Presiden Venezuela Bantah Lambat Tangani Gempa

Warkini.com - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, membantah keras anggapan bahwa pemerintahannya lambat dalam menangani bencana dua gempa besar yang melanda sejumlah wilayah di negara t

Jul 08, 2026 - 04:58
0 1
Presiden Venezuela Bantah Lambat Tangani Gempa

Warkini.com - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, membantah keras anggapan bahwa pemerintahannya lambat dalam menangani bencana dua gempa besar yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut. Dalam keterangan pers yang digelar sepekan setelah bencana, Rodríguez menegaskan bahwa respons langsung dijalankan begitu informasi awal diterima, tanpa menunggu hitungan hari.

"Kami tidak menunggu satu hari, dua hari, atau tiga hari. Kami langsung bergerak," kata Rodríguez kepada jurnalis asing dalam pertemuan di Caracas, seperti dikutip media kami, Kamis (waktu setempat). Penjelasan itu disampaikan Rodríguez untuk meredam kritik yang beredar di ruang publik soal dugaan lambannya distribusi bantuan dan kehadiran tim penyelamat resmi di lokasi-lokasi terparah. Rodríguez menambahkan, seluruh perangkat tanggap darurat nasional telah diaktifkan pada jam-jam pertama pascagempa, termasuk pengerahan personel militer dan sukarelawan terlatih ke daerah yang paling sulit dijangkau.

Di lokasi bangunan yang runtuh, secara alami yang pertama berada di sana adalah para penyintas, keluarga korban, dan warga sekitar.

Ia menjelaskan, keberadaan warga lebih dulu di titik reruntuhan merupakan dinamika alamiah dalam setiap peristiwa darurat. Menurutnya, penilaian yang hanya mengandalkan momentum kehadiran warga di permukaan tidak mencerminkan kecepatan kerja institusi negara, karena aparat dan logistik membutuhkan waktu tempuh ke medan yang terdampak, terlebih di wilayah pedalaman dengan akses terbatas. Namun Rodríguez memastikan, instruksi penanganan sudah turun jauh sebelum sebagian besar video amatir beredar di media sosial.

Berdasarkan laporan tim Warkini.com di lapangan, dua gempa tektonik yang terjadi secara beruntun tersebut berkekuatan di atas magnitudo 6 dan berpusat di lepas pantai utara Venezuela. Guncangan menyebabkan kerusakan parah di sedikitnya empat negara bagian, merobohkan puluhan bangunan, termasuk fasilitas kesehatan dan sekolah. Hingga saat ini, data korban jiwa masih terus diperbarui, sementara ratusan warga lainnya dilaporkan luka-luka dan kehilangan tempat tinggal. Sejumlah rumah sakit lapangan sudah didirikan di zona terdampak, didukung oleh kiriman bantuan dari Palang Merah dan lembaga-lembaga regional.

Pernyataan Rodríguez sekaligus menjadi klarifikasi terbuka pertama pemerintahan sementara setelah munculnya keluhan dari komunitas setempat tentang keterbatasan alat berat untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun. Dalam kesempatan itu, Rodríguez juga mengakui bahwa sebagian jembatan dan ruas jalan mengalami retakan serius sehingga memperlambat laju truk-truk bantuan menuju lokasi terisolasi. Pemerintah kini tengah membuka koridor logistik alternatif sembari memperbaiki akses utama yang rusak.

Venezuela sebenarnya sudah memiliki sistem peringatan dini dan protokol tanggap gempa yang disusun setelah peristiwa serupa di masa lalu. Meski demikian, kondisi ekonomi yang menantang beberapa tahun terakhir disebut-sebut menjadi faktor yang memengaruhi kesiapan stok kebutuhan pokok dan alat penyelamat. Rodríguez membantah bahwa keterbatasan itu menghambat respons awal. Ia merujuk pada mobilisasi 2.000 personel gabungan serta distribusi 50 ton bantuan pangan dan medis dalam 72 jam pertama sebagai bukti bahwa negaranya tidak tinggal diam.

Dewan Keamanan Nasional Venezuela, menurut keterangan tertulis yang diterima Warkini.com, telah menginstruksikan audit menyeluruh terhadap seluruh tahapan respons sebagai bahan evaluasi ke depan. Sementara itu, operasi pencarian korban masih berlanjut di zona-zona yang diidentifikasi menyimpan potensi korban selamat di bawah puing. Rodríguez meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, seraya menjamin bahwa pemerintah akan hadir sampai masa tanggap darurat dinyatakan berakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User