AS Menyerang, Iran Bilang Jangan Menyesal

Warkini.com — Seorang anggota parlemen senior Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa serangan terbaru terhadap Teheran di tengah berlangsungnya negosiasi lanjutan hanya ak

Jul 08, 2026 - 05:28
0 0
AS Menyerang, Iran Bilang Jangan Menyesal

Warkini.com — Seorang anggota parlemen senior Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa serangan terbaru terhadap Teheran di tengah berlangsungnya negosiasi lanjutan hanya akan menghasilkan “kemunduran” dan “penyesalan”. Pernyataan itu muncul di tengah memanasnya kembali ketegangan di kawasan, setelah Washington dan Teheran saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, menuding Washington telah melanggar prinsip-prinsip dasar diplomasi dan tidak menunjukkan komitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata yang tengah dirintis. Ia menilai agresi tersebut menyingkap wajah asli pemerintah AS yang, menurutnya, tidak bisa dipercaya dalam setiap perundingan damai.

“Ketika Anda mengebom sambil berbicara damai, maka yang Anda tunjukkan hanyalah kemunafikan. Serangan ini hanya akan membawa kemunduran dan penyesalan bagi Amerika Serikat, cepat atau lambat,” ujar Azizi kepada media kami, Sabtu (27/6/2026).

Ketegangan terkini mencuat setelah Washington menuduh Teheran melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal kargo di perairan strategis Selat Hormuz. Tuduhan itu langsung dibantah Iran, yang balik menyebut bahwa provokasi justru datang dari manuver kapal perang AS di sekitar selat vital pengangkut minyak dunia tersebut.

Tidak butuh waktu lama, kedua negara kembali terlibat baku serang terbatas. AS mengklaim serangan presisi terhadap fasilitas militer Iran yang disebut terlibat dalam penyerangan kapal kargo, sementara Iran membalas dengan mengerahkan pesawat nirawak ke posisi-posisi militer AS di Teluk. Situasi ini mengancam upaya gencatan senjata yang susah payah dibangun selama beberapa pekan terakhir.

Azizi menekankan bahwa tindakan Washington kontraproduktif dengan semangat perundingan yang masih berlangsung. “Mereka datang ke meja perundingan, tapi tangan mereka masih meneteskan darah. Ini bukan cara bermitra. Kami tidak akan tinggal diam, dan kami peringatkan sejak dini: jangan menyesal,” tegasnya.

Di sisi lain, juru runding AS belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik parlemen Iran tersebut. Namun seorang pejabat senior Pentagon yang tidak ingin disebut namanya membantah bahwa pihaknya melanggar gencatan senjata. Menurutnya, serangan terbatas AS merupakan respons yang sah terhadap ancaman langsung terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan di jalur pelayaran itu menjadi perhatian global karena Selat Hormuz menangani sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia. Setiap eskalasi di kawasan itu hampir pasti berdampak langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Para pengamat dari berbagai lembaga kajian keamanan menilai bahwa spiral saling serang ini justru menjauhkan kedua pihak dari kesepakatan damai permanen yang diharapkan dapat meredakan friksi multi-dimensi antara Teheran dan Washington, termasuk persoalan nuklir, keamanan Teluk, dan pengaruh geopolitik di Timur Tengah.

Pemerintah Iran melalui saluran diplomatiknya menegaskan kembali bahwa pintu dialog tidak sepenuhnya tertutup, namun rasa saling percaya telah terkikis. “Jika AS benar-benar ingin perdamaian, mereka harus menghentikan agresi dan menunjukkan bukti, bukan retorika kosong,” demikian disampaikan seorang diplomat Iran di markas besar PBB secara terpisah.

Hingga berita ini diturunkan, komunikasi antara kedua pihak disebut masih berlangsung melalui perantara negara ketiga, tetapi belum ada tanda-tanda de-eskalasi yang konkret. Situasi di lapangan masih diliputi ketidakpastian, dan peringatan Azizi agar AS tidak menyesal menjadi cermin posisi Iran yang siap menghadapi segala kemungkinan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User