak kalah serius dalam mempersenjatai sumber daya manusianya. Melalui In-House Training bertajuk Sosialisasi Sistem Pembayaran dan Mitigasi Risiko, puluhan Teller dan Customer Service (CS) dibekali pengetahuan mutakhir tentang infrastruktur sistem pembayaran nasional. Materi pelatihan mencakup Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), BI-FAST, Direct Debit Host Network (DHN), Aplikasi Pelaporan Data Penyelenggaraan (PDP), hingga implementasi aplikasi goAML untuk deteksi transaksi mencurigakan. Tak ketinggalan, praktik pengisian Laporan Berkala Usaha Terpadu Bank Indonesia (LBUT BI) menjadi sesi wajib demi memastikan kepatuhan administratif.
Direktur Operasional BRK Syariah dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi digital perbankan tidak bisa ditawar.
“Nasabah kami semakin melek teknologi. Mereka menuntut transaksi yang cepat, aman, dan bebas hambatan. Di saat yang sama, ancaman kejahatan siber dan praktik pencucian uang terus berevolusi. Maka, Teller dan CS bukan lagi sekadar pelayan transaksi, melainkan lini pertama yang harus mampu mengidentifikasi anomali dan memitigasi risiko sejak dini,”tegasnya. Pelatihan ini digelar secara intensif selama dua hari di aula pusat pelatihan BRK Syariah, dengan metode simulasi kasus nyata dan coaching berbasis studi kasus. Peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga langsung mengoperasikan aplikasi dan menyusun laporan sesuai skenario yang diberikan.
Sorotan utama diberikan pada aplikasi goAML, perangkat lunak yang dikembangkan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan diadopsi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Melalui goAML, setiap transaksi keuangan yang mencurigakan dapat dilaporkan secara real-time ke otoritas. Bagi Teller dan CS, pemahaman terhadap pola transaksi tak lazim — semisal transfer dalam jumlah besar oleh nasabah baru tanpa riwayat bisnis jelas — menjadi senjata utama dalam menjaga integritas sistem perbankan syariah. Adapun sesi tentang BI-FAST, layanan transfer dana ritel 24/7 milik Bank Indonesia, menegaskan bahwa BRK Syariah berkomitmen untuk mengadopsi standar terkini demi kenyamanan nasabah.
Sinergi Pendidikan dan Keuangan Syariah untuk Pembangunan Daerah
Meski bergerak di sektor yang berbeda, langkah UIR dan BRK Syariah memiliki benang merah yang sama: investasi pada kapasitas manusia. UIR mencetak tenaga kesehatan profesional, sementara BRK Syariah memperkuat ketahanan finansial dan integritas transaksi masyarakat. Keduanya adalah pilar yang tak terpisahkan dari pembangunan daerah. Pekanbaru dan Riau pada umumnya membutuhkan dokter gigi untuk menekan prevalensi karies dan penyakit periodontal, sekaligus mengandalkan bank syariah daerah yang transparan dan modern untuk mendorong inklusi keuangan. Kehadiran Prodi Profesi Psikologi juga relevan di tengah meningkatnya kesadaran kesehatan mental pasca-pandemi.
Kedua peristiwa ini menandakan kebangkitan optimisme bahwa institusi lokal mampu mengambil peran strategis tanpa harus selalu bergantung pada entitas nasional atau asing. Dengan dukungan regulasi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, harapan akan peningkatan kualitas hidup masyarakat Riau bukanlah utopia.
[SOCIAL_TWEET]: UIR selangkah lagi buka Prodi Kedokteran Gigi & Profesi Psikologi. Di sisi lain, BRK Syariah gencar latih Teller dan CS soal sistem pembayaran BI & deteksi transaksi mencurigakan. Dua langkah penting untuk Riau yang lebih sehat dan aman finansial. #UIR #BRKSyariah #Pendidikan #KeuanganSyariah[SOCIAL_TG]: 🦷 UIR Finalisasi Prodi Kedokteran Gigi, BRK Syariah Latih Teller dan CS 1. UIR optimistis buka Prodi Kedokteran Gigi dan Profesi Psikologi tahun ajaran mendatang—seluruh sarana dan SDM siap. 2. BRK Syariah bimbing Teller/CS dalam penguasaan SKNBI, BI-RTGS, BI-FAST, DHN, Aplikasi PDP, dan goAML. 3. Pelatihan in-house untuk deteksi transaksi mencurigakan dan pengisian LBUT BI demi kepatuhan anti pencucian uang. Dua berita penting untuk masa depan Riau yang lebih sehat dan aman secara finansial. #UIR #BRKSyariah #RiauMaju[2/4] Sementara @BRKSyariah menggelar In-House Training buat Teller dan CS. Materinya? Mulai dari SKNBI, BI-RTGS, BI-FAST, hingga aplikasi goAML untuk deteksi transaksi mencurigakan. [3/4] UIR ingin menjawab defisit dokter gigi dan psikolog klinis di daerah. BRK Syariah ingin pastikan setiap transaksi nasabah aman, cepat, dan bebas dari praktik ilegal. [4/4] Dua sektor, satu tujuan: membangun kapasitas manusia Riau yang unggul. Apa pendapatmu tentang langkah ini? 💬👇 #RiauBangkit #Pendidikan #PerbankanSyariah
Comments (0)