Bandara Banda Neira Akan Dibangun Ulang, Pesawat Besar Bisa Mendarat
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mengumumkan rencana ambisius untuk membangun ulang Bandara Banda Neira di Kabupaten Maluku Tengah. Langkah strategis
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mengumumkan rencana ambisius untuk membangun ulang Bandara Banda Neira di Kabupaten Maluku Tengah. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengembangan kawasan pariwisata di Kepulauan Banda yang menyimpan potensi wisata bahari dan sejarah kelas dunia. Dengan pembangunan ulang ini, bandara yang selama ini hanya mampu melayani pesawat berkapasitas kecil akan ditingkatkan kemampuannya sehingga pesawat berbadan besar seperti Airbus A320 dan Boeing 737 dapat mendarat dengan aman.
Kondisi Bandara Saat Ini
Saat ini, Bandara Banda Neira memiliki landasan pacu sepanjang kurang lebih 1.200 meter dengan lebar 23 meter. Spesifikasi tersebut hanya memungkinkan operasional pesawat kecil tipe ATR 72-600 atau Cessna Caravan dengan kapasitas maksimal 70 penumpang. Keterbatasan ini membuat akses menuju Kepulauan Banda menjadi cukup sulit dan mahal. Wisatawan yang ingin berkunjung harus melalui beberapa kali transit penerbangan dari Ambon atau menggunakan kapal laut yang memakan waktu hingga 6-8 jam perjalanan.
Kondisi infrastruktur bandara yang ada saat ini juga dinilai belum memadai dari segi fasilitas penumpang. Terminal bandara yang berukuran kecil kerap tidak mampu menampung lonjakan wisatawan saat musim liburan atau penyelenggaraan festival tahunan seperti Festival Banda yang menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara.
Rencana Pembangunan Ulang
Dalam rencana pembangunan ulang yang disusun Kementerian PU, landasan pacu akan diperpanjang menjadi minimal 2.200 meter dengan lebar 30 meter. Perpanjangan ini akan disertai penguatan struktur landasan agar mampu menopang beban pesawat berbadan besar. Selain itu, terminal penumpang juga akan direvitalisasi menjadi bangunan dua lantai modern dengan kapasitas tampung hingga 300 penumpang pada jam sibuk.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam keterangannya menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) pengembangan pariwisata prioritas. "Kami ingin memastikan aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan seperti Banda Neira dapat terpenuhi dengan baik. Pembangunan ulang bandara ini akan membuka konektivitas langsung dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar," ujarnya.
Dampak pada Sektor Pariwisata
Kepulauan Banda dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam bawah laut yang memukau. Perairan di sekitar Banda Neira merupakan salah satu spot menyelam terbaik di Indonesia dengan terumbu karang yang masih sangat terjaga. Taman Laut Banda bahkan sering dijuluki sebagai "surga bawah laut Indonesia timur" oleh para penyelam profesional dari berbagai negara.
Dengan hadirnya bandara baru yang mampu melayani penerbangan langsung dari kota-kota besar, jumlah kunjungan wisatawan diproyeksikan meningkat signifikan. Data dari Dinas Pariwisata Maluku menunjukkan bahwa pada tahun 2024, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Banda mencapai sekitar 15.000 orang. Angka ini diharapkan dapat meningkat hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun pasca beroperasinya bandara baru.
Nilai Historis yang Mendunia
Selain keindahan alamnya, Banda Neira juga menyimpan nilai sejarah yang luar biasa. Kepulauan ini merupakan pusat perdagangan pala dan fuli (rempah-rempah) pada abad ke-16 hingga ke-18 yang membuat bangsa Eropa berlomba menguasainya. Benteng Belgica dan Benteng Nassau yang berdiri kokoh hingga kini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu Kepulauan Banda sebagai pusat rempah dunia.
Rumah pengasingan tokoh-tokoh perjuangan seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Cipto Mangunkusumo juga menjadi daya tarik wisata sejarah yang sangat berharga. Kemudahan akses melalui bandara baru diyakini akan mendongkrak kunjungan wisatawan minat khusus yang ingin menelusuri jejak sejarah perjuangan bangsa.
Jadwal dan Tahapan Proyek
Proyek pembangunan ulang Bandara Banda Neira direncanakan berlangsung dalam tiga tahap selama kurun waktu 2025-2027. Tahap pertama yang dimulai pada pertengahan 2025 meliputi pembebasan lahan dan persiapan konstruksi. Tahap kedua mencakup pengerjaan fisik landasan pacu dan taxiway, sementara tahap ketiga fokus pada pembangunan terminal penumpang dan fasilitas pendukung lainnya.
Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp 850 miliar yang bersumber dari APBN dan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah daerah setempat menyambut antusias rencana ini dan berkomitmen memperlancar proses pembebasan lahan agar proyek dapat selesai tepat waktu.
[SOCIAL_TWEET]: Kementerian PU resmi umumkan rencana pembangunan ulang Bandara Banda Neira! Landasan pacu diperpanjang hingga 2.200 meter, pesawat besar seperti Boeing 737 bisa mendarat langsung. Akses menuju surga bawah laut Indonesia timur makin mudah! #BandaraBandaNeira #PariwisataMaluku #InfrastrukturIndonesia[SOCIAL_TG]: ✈️ Bandara Banda Neira segera dibangun ulang! Landasan pacu diperpanjang jadi 2.200 meter, pesawat Boeing 737 & Airbus A320 bisa landing. Proyek 2025-2027 dengan anggaran Rp850 miliar. Akses ke destinasi wisata sejarah dan diving kelas dunia makin gampang! 🌊🏝️
Comments (0)