Vloger Ditilang di Puncak, Sempat Coba Suap Damai Polisi tapi Ditolak

Seorang vloger yang mengendarai motor Yamaha Rx King ditilang oleh petugas kepolisian di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini menjadi sorotan setelah sang vloger mengunggah video intera

Jul 08, 2026 - 04:51
0 0
Vloger Ditilang di Puncak, Sempat Coba Suap Damai Polisi tapi Ditolak

Seorang vloger yang mengendarai motor Yamaha Rx King ditilang oleh petugas kepolisian di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini menjadi sorotan setelah sang vloger mengunggah video interaksi dengan polisi ke akun media sosialnya, yang kemudian menyebar luas di berbagai platform. Dalam video tersebut, sang pengendara yang diketahui berinisial FF tidak hanya diminta menunjukkan surat-surat kendaraan, tapi juga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), sebuah pemeriksaan yang tidak lazim dalam penilangan lalu lintas sehari-hari.

Laporan Warkini.com dari lapangan menyebutkan bahwa penilangan terjadi di kawasan wisata Puncak yang kerap menjadi titik razia kendaraan bermotor, terutama di akhir pekan. Motor yang dikendarai FF adalah motor klasik yang kerap dimodifikasi, sehingga petugas mengajukan pertanyaan lebih detail terkait keabsahan dokumen dan kondisi teknis kendaraan. FF yang juga seorang pembuat konten, merekam proses tersebut sambil sesekali memberikan narasi dalam videonya.

Upaya Suap Damai Ditolak Tegas

Saat proses tilang berlangsung, FF sempat mencoba menyelesaikan masalah di tempat dengan menawarkan sejumlah uang kepada petugas. Langkah ini dilakukan dengan harapan menghindari proses hukum dan tetap bisa melanjutkan perjalanan. Namun, tawaran "damai di tempat" itu ditolak dengan tegas oleh petugas yang sedang bertugas. Polisi tetap menjalankan prosedur penilangan dan meminta FF untuk memenuhi kelengkapan dokumen yang diminta.

“Kami tidak bisa menerima, Pak. Ini sudah tugas kami menegakkan aturan. Silakan urus sesuai prosedur,” ujar salah satu petugas dalam video yang diabadikan FF, menegaskan sikap anti-pungli di jalur wisata Puncak.

Penolakan ini sontak mendapatkan apresiasi dari warganet yang melihat potongan video tersebut. Banyak komentar memuji integritas polisi yang tetap pada koridor hukum, meski ada tekanan dari pengendara yang mencoba menyelesaikan masalah secara informal. Di sisi lain, aksi FF yang berusaha menyuap justru menuai kritik karena dianggap tidak memberikan contoh yang baik sebagai seorang pembuat konten publik.

Pemeriksaan BPKB Jadi Sorotan

Salah satu hal yang paling ramai diperbincangkan adalah permintaan polisi untuk menunjukkan BPKB di tempat. Secara aturan, pengendara saat berkendara hanya wajib membawa SIM dan STNK. BPKB biasanya hanya diperlukan saat transaksi jual beli atau pengurusan balik nama, bukan saat razia di jalan raya. Sejumlah pengamat transportasi menilai bahwa permintaan BPKB di lapangan mungkin bagian dari investigasi lebih dalam terkait kecocokan nomor rangka dan mesin, terutama pada motor-motor tua yang rawan menjadi objek tindak pidana pencurian atau pemalsuan dokumen.

Dari pantauan Warkini.com, kasus ini menambah panjang catatan soal interaksi polisi dan pengguna jalan di kawasan Puncak yang kerap memicu perdebatan. Meski demikian, penolakan terhadap suap menjadi bukti bahwa upaya penegakan hukum bersih masih berjalan di lapangan. Pihak kepolisian setempat pun mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, dan tidak mencoba jalur suap karena bisa berakibat pada sanksi hukum yang lebih berat.

FF sendiri, melalui unggahan terbarunya, mengakui kesalahannya dan berjanji akan tetap mematuhi aturan. Ia juga mengapresiasi petugas yang tetap profesional meski sempat mendapat tawaran yang tidak pantas. Video yang sempat menjadi viral ini setidaknya menjadi pembelajaran bagi para pengguna jalan dan para kreator konten bahwa ketertiban lalu lintas dan integritas tidak bisa ditawar-tawar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User