warkini.
Travel

10 Rumah di Wonogiri Jadi Hunian Layak, Anggaran Rp700 Juta

WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, merealisasikan program renovasi sepuluh rumah warga menjadi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dengan

10 Rumah di Wonogiri Jadi Hunian Layak, Anggaran Rp700 Juta

WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, merealisasikan program renovasi sepuluh rumah warga menjadi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dengan total anggaran mencapai Rp700 juta. Setiap unit rumah memperoleh pembiayaan rata-rata Rp70 juta yang besarannya disesuaikan dengan kondisi fisik bangunan serta kebutuhan mendesak para penerima manfaat.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka rumah tidak layak huni di Wonogiri. Dana renovasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dikelola melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat. Sepuluh rumah yang menjadi sasaran tersebar di sejumlah desa dan kelurahan yang telah melewati proses pendataan sejak awal tahun.

Anggaran Disesuaikan dengan Kondisi Rumah

Pemerintah menegaskan bahwa besaran bantuan Rp70 juta per rumah merupakan angka rata-rata, bukan patokan seragam. Penyesuaian dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan, luas rumah, hingga kebutuhan prioritas seperti penggantian atap, perbaikan dinding, pemasangan lantai, serta pembangunan fasilitas sanitasi.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Wonogiri menyampaikan bahwa pendekatan individual ini dipilih agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak ada anggaran yang terbuang percuma.

"Kami tidak menyamaratakan anggaran untuk semua rumah. Ada rumah yang membutuhkan perbaikan total, ada pula yang cukup perbaikan sebagian. Prinsipnya, setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat maksimal bagi warga penerima," ujarnya kepada Warkini.com.

Menurutnya, hasil asesmen lapangan menjadi dasar utama penetapan besaran biaya renovasi bagi masing-masing rumah. Tim teknis Disperkim turun langsung untuk mengukur, menilai struktur bangunan, dan menyusun rencana kebutuhan anggaran secara rinci.

Kriteria Penerima Manfaat RSLH

Penerima manfaat program RSLH tidak ditentukan secara asal. Mereka melewati proses verifikasi berjenjang yang melibatkan pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan. Beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan utama antara lain:

  • Warga berstatus kurang mampu dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS);
  • Menempati rumah dengan kondisi rusak berat atau tidak layak huni;
  • Memiliki tanah serta bangunan dengan status kepemilikan yang jelas;
  • Belum pernah menerima bantuan sejenis dari pemerintah pusat maupun daerah;
  • Bersedia mengikuti ketentuan program, termasuk pendampingan pasca renovasi.

Hasil seleksi diumumkan secara terbuka di masing-masing desa sebagai wujud transparansi. Warga yang keberatan terhadap penetapan penerima diberikan kesempatan untuk menyampaikan sanggahan melalui perangkat desa sebelum daftar final diterbitkan.

Lingkup Pekerjaan Renovasi

Pekerjaan renovasi mencakup perbaikan struktur bangunan secara menyeluruh, mulai dari penguatan fondasi, penggantian rangka dan penutup atap, plesteran dinding, hingga pemasangan lantai keramik. Selain itu, program juga mencakup perbaikan instalasi listrik dan pembangunan kamar mandi dengan sanitasi yang layak.

Pengerjaan melibatkan tenaga kerja lokal dari masing-masing desa dengan sistem gotong royong yang dikoordinasikan oleh tim teknis. Keterlibatan warga setempat dinilai mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus menghidupkan roda ekonomi di tingkat desa.

Dampak bagi Keluarga Penerima

Renovasi ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup puluhan keluarga di Wonogiri. Rumah yang sebelumnya berdinding papan lapuk, berlantai tanah, dan beratap bocor kini berubah menjadi hunian yang sehat, aman, dan nyaman untuk ditinggali.

Selain dampak fisik, program ini juga berdampak pada kesehatan keluarga. Rumah yang layak huni mengurangi risiko penyakit akibat lingkungan lembap, sekaligus memberikan rasa aman dan harga diri bagi penghuninya. Anak-anak pun dapat belajar dan beristirahat dengan lebih baik di rumah yang sehat.

Keberlanjutan Program

Pemerintah Kabupaten Wonogiri menargetkan pengurangan signifikan jumlah rumah tidak layak huni dalam beberapa tahun ke depan. Program RSLH akan terus berlanjut dengan mengutamakan pemerataan di seluruh kecamatan yang masih memiliki angka rumah tidak layak huni tinggi.

Masyarakat yang belum menerima bantuan diimbau bersabar dan memastikan data kependudukannya selalu diperbarui di tingkat desa. Pendataan yang akurat menjadi kunci utama kelancaran program bantuan perumahan pada periode berikutnya.

FAQ

Berikut tiga pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat terkait program RSLH Kabupaten Wonogiri:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User