UNTR Siapkan Buyback Rp 2 Triliun, NCKL Kebut Proyek Smelter, dan ERAA Bagikan Dividen Tunai

Jakarta - Pasar saham domestik ditutup menghijau pada perdagangan Rabu (1/7), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,92% ke level 5.695,12. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan saham-s

Jul 08, 2026 - 00:25
0 2
UNTR Siapkan Buyback Rp 2 Triliun, NCKL Kebut Proyek Smelter, dan ERAA Bagikan Dividen Tunai

Jakarta - Pasar saham domestik ditutup menghijau pada perdagangan Rabu (1/7), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,92% ke level 5.695,12. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan saham-saham big cap seperti BREN, TLKM, dan BRPT, sementara pelemahan BBRI, BMRI, dan CPIN sedikit membatasi laju indeks. Di tengah penguatan tersebut, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp548,44 miliar di pasar reguler dan total Rp577,79 miliar di seluruh pasar.

Dari sebelas sektor yang diperdagangkan, tujuh sektor berakhir di zona hijau. Sektor energi menjadi motor penguatan dengan lonjakan 2,61%, sedangkan sektor transportasi terpantau melemah 0,91%. Sementara itu, bursa Amerika Serikat ditutup variatif dengan kecenderungan melemah—Dow Jones turun tipis 0,03%, S&P 500 terkoreksi 0,22%, dan Nasdaq melorot 0,66%. Di tengah dinamika tersebut, sejumlah emiten justru mengumumkan aksi korporasi yang menjadi sorotan pelaku pasar.

UNTR Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun

PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana hingga Rp 2 triliun. Berdasarkan laporan yang diterima media kami, manajemen UNTR menilai harga saham saat ini belum mencerminkan fundamental perseroan yang solid. Buyback akan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme perdagangan di bursa, dengan tetap memperhatikan ketentuan OJK dan menjaga likuiditas saham. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham jangka panjang. Analis menilai aksi ini wajar mengingat kinerja UNTR yang didukung oleh segmen alat berat dan pertambangan, meskipun volatilitas harga komoditas masih menjadi tantangan.

"Kami melihat potensi upside yang signifikan dan buyback ini merupakan wujud keyakinan manajemen terhadap kinerja berkelanjutan perseroan," ungkap sumber internal UNTR kepada Warkini.com.

NCKL Percepat Proyek Smelter

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel terus menggenjot pembangunan fasilitas smelter sebagai bagian dari strategi hilirisasi. Dalam laporan yang dihimpun Warkini.com, progres konstruksi smelter berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) tahap kedua telah mencapai lebih dari 70% dan ditargetkan rampung pada kuartal IV tahun ini. Ekspansi ini akan meningkatkan kapasitas produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) secara signifikan, sejalan dengan permintaan baterai kendaraan listrik yang terus melonjak. NCKL juga memastikan bahwa pendanaan proyek bersumber dari kombinasi kas internal dan fasilitas kredit sindikasi, sehingga risiko pendanaan relatif terkendali. Penguatan sektor energi yang terjadi hari ini turut menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten nikel, termasuk NCKL.

ERAA Tebar Dividen Tunai

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Mengacu pada keterbukaan informasi yang dikutip media kami, perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 42 per saham, atau total sekitar Rp668 miliar, yang mencerminkan dividend payout ratio sekitar 40% dari laba bersih. Jadwal cum dividend di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 10 Juli 2025, dengan tanggal pembayaran pada 31 Juli 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pekan lalu. ERAA mencatatkan kinerja apik pasca pemulihan daya beli masyarakat, terutama dari segmen gadget dan aksesori, yang berkontribusi besar terhadap pendapatan.

Kombinasi aksi korporasi dari UNTR, NCKL, dan ERAA ini diharapkan mampu menjaga minat investor domestik di tengah tekanan eksternal. Sementara itu, pelaku pasar masih mencermati pergerakan rupiah dan data makroekonomi terbaru sebagai acuan strategi investasi jangka pendek.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User