warkini.
Travel

BULELENG — KPU Edukasi Siswa SMAN 1 Busungbiu Mengenai Trias Politika

Suasana di SMAN 1 Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, mendadak hangat dan penuh antusiasme. Puluhan siswa yang menduduki bangku kelas akhir berkumpul untu

BULELENG — KPU Edukasi Siswa SMAN 1 Busungbiu Mengenai Trias Politika

Suasana di SMAN 1 Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, mendadak hangat dan penuh antusiasme. Puluhan siswa yang menduduki bangku kelas akhir berkumpul untuk mengikuti sesi khusus sosialisasi pendidikan politik. Langkah strategis ini digagas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng yang bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng. Fokus utamanya sederhana namun sangat mendasar: membekali calon pemilih pemula dengan pemahaman mendalam tentang tata kelola negara dan sistem demokrasi.

Sebagai generasi muda yang akan segera menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali, para siswa diberikan wawasan mendasar mengenai konsep Trias Politika. Konsep pembagian kekuasaan ini menjadi fondasi utama agar para siswa tidak hanya memandang pemilihan umum sebagai sekadar rutinitas mencoblos kertas suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan sebagai proses penting dalam menentukan arah kebijakan publik.

Melek Demokrasi Sejak Bangku Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Anggota KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, hadir secara langsung sebagai narasumber utama. Di hadapan para siswa, ia menegaskan bahwa pemahaman politik yang sehat harus dipupuk sejak dini, terutama bagi mereka yang memasuki usia 17 tahun dan bersiap menjadi pemilih sah dalam kancah demokrasi nasional.

“Pemahaman ini penting bagi pemilih pemula karena demokrasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mencoblos saat pemilu. Siswa juga perlu memahami bagaimana kekuasaan negara dijalankan, bagaimana kebijakan dibuat serta bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi,” tegas Putu Arya Suarnata di hadapan peserta sosialisasi.

Pesan ini menggarisbawahi bahwa kesadaran politik bukan berarti harus masuk dalam partai atau menjadi politisi, melainkan memiliki daya kritis terhadap setiap kebijakan negara yang dihasilkan oleh para pemangku kekuasaan.

Mengenal Trias Politika dan Lembaga Penyelenggara Pemilu

Materi inti yang disampaikan berpusat pada ajaran Trias Politika, yaitu pembagian fungsi kekuasaan negara ke dalam tiga ranah utama: Eksekutif (pelaksana undang-undang), Legislatif (pembuat undang-undang), dan Yudikatif (pengawas dan penegak hukum). Pembagian ini diterapkan demi mencegah munculnya kekuasaan absolut atau terpusat pada satu pihak saja.

Dengan adanya skema check and balances ini, setiap lembaga memiliki kewenangan yang terukur sekaligus saling mengawasi. Selain itu, para siswa juga diperkenalkan pada tiga pilar penyelenggara Pemilu di Indonesia yang memiliki peran spesifik masing-masing:

  • KPU (Komisi Pemilihan Umum): Bertugas merencanakan dan menyelenggarakan seluruh tahapan teknis pemilihan umum.
  • Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu): Berperan aktif melakukan pengawasan terhadap seluruh proses dan dinamika Pemilu agar berjalan adil.
  • DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu): Berfungsi mengawal etika, moral, dan perilaku para penyelenggara Pemilu agar tetap menjunjung integritas.

Dampak Kebijakan Politik dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk mempermudah pemahaman siswa, KPU Buleleng menyajikan materi dengan mengaitkan proses politik pada realitas kehidupan sehari-hari. Politik sering kali dianggap rumit dan jauh dari masyarakat biasa, padahal kenyataannya hampir seluruh fasilitas publik lahir dari keputusan politik.

Mulai dari subsidi pendidikan, penyediaan akses telekomunikasi, pembangunan infrastruktur jalan, hingga transportasi publik merupakan hasil perumusan kebijakan antara lembaga eksekutif dan legislatif. Oleh karena itu, suara yang diberikan pemilih pemula di TPS secara langsung menentukan siapa yang akan mengelola anggaran publik dan menentukan arah pembangunan tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPU Buleleng berharap para siswa SMAN 1 Busungbiu dapat menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Pemungutan suara adalah wujud nyata kedaulatan rakyat, dan generasi muda memegang peranan kunci dalam menjaga keberlanjutan demokrasi Indonesia di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User