Wali Kota Munafri Lantik Bos Baru BAZNAS Makassar, Misi Utama: Basmi Kemiskinan dengan Cara Kekinian
MAKASSAR — Siap-siap, Makassar! Era baru pengelolaan zakat kota kita resmi dimulai. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, baru saja melantik jajaran Pimpi
MAKASSAR — Siap-siap, Makassar! Era baru pengelolaan zakat kota kita resmi dimulai. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, baru saja melantik jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031 di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (6/7/2026). Acaranya sih resmi, tapi vibes-nya penuh harapan baru, gengs!
Nah, yang jadi nakhoda baru BAZNAS kali ini adalah Usman Sofian sebagai Ketua. Bayangin aja, doi nggak sendirian. Ada empat anggota keren yang siap jadi support system: Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani. Dream team banget, kan? Gabungan antara praktisi dan akademisi ini diharapkan bisa bikin pengelolaan zakat di Makassar makin lit dan nggak ketinggalan zaman. Ini bukan sekadar ganti pemain, tapi full-on upgrade.
Bukan Cuma Ganti Kru, Ini Saatnya Upgrade Level!
Di hadapan para pimpinan baru, Wali Kota Munafri langsung spill the tea soal ekspektasinya. Intinya, BAZNAS nggak boleh cuma jadi "tempat nitip duit" atau sekadar entitas seremoni. Mereka harus benar-benar jadi instrumen strategis untuk ngegas pengentasan kemiskinan. Misi besarnya jelas: perkecil jurang kesenjangan sosial dengan cara yang profesional, transparan, dan yang paling penting, pakai data. Bukan asal tebak-tebak berhadiah, ya!
"Pelantikan ini bukan hanya mengganti pengurus lama dengan yang baru, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan apa yang masih kurang dan memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik. BAZNAS harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar," ujar Munafri dengan penuh semangat.
Nggak cuma itu, wali kota juga memberi standing applause buat pengurus periode 2021-2026 yang dinilai udah menjalankan amanah dengan baik. Tapi, this is a new chapter! Kepengurusan baru ditantang buat lebih inovatif. Manfaat zakat harus makin kerasa sampai ke akar rumput, bukan cuma jadi berita baik di atas kertas. The real challenge is: bagaimana bikin dampak yang nyata?
Big Hint: Bantuan Konsumtif? It's So Last Season!
Salah satu poin yang paling ngena dari arahan Wali Kota adalah soal arah program. Beliau dengan tegas bilang bahwa program BAZNAS nggak boleh stuck di bantuan konsumtif doang. Kalian tahu kan, model bagi-bagi sembako yang langsung habis? Nah, itu mah udah mainstream. Sekarang saatnya beralih ke pemberdayaan ekonomi yang lebih sustainable.
Bayangin, para mustahik nggak cuma dikasih ikan, tapi dikasih kail, bahkan diajarin bikin kapal! Jadi, bantuan modal usaha dan penguatan kelompok ekonomi masyarakat adalah kunci utama. Ini adalah langkah biar para penerima zakat bisa segera naik kelas dan mandiri secara finansial. Empowerment is the new charity!
"Yang terpenting bukan hanya seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi seberapa besar dana itu bisa dikembalikan kepada masyarakat secara tepat sasaran," tegasnya.
Ini jadi pengingat keras buat kita semua, gengs. Suksesnya sebuah lembaga kayak BAZNAS bukan cuma diukur dari seberapa gede angka yang berhasil dikumpulin. Lebih dari itu, seberapa efektif dan efisien duit itu muter balik ke masyarakat buat ciptain perubahan nyata. Jadi, bukan cuma soal collecting, tapi juga impacting. Total goals, right?
Kunci buat mewujudkan semua ini cuma satu: data. Munafri wanti-wanti banget biar semua program, dari hulu ke hilir, harus disusun berdasarkan data yang akurat dan terus diperbarui. No more "kira-kira" atau feeling-feelingan. Semua harus by data, by system, and by heart. Karena, kalau udah pakai data, bantuan bisa lebih tepat sasaran dan potensi "nyasar"-nya bisa diminimalisir.
Jadi, gimana menurut kamu, gengs? Langkah Wali Kota Munafri bareng kepengurusan BAZNAS yang baru ini udah on the right track belum? Kira-kira, model pemberdayaan ekonomi kayak gimana yang paling cocok dan bakal nge-hits di Makassar? Bisnis kuliner digital, urban farming, atau malah pelatihan bikin konten biar bisa jadi affiliate marketer? Drop your thoughts di kolom komentar, ya! Let's discuss! ✨
📊 Quick Poll: Menurutmu, program BAZNAS paling ideal itu kayak apa?
💰 Bantuan Modal Usaha Kreatif
🤝 Program Padat Karya Komunitas
📊 Beasiswa Skill Digital
Ketik pilihanmu dan tag temenmu, biar makin seru obrolannya!
Comments (0)