BGN Buka Suara soal Nasib 21.000 Motor Listrik Rp 1 Triliun

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara mengenai nasib pengadaan 21.000 unit motor listrik senilai Rp 1 triliun yang dilakukan pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Pengadaan

Jul 08, 2026 - 06:23
0 1
BGN Buka Suara soal Nasib 21.000 Motor Listrik Rp 1 Triliun

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara mengenai nasib pengadaan 21.000 unit motor listrik senilai Rp 1 triliun yang dilakukan pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Pengadaan ini sempat menjadi sorotan publik setelah Dadan dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto karena terseret dalam pusaran kasus korupsi. Kini, BGN menegaskan bahwa seluruh barang yang telah terlanjur dibeli tidak akan menjadi aset yang mubazir, melainkan akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung program kerja lembaga.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, menyatakan bahwa fokus pihaknya saat ini adalah memastikan optimalisasi pemanfaatan seluruh barang inventaris yang telah dibelanjakan. Tidak hanya motor listrik, berbagai pengadaan lain seperti laptop, kaos kaki, hingga kamera pengawas (CCTV) juga akan langsung digunakan sesuai peruntukannya. “Kami akan memaksimalkan semua aset yang sudah dibeli untuk menunjang program-program BGN. Tidak ada satu pun barang yang akan terbengkalai,” tegas Agustina dalam pernyataannya.

Pengadaan 21.000 motor listrik tersebut sebelumnya menuai tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Pasalnya, pembelian dalam jumlah masif itu terjadi hanya beberapa waktu sebelum Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Pencopotan yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo ini tak lepas dari dugaan keterlibatan Dadan dalam kasus korupsi yang kini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. Meski demikian, BGN memastikan bahwa proses pengadaan motor listrik dan barang lainnya telah mengikuti mekanisme yang berlaku, dan saat ini yang terpenting adalah memanfaatkan aset-aset itu untuk kepentingan masyarakat.

Agustina menjelaskan bahwa motor listrik tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung mobilitas petugas gizi di lapangan, terutama dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Sementara itu, laptop dan CCTV akan memperkuat sistem pemantauan dan administrasi program gizi nasional. “Semua barang ini memiliki fungsi strategis. Kami tidak ingin polemik di masa lalu menghambat jalannya program yang langsung menyentuh masyarakat,” imbuhnya.

Pernyataan BGN ini sekaligus menjadi respons atas kekhawatiran publik bahwa pembelian motor listrik senilai Rp 1 triliun akan sia-sia setelah pergantian pucuk pimpinan. Dengan penegasan tersebut, BGN berupaya mengembalikan fokus pada pelaksanaan program gizi nasional yang menjadi mandat utama lembaga. Media kami akan terus memantau perkembangan pemanfaatan aset-aset BGN tersebut dan langkah hukum yang tengah berjalan terhadap mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User