Wajah Baru Kampung Kota Keranggan, Infrastruktur Tangerang Selatan Naik Kelas
Bukan cuma pusat kota yang berhak glowing, kawasan padat penduduk di pinggiran kini juga ikut dapat giliran “skincare-an” perkotaan. Kali ini spotlight tertuju ke Kelurahan Keranggan, Kecamatan Se...
Bukan cuma pusat kota yang berhak glowing, kawasan padat penduduk di pinggiran kini juga ikut dapat giliran “skincare-an” perkotaan. Kali ini spotlight tertuju ke Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, yang lagi menjalani proses penataan besar-besaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot). Fokusnya jelas: menyulap kawasan kampung kota yang dulu identik dengan gang sempit dan genangan air menjadi lingkungan yang lebih manusiawi dan tertata.
Bukan Sekadar Aspal dan Beton
Pembangunan yang digeber di Keranggan ini nggak main-main. Konsepnya adalah pembangunan infrastruktur dasar yang esensial buat kehidupan warga sehari-hari. Bayangkan, jalanan lingkungan yang rusak kini diperbaiki total, memudahkan mobilitas motor dan pejalan kaki. Lebih dari itu, sistem drainase juga jadi prioritas. Langkah ini diambil biar titik-titik rawan banjir yang kerap bikin rumah warga tergenang, terutama pas musim hujan tiba, bisa pelan-pelan hilang. Seperti yang ditekankan berbagai pihak, lingkungan yang baik berawal dari sanitasi yang kuat dan resapan air yang optimal.
Dampak Domino ke Ekonomi Lokal
Penataan ini nggak cuma ngomongin soal estetika jalan yang mulus atau saluran air yang lancar. Efeknya bisa merembet jauh, utamanya ke sektor perekonomian warga. Dengan akses jalan yang lebih gampang, roda perekonomian mikro di dalam kampung diyakini bakal berputar lebih kencang. Entah itu buat akses logistik UMKM, jalur distribusi dagangan, atau sekadar memudahkan warga mencapai fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas. Infrastruktur yang mumpuni itu kayak kunci pembuka potensi, bestie. Kampung bukan lagi tempat singgah kumuh, tapi bisa jadi basis ekonomi yang produktif.
Menaikkan “Level” Kampung Kota
Istilah “kampung kota” sering kali membawa konotasi negatif: sesak, nggak teratur, dan minim fasilitas. Program penataan di Keranggan ini membuktikan bahwa Pemkot Tangerang Selatan serius merekonstruksi citra tersebut. Alih-alih mengusir warga dan mengganti dengan bangunan komersial baru, pendekatan yang diambil adalah penataan di tempat alias in-situ. Ini artinya, warga yang sudah puluhan tahun tinggal di sana tetap bisa menikmati lingkungannya yang naik kelas tanpa harus tergusur. Konsep ini memang lagi digaungkan sebagai solusi peremajaan kota yang lebih manusiawi.
Pembangunan infrastruktur dasar seperti ini adalah fondasi utama sebelum bicara soal smart city atau konsep futuristik lainnya. Bagaimana bisa ngegas ke teknologi digital kalau jalanan di depan rumah masih becek dan rawan longsor? Dengan memastikan betonisasi dan saluran air beres, Pemkot Tangsel sedang meletakkan bata pertama yang kokoh untuk rencana kota yang lebih besar.
Langkah di Kelurahan Keranggan ini jadi bukti kalau pembangunan nggak melulu soal gedung pencakar langit. Merapikan struktur kampung, melancarkan aliran air, dan menghaluskan jalan lingkungan adalah pekerjaan rumah besar yang butuh perhatian serius. Jadi, buat kamu warga Tangsel, siap-siap aja lihat transformasi di sekitar Setu yang makin estetik. Kita tunggu aksi selanjutnya dari Pemkot, semoga program serupa bisa merata ke titik-titik padat penduduk lainnya.
Baca juga:
Comments (0)