3 Parpol Angkat Bicara Buntut Kematian Dokter Icha

Jakarta - Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni yang akrab disapa dr. Icha (27) terus memicu reaksi publik dan elit politik. Kini, tiga partai politik yang menaungi anggota DPRD Kabup

Jul 08, 2026 - 05:17
0 0
3 Parpol Angkat Bicara Buntut Kematian Dokter Icha

Jakarta - Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni yang akrab disapa dr. Icha (27) terus memicu reaksi publik dan elit politik. Kini, tiga partai politik yang menaungi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang terseret dalam insiden ini angkat bicara, menyampaikan sikap resmi mereka atas dugaan intimidasi terhadap tenaga medis yang berujung duka.

Berdasarkan penelusuran Warkini.com, peristiwa berawal saat dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona terkait penanganan seorang anak korban gigitan ular hijau yang merupakan keponakan Therensius. Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu yang memerlukan tindakan medis segera.

Namun, sejumlah saksi mata di lokasi menyebut kedua legislator itu menerobos masuk area pelayanan dengan kondisi diduga berbau alkohol. Saksi juga mengungkapkan, keduanya berbicara dengan nada tinggi dan penuh tekanan kepada dr. Icha yang saat itu tengah fokus menjalankan tugas medisnya. Tindakan intimidatif inilah yang kemudian menjadi sorotan tajam dan belakangan dihubungkan dengan beban psikologis berat yang mungkin dialami dr. Icha hingga akhir hayatnya.

Menanggapi kejadian itu, ketiga partai yang meliputi PKB, Golkar, dan partai lainnya yang menaungi satu anggota DPRD TTU yang juga turut terlibat, mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengecam keras segala bentuk intimidasi dan tekanan terhadap tenaga kesehatan. Warkini.com memperoleh pernyataan dari perwakilan partai berikut:

"Kami turut berduka dan menyesalkan kejadian ini. Partai tidak akan mentoleransi tindakan yang bertentangan dengan etika dan hukum. Apabila terbukti anggota kami bersalah, kami siap memberikan sanksi tegas sesuai mekanisme partai, termasuk pemecatan dari keanggotaan," tegas juru bicara PKB setelah rapat internal, dikutip Warkini.com.

Senada dengan hal itu, perwakilan Golkar menegaskan komitmennya untuk menghormati proses hukum dan akan menindaklanjuti secara internal. "Kami menyerahkan sepenuhnya ke jalur hukum, dan evaluasi terhadap kader kami akan segera dilakukan," ujarnya. Sementara partai ketiga menyampaikan akan bersikap kooperatif dalam penyelidikan dan menyerukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Reaksi keras juga mengalir dari organisasi profesi dan masyarakat. Banyak pihak yang mendesak agar polisi mengusut tuntas kasus ini, sekaligus menyoroti urgensi perlindungan hukum bagi tenaga medis dari segala bentuk ancaman saat bertugas. "Ini pukulan berat bagi dunia kesehatan. Dokter harus merasa aman saat menyelamatkan nyawa," kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung, dan ketiga anggota DPRD TTU tersebut belum memberikan keterangan resmi. Warkini.com akan terus memantau perkembangan kasus ini demi menyajikan informasi yang akurat dan terkini bagi seluruh pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User