Sebuah malam yang seharusnya berjalan biasa di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, berubah menjadi arena kejar-kejaran yang menegangkan. Pada Senin (5/10/2026), aksi pelecehan seksual berkedok begal payudara mengoyak rasa aman warga setempat. Kejadian bermula ketika korban berjalan bersama rekannya, M..., di sepanjang jalan yang biasanya ramai oleh pejalan kaki itu. Tak disangka, pelaku tiba-tiba mendekat dan melakukan aksi bejatnya, lalu kabur ketika mendapat perlawanan.
Yang terjadi selanjutnya bukanlah pelarian yang mulus. Emosi warga langsung memuncak begitu mendengar teriakan minta tolong dari korban. Dalam hitungan menit, massa berdatangan dari berbagai arah dan mengepung pelaku. Suasana malam yang sunyi mendadak dipenuhi teriakan protes dan langkah kaki terburu-buru. Warga tak ingin pelaku lolos begitu saja, mengingat kasus serupa sudah berulang kali terjadi di kota ini.
Detik-Detik Pengepungan Massa
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pelaku sempat berusaha melarikan diri ke arah gang-gang sempit di sekitar Jalan Ahmad Yani. Namun, warga yang sudah berkumpul memblokir hampir seluruh jalur keluar. Beberapa warga terlihat berlari mengejar, sementara yang lain mengamati dari kejauhan sambil merekam kejadian lewat ponsel masing-masing. Video berdurasi singkat itu pun kini beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan soal keamanan di kawasan tersebut.
"Pelaku sudah kami kepung, tapi kami tunggu petugas supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar seorang warga yang mengaku ikut dalam pengepungan.
Pendekatan yang diambil warga tersebut tergolong bijak. Alih-alih main hakim sendiri, mereka memilih menahan pelaku di lokasi hingga petugas kepolisian datang. Pelaku akhirnya diamankan oleh kepolisian tanpa harus mengalami luka berat akibat amukan massa. Upaya ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak yang menilai kesadaran hukum warga mulai tumbuh, meski emosi sempat menguasai situasi.
Korban Berjalan Bersama Teman Saat Kejadian
Kejadian berawal saat korban berjalan bersama rekannya, M..., di kawasan Jalan Ahmad Yani. Rekan korban menjadi saksi pertama yang menyaksikan langsung aksi pelaku. Dalam kepanikan, keduanya berteriak meminta pertolongan, dan warga sekitar merespons dengan cepat. Kondisi korban kini dilaporkan dalam keadaan aman, meski masih trauma atas kejadian yang menimpanya.
Kasus begal payudara di wilayah Cikole bukanlah insiden pertama. Sebelumnya, warga sempat resah dengan pelaku-pelaku sejenis yang menyasar pejalan kaki pada jam-jam tertentu. Ketakutan itulah yang kemudian meledak menjadi amarah ketika aksi serupa kembali terjadi. Bagi warga, penangkapan pelaku bukan sekadar soal satu orang, melainkan soal pemulihan rasa aman di ruang publik.
Polisi Diminta Tingkatkan Patroli Malam
Sejumlah warga berharap kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin pada jam-jam rawan, terutama di ruas jalan yang minim pencahayaan. Mereka menilai kehadiran petugas di lapangan menjadi deterrent effect yang paling efektif untuk mencegah kejahatan serupa terulang. Berikut ringkasan tuntutan warga terkait keamanan kawasan:
- Patroli malam rutin di Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya
- Peningkatan lampu penerangan jalan dan gang-gang gelap
- Koordinasi dengan warga melalui siskamling yang lebih aktif
- Penanganan cepat setiap laporan pelecehan di ruang publik
Insiden ini sekaligus mengingatkan publik bahwa pelecehan seksual masih mengintai di ruang-ruang kota. Di satu sisi, respons cepat warga layak diapresiasi. Di sisi lain, keberadaan pelaku yang bebas beraksi hingga memicu pengepungan massal menandakan masih lemahnya sistem pencegahan. Keselamatan perempuan di jalan harus menjadi urusan bersama, bukan sekadar tanggung jawab korban untuk selalu waspada.
Comments (0)