Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran narkotika jenis baru yang dikemas dalam bentuk vape mengandung zat etomidate dengan merek Batman. Sebanyak 112 buah vape berisi zat berbahaya tersebut diamankan dari seorang penumpang di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, dalam operasi yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari kewaspadaan petugas bandara terhadap barang bawaan seorang penumpang berinisial UKM. Modus penyelundupan yang digunakan terbilang unik dan terencana, memanfaatkan benda-benda keseharian untuk mengelabui pemeriksaan keamanan.
Modus Penyamaran dalam Kotak Styrofoam
Berdasarkan laporan yang dihimpun, petugas menaruh curiga terhadap sebuah kotak styrofoam yang dibawa oleh tersangka. Kotak tersebut sekilas hanya berisi kopi durian dan es batu—kombinasi yang lazim ditemukan sebagai oleh-oleh atau konsumsi pribadi penumpang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih teliti, ditemukan kejanggalan pada susunan isi di dalamnya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan UKM, ditemukan 112 pcs vape merek Batman yang diduga mengandung zat etomidate yang disembunyikan di dalam kotak styrofoam berisi kopi durian dan es batu," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).
Taktik penyembunyian di antara es batu ini menunjukkan adanya upaya sadar dari pelaku untuk menghindari deteksi, sekaligus menjaga suhu vape selama perjalanan agar kondisinya tetap stabil dan tidak mudah dikenali oleh alat pemindai standar.
Etomidate: Zat Berbahaya dalam Kemasan Modern
Etomidate sendiri merupakan zat anestesi yang dalam dunia medis digunakan secara terbatas dan dalam pengawasan ketat. Penyalahgunaan zat ini di luar indikasi medis dapat menyebabkan efek samping serius, mulai dari depresi pernapasan, gangguan fungsi adrenal, hingga risiko kematian apabila dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga kesehatan profesional. Fakta bahwa zat ini kini dikemas dalam bentuk vape—produk yang populer di kalangan anak muda—menambah dimensi kekhawatiran tersendiri bagi aparat penegak hukum.
Merek "Batman" yang digunakan oleh jaringan ini diduga sengaja dipilih untuk menarik minat konsumen muda yang familiar dengan karakter pop culture tersebut. Pengemasan semacam ini mencerminkan strategi pemasaran gelap yang semakin adaptif terhadap tren pasar, sehingga mempersulit upaya deteksi dini oleh orang tua maupun institusi pendidikan.
Pengembangan Jaringan Lebih Luas
Dari hasil interogasi awal terhadap tersangka UKM, penyidik Bareskrim kini sedang mendalami keterkaitan pelaku dengan jaringan pemasok dan distributor yang lebih besar di wilayah Sumatera Utara dan kemungkinan meluas hingga ke luar provinsi. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan sindikat internasional mengingat etomidate bukanlah zat yang mudah diperoleh secara bebas di pasar domestik.
Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan peredaran narkotika jenis baru yang memanfaatkan celah pengawasan melalui modus-modus kreatif. Keberhasilan petugas di Kualanamu menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi dan insting investigasi aparat dalam menghadapi evolusi metode penyelundupan narkoba. Hingga berita ini diturunkan, tersangka UKM bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut. Tim liputan Warkini.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Comments (0)