British Museum Hapus Kata Palestina Usai Didesak Aktivis Pro-Israel

London, Warkini.com — British Museum mengambil langkah kontroversial dengan menghapus penyebutan "Palestina" dan "orang Palestina" dari berbagai materi pamerannya. Keputusan ini diambil setelah men

Jul 08, 2026 - 04:58
0 1
British Museum Hapus Kata Palestina Usai Didesak Aktivis Pro-Israel

London, Warkini.com — British Museum mengambil langkah kontroversial dengan menghapus penyebutan "Palestina" dan "orang Palestina" dari berbagai materi pamerannya. Keputusan ini diambil setelah menerima tekanan masif dari kelompok aktivis pro-Israel yang melancarkan kampanye lobi secara intensif.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, langsung melontarkan kecaman tajam atas tindakan institusi budaya bergengsi tersebut. Ia memperingatkan bahwa "menghapus sejarah adalah langkah awal untuk menghapus masa depan." Zomlot menegaskan bahwa penghilangan identitas suatu bangsa dari catatan sejarah merupakan bentuk kekerasan epistemik yang tidak bisa ditoleransi.

Menghapus sejarah adalah langkah awal untuk menghapus masa depan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Jumat (3/7/2026), British Museum tidak hanya menghapus kata "Palestina", tetapi juga menghilangkan frasa "pendudukan Israel" dari seluruh materi pameran yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah. Tindakan ini dinilai sebagai kemenangan telak bagi kelompok-kelompok pendukung Israel yang telah melancarkan tekanan secara sistematis.

Kampanye lobi ini diketahui berlangsung selama berbulan-bulan sepanjang tahun 2024 lalu. Salah satu organisasi yang berada di garis depan upaya ini adalah UK Lawyers for Israel (UKLFI), sebuah lembaga advokasi pro-Israel yang secara agresif mendorong perubahan narasi di lembaga-lembaga kebudayaan Inggris. Laporan investigasi mengungkap bahwa UKLFI secara langsung menghubungi pihak museum dan mengajukan keberatan atas penggunaan terminologi yang dianggap merugikan citra Israel.

Penghapusan ini memicu perdebatan luas di kalangan akademisi dan sejarawan. Banyak pihak menilai bahwa keputusan British Museum telah melampaui batas netralitas yang seharusnya dijaga oleh institusi edukasi dan kebudayaan. Seorang kurator senior yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan keprihatinan mendalam, menyebut langkah ini sebagai "preseden berbahaya bagi integritas museum sebagai penjaga kebenaran sejarah."

Di sisi lain, para pendukung langkah ini berargumen bahwa terminologi yang dihapus merupakan bentuk bias politik yang tidak semestinya muncul dalam konteks pameran artefak kuno. Mereka mengklaim bahwa penggunaan kata "Palestina" dalam konteks tertentu bersifat anakronistis dan tidak mencerminkan realitas historis pada periode yang dipamerkan.

Meski demikian, kritik dari komunitas internasional terus mengalir. Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan kebudayaan telah menyatakan akan mengajukan petisi resmi kepada British Museum untuk mengembalikan terminologi yang dihapus. Kontroversi ini semakin mempertajam perdebatan global tentang bagaimana sejarah ditulis, siapa yang berhak menentukannya, dan siapa yang bisa dihapus begitu saja dari narasi peradaban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User