Polisi Ungkap Fakta di Balik Senyum Pria Pukul Pemotor di Jagakarsa: Ternyata Baru Konsumsi Sabu

Jakarta – Aparat Kepolisian Sektor Jagakarsa akhirnya mengungkap alasan di balik gestur tak biasa seorang pengendara motor yang terlibat aksi pemukulan di jalan raya. Pria tersebut, yang berinisial

Jul 07, 2026 - 22:42
0 0
Polisi Ungkap Fakta di Balik Senyum Pria Pukul Pemotor di Jagakarsa: Ternyata Baru Konsumsi Sabu

Jakarta – Aparat Kepolisian Sektor Jagakarsa akhirnya mengungkap alasan di balik gestur tak biasa seorang pengendara motor yang terlibat aksi pemukulan di jalan raya. Pria tersebut, yang berinisial FRS (37), tertangkap kamera tersenyum sesaat setelah diamankan petugas. Senyum itu kini menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku berada dalam pengaruh narkotika saat kejadian.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Warkini.com, insiden bermula ketika FRS yang mengendarai motor sport Kawasaki Ninja terlibat cekcok dengan pemotor lain di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tanpa pemicu yang jelas, FRS tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah korban hingga memicu kemarahan warga sekitar. Warga yang geram lantas mengamankan pelaku sebelum menyerahkannya ke polisi. Hal yang paling mencurigakan adalah ekspresi wajah pelaku yang terus melempar senyum saat digelandang ke Mapolsek Jagakarsa.

Pengaruh Sabu di Balik Aksi Brutal

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, memberikan penjelasan mengejutkan terkait tingkah aneh tersangka. Dalam keterangannya pada Selasa (7/7/2026), ia menegaskan bahwa FRS mengonsumsi sabu sesaat sebelum aksi pemukulan terjadi.

"Ya, dia (senyam-senyum karena) pakai (sabu)," tegas Kompol Nurma.

Bahkan, konsumsi narkoba itu diduga kuat berlangsung dalam rentang waktu yang sangat dekat dengan insiden kekerasan tersebut. "Pas lagi pukul orang, itu baru pakai," sambungnya, memperkuat dugaan bahwa efek stimulan dari sabu membuat pelaku kehilangan kendali atas emosi dan persepsi realitas.

Efek Sabu Ubah Perilaku Pelaku

Penggunaan sabu atau metamfetamin memang dikenal dapat memicu perilaku agresif, paranoia, hingga halusinasi. Pada kasus FRS, senyum yang terpampang bukanlah tanda penyesalan, melainkan dampak langsung dari zat kimia yang masih bekerja aktif di sistem sarafnya. Pengakuan polisi ini sekaligus membantah spekulasi publik yang sebelumnya membaca senyum itu sebagai bentuk pembangkangan atau gangguan jiwa murni.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami asal-usul narkotika yang dikonsumsi pelaku. FRS kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan jeratan pasal ganda: penganiayaan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan penyalahgunaan narkotika berdasarkan Undang-Undang Narkotika. Barang bukti berupa kendaraan yang digunakan turut disita untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga membahayakan orang lain di ruang publik. Kepolisian mengimbau warga untuk tak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkotika di lingkungannya. Warkini.com akan terus memantau perkembangan proses hukum terhadap pelaku dan langkah rehabilitasi yang mungkin ditempuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User