warkini.
Travel

Pekanbaru Sosialisasikan Perda KTR, XLSMART Day Kelola 2,2 Ton Sampah

Dua wajah Indonesia dalam satu waktu. Di Pekanbaru, Riau, suara lantang menggema di tengah permukiman Payung Sekaki—ajakan membentengi paru-paru anak dari

Pekanbaru Sosialisasikan Perda KTR, XLSMART Day Kelola 2,2 Ton Sampah

Dua wajah Indonesia dalam satu waktu. Di Pekanbaru, Riau, suara lantang menggema di tengah permukiman Payung Sekaki—ajakan membentengi paru-paru anak dari kepungan asap rokok. Sementara itu, di belahan lain Nusantara, dentuman musik dalam perayaan satu tahun XLSMART berpadu dengan gerakan memungut sampah, menyulap panggung hiburan menjadi laboratorium kesadaran lingkungan. Keduanya berbeda lokasi, berbeda isu, tetapi serupa semangat: membangun masa depan yang lebih layak huni, baik bagi manusia maupun planet.

Di kota bertuah, Fraksi Nasdem DPRD Pekanbaru melalui juru bicaranya, Aidhil Nur Putra, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kegiatan yang menyasar warga Kecamatan Payung Sekaki ini bukan sekadar formalitas. Ada urat nadi yang berdegup: melindungi anak-anak dari racun tembakau. Sebab data global menunjukkan, lebih dari separuh anak Indonesia terpapar asap rokok orang lain di ruang publik, dan kondisi itu mematangkan bibit penyakit paru kronis, asma, hingga gangguan kognitif sejak dini.

Zona Merdeka Asap: Di Mana Saja?

Perda KTR Nomor 7 Tahun 2024 tidak sekadar melahirkan larangan. Ia mendeklarasikan sejumlah area sebagai zona merdeka asap rokok, yang meliputi:

  • Satuan pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi;
  • Tempat ibadah dan fasilitas keagamaan;
  • Fasilitas pelayanan kesehatan;
  • Tempat bermain dan berkumpul anak;
  • Angkutan umum dan terminal;
  • Perkantoran pemerintahan dan swasta;
  • Serta area publik lain yang ditetapkan oleh kepala daerah.

Dalam pemaparannya, Aidhil menekankan bahwa penerapan zona ini bukan untuk memusuhi perokok, melainkan mengamankan hak warga negara atas udara bersih.

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat paham mana ruang yang merdeka dari asap rokok. Kami ingin anak-anak Pekanbaru tumbuh dengan paru-paru bersih dan masa depan yang tidak dikerdilkan oleh zat adiktif,”
tegasnya di hadapan warga, disambut anggukan para orang tua yang sehari-hari resah melihat anaknya bermain di lingkungan berkabut asap.

Rencana lanjutan, DPRD bersama Satpol PP akan membentuk tim pengawas KTR di tingkat kelurahan. Masyarakat juga diimbau melapor jika mendapati pelanggaran di zona yang telah ditetapkan. Mekanisme insentif dan sanksi sosial tengah digodok agar Perda tidak macet di atas kertas.

Panggung Pesta, Panggung Keberlanjutan

Di panggung yang lebih ramai, XLSMART merayakan ulang tahun pertamanya lewat XLSMART DAY, sebuah festival yang dirancang sebagai benchmark event berkelanjutan. Tim penyelenggara berkolaborasi dengan sejumlah mitra pengelolaan lingkungan untuk menerapkan kerangka ESG (environmental, social, governance) secara terukur. Hasilnya? Bukan sekadar keramaian tanpa jejak, melainkan kalkulasi konkret yang membumi.

Dalam satu hari penyelenggaraan, sebanyak 2.231 kilogram sampah terpilah dan terkelola, menghindarkan volume limbah padat yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir tanpa proses berarti. Jenis sampah plastik, kertas, dan organik dipisahkan di sumber oleh relawan yang disiagakan di setiap sudut venue. Langkah ini menekan timbulan gas metana dari dekomposisi sampah campur yang sering kali lebih berbahaya bagi pemanasan global dibanding karbon dioksida.

Tak hanya sampah rumah tangga acara, sebanyak 31 kilogram limbah elektronik (e-waste) berhasil dikumpulkan dari pengunjung yang membawa perangkat rusak dari rumah—ponsel usang, kabel, charger, hingga baterai. E-waste yang mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri ini lantas diserahkan kepada pengolah berizin agar tidak mencemari tanah dan air permukiman.

Yang paling interaktif adalah kehadiran carbon calculator di area festival. Melalui aplikasi sederhana, pengunjung diajak menghitung jejak karbon pribadi—dari moda transportasi menuju lokasi, konsumsi makanan, hingga durasi penggunaan listrik di acara. Tim XLSMART mencatat lebih dari 5.000 pengunjung mencoba fitur ini, dan banyak yang terkejut melihat seberapa besar emisi yang mereka hasilkan dari aktivitas harian.

“Filosofi XLSMART DAY adalah bahwa pesta besar tidak harus menciptakan warisan sampah. Kami ingin menunjukan bahwa keberlanjutan bisa berjalan beriringan dengan kegembiraan. Bahkan, bisa menjadi bagian dari pengalaman tak terlupakan,”
demikian keterangan resmi penyelenggara saat menutup acara malam itu.

Menyambung Benang Merah: Udara Bersih, Bumi Lestari

Di permukaan, sosialisasi Perda KTR di Pekanbaru dan perhelatan XLSMART DAY adalah dua cerita yang berdiri sendiri. Namun bila ditelisik lebih dalam, keduanya adalah perwujudan dari perjuangan yang sama: memulihkan kualitas hidup. Pekanbaru memulai dari hulu—mencegah polusi mikro di ruang publik agar anak-anak bisa bernapas lega. XLSMART memulai dari hilir—membuktikan bahwa industri hiburan punya tanggung jawab untuk tidak memperparah krisis sampah dan iklim.

Data Badan Pusat Statistik (2023) mencatat, beban penyakit akibat polusi udara dalam ruang—termasuk paparan asap rokok pasif—menghabiskan triliunan rupiah biaya kesehatan per tahun. Sementara itu, sektor pengelolaan sampah di Indonesia menyumbang sekitar 7% dari total emisi gas rumah kaca nasional akibat praktik penimbunan terbuka. Maka langkah-langkah di Pekanbaru dan XLSMART, meskipun berskala lokal, sesungguhnya adalah pengungkit yang berkontribusi pada target nasional penurunan emisi sesuai Perjanjian Paris.

Agenda serupa perlu direplikasi. Pemerintah daerah lain bisa mengadopsi Perda KTR Pekanbaru sebagai cetak biru, sementara pelaku industri MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dapat mencontoh metodologi pengukuran dampak yang diterapkan XLSMART. Kombinasi kebijakan publik yang melindungi warga dan aksi korporasi yang memitigasi limbah akan mempercepat transisi menuju Indonesia yang lebih hijau.

Satu benang lagi yang mengikat: partisipasi masyarakat. Tanpa warga yang bersedia melapor pelanggaran KTR, zona merdeka asap hanya akan menjadi plang tanpa taring. Tanpa kesadaran pengunjung festival untuk memilah sampah dan membawa pulang e-waste, panggung keberlanjutan hanya akan menjadi dekorasi. Di titik inilah nilai penting dari dua peristiwa di atas: mereka mendidik publik sambil menjalankan aksi nyata.

[SOCIAL_TWEET]: Dua peristiwa, satu semangat: masa depan layak huni. Pekanbaru sosialisasi Perda KTR untuk lindungi anak dari asap rokok, sementara XLSMART DAY kelola 2.231 kg sampah dan 31 kg e-waste. Bukti kebijakan publik dan inisiatif swasta bisa berjalan seiring demi udara bersih dan bumi lestari.[SOCIAL_TG]: Pekanbaru luncurkan sosialisasi Perda KTR No 7/2024: zona merdeka rokok di sekolah, tempat ibadah, faskes, dan area anak. Di sisi lain, XLSMART DAY buktikan event besar bisa minim limbah. 2.231 kg sampah terpilah, 31 kg e-waste aman, dan carbon calculator jadi primadona. Detail: [tautan]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User