Viral, Pengendara Waswas Melintas di Jalan Akses UI Karena Tak Ada Markah
Warkini.com, Depok – Rekaman video yang menunjukkan kekhawatiran pengendara saat melintas di Jalan Akses Universitas Indonesia (UI), Kelapa Dua, mendadak viral di media sosial. Dalam potongan video
Warkini.com, Depok – Rekaman video yang menunjukkan kekhawatiran pengendara saat melintas di Jalan Akses Universitas Indonesia (UI), Kelapa Dua, mendadak viral di media sosial. Dalam potongan video yang tersebar, tampak sejumlah mobil dan sepeda motor yang melaju dari arah Kelapa Dua menuju UI atau Jakarta mengambil lajur terlalu ke kanan hingga menyerempet jalur berlawanan. Situasi itu nyaris memicu tabrakan beruntun karena pengemudi yang merekam—sedang melaju dari UI menuju Kelapa Dua—terpaksa menghindar mendadak. Tidak adanya markah pemisah lajur disebut-sebut sebagai biang keladi kerawanan tersebut.
Ketiadaan Markah Jadi Sorotan
Berdasarkan pantauan Warkini.com di lapangan, ruas Jalan Akses UI memang tidak dilengkapi marka membujur yang memisahkan arus kendaraan dari dua arah. Garis putus-putus maupun markah tegas yang biasa menjadi pemandu lajur sama sekali tidak terlihat. Akibatnya, pengendara dari arah selatan (Kelapa Dua) sering mengambil “jalur aman” dengan masuk ke sisi kanan jalan, area yang seharusnya hanya untuk kendaraan dari arah UI. Kebiasaan itu kian membahayakan ketika volume kendaraan padat, terutama pada jam masuk dan pulang kerja atau aktivitas kampus.
“Saya waswas setiap kali lewat sini. Tanpa markah, orang seenaknya ambil lajur. Beberapa detik saja beda, saya bisa tabrakan lawan arah,” ujar perekam video yang tidak ingin disebutkan identitasnya, saat ditemui tim kami di lokasi. Rekaman yang diunggah ke akun media sosial itu langsung menuai respons warganet. Banyak yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa di jalan yang sama.
“Ini sudah lama, dari dulu markah luntur tidak pernah dicat ulang. Kalau hujan malah makin enggak jelas,” tulis salah satu pengguna platform X membalas unggahan tersebut.
Pentingnya Markah sebagai Pengingat Tertib
Markah jalan bukan sekadar cat di atas aspal. Fungsi utamanya adalah memberikan batas lajur, mengarahkan arus lalu lintas, dan meminimalkan sisi gelap (blind spot) yang kerap memicu tabrakan adu banteng. Tanpa marka yang jelas, pengemudi kehilangan panduan visual, sehingga potensi konflik antar-kendaraan melonjak. Dosen Teknik Sipil dari sebuah perguruan tinggi di Depok, yang enggan disebut nama, menjelaskan bahwa markah membujur utuh maupun putus-putus menjadi elemen krusial di ruas jalan dengan arus dua arah seperti Jalan Akses UI. “Markah adalah rambu diam yang menertibkan tanpa suara. Jika hilang, risiko pengendara menyerobot lajur sangat tinggi,” katanya kepada Warkini.com.
Data kecelakaan dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok memang tidak merinci angka khusus di Jalan Akses UI. Namun, catatan tahun lalu menunjukkan bahwa jalan tanpa markah di kawasan Margonda Raya dan sekitarnya menyumbang lonjakan laka lantas hingga belasan persen, terutama pada malam hari. Hal senada disampaikan oleh Komunitas Sepeda Motor Depok yang kerap melintasi jalur tersebut. “Kami sudah beberapa kali melaporkan ini ke dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” kata seorang anggota komunitas.
Pihak Dinas Perhubungan Kota Depok belum memberikan pernyataan resmi saat dikonfirmasi Warkini.com. Namun, warga berharap agar pemerintah segera melakukan pengecatan ulang markah dan menambah rambu peringatan setidaknya di titik rawan, seperti tikungan dekat pintu masuk UI. Tanpa penanganan cepat, Jalan Akses UI yang menjadi nadi utama mobilitas mahasiswa dan pekerja ini dikhawatirkan terus menjadi arena “adu nyali” yang berujung fatal.
Comments (0)