Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, Begini Ceritanya

Akad nikah antara warga negara Indonesia (WNI) Lisa Putri Erdiyanti dan warga negara Korea Selatan Lim Sang Beom yang digelar di Jakarta Selatan belakangan ini menjadi viral di media sosial. Momen is

Jul 08, 2026 - 04:50
0 0
Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, Begini Ceritanya

Akad nikah antara warga negara Indonesia (WNI) Lisa Putri Erdiyanti dan warga negara Korea Selatan Lim Sang Beom yang digelar di Jakarta Selatan belakangan ini menjadi viral di media sosial. Momen istimewa tersebut dipimpin oleh Penghulu Muhammad Zidni Ilmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yang menggunakan tiga bahasa sekaligus selama prosesi berlangsung.

Dilansir Warkini.com, pernikahan yang berlangsung pada 4 Juli 2026 itu menarik perhatian netizen setelah cuplikan video penghulu saat memimpin ijab kabul beredar luas di berbagai platform media sosial, Senin (6/7/2026). Dalam video berdurasi singkat tersebut, Zidni terlihat memberikan sambutan dengan lancar menggunakan bahasa Korea kepada hadirin dan kedua mempelai yang duduk di pelaminan.

"Annyeonghaseyo yeroebun. Jeon Achimimnida Indonesa-E osin geoseul. Jinsimeuro hwanyeonghamnida," ucap Zidni dalam video yang beredar.

Mendengar sambutan dalam bahasa Korea tersebut, para tamu undangan yang hadir di lokasi tampak terkejut sekaligus terhibur. Zidni kemudian membongkar alasan di balik penggunaan tiga bahasa—Indonesia, Arab, dan Korea—secara bergantian saat memimpin akad nikah pasangan tersebut. Menurutnya, penggunaan bahasa Korea secara khusus dilakukan untuk membuat mempelai pria yang merupakan warga negara Korea Selatan merasa diterima, nyaman, dan lebih memahami prosesi sakral yang berlangsung.

"Saya ingin memastikan kedua mempelai memahami setiap tahapan akad nikah, termasuk sang groom yang berasal dari Korea Selatan. Dengan bahasa yang ia pahami, prosesi menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati," ujar Zidni saat ditemui media kami.

Tak hanya itu, penggunaan bahasa Arab dalam bacaan khutbah dan ijab kabul tetap menjadi bagian integral dari rangkaian pernikahan Islam, sementara bahasa Indonesia digunakan untuk komunikasi utama dengan mempelai wanita dan keluarga. Kombinasi tiga bahasa ini pun mendapat apresiasi luas dari warganet yang memuji keramahan, kreativitas, dan profesionalisme penghulu tersebut dalam melayani pasangan beda negara.

Peristiwa ini pun menunjukkan bahwa layanan di KUA Kecamatan Setiabudi terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, termasuk pasangan beda negara yang ingin melangsungkan pernikahan di Indonesia dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User