Desak Made Pacu Latihan Panjat Tebing Demi Olimpiade 2024

Suasana di area parkir Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Selasa sore (05/03/2024), berubah menjadi arena latihan panjat tebing yang intens. Di bawah langit mendung yang perlahan cera...

Jul 12, 2026 - 10:36
0 0
Desak Made Pacu Latihan Panjat Tebing Demi Olimpiade 2024

Suasana di area parkir Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Selasa sore (05/03/2024), berubah menjadi arena latihan panjat tebing yang intens. Di bawah langit mendung yang perlahan cerah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing andalan Indonesia, tampak serius namun ceria berpose di depan lensa kamera. Momen itu bukan sekadar pemotretan biasa, melainkan bagian dari program pelatihan nasional (pelatnas) yang digelar untuk mematangkan persiapan menuju Olimpiade 2024 Paris.

Desak Made, yang dikenal dengan kecepatan dan kelincahannya di nomor speed, tengah menjalani serangkaian latihan fisik dan teknik. Tim pelatih menggelar sesi pemotretan untuk mendokumentasikan progres serta menjaga semangat atlet di sela rutinitas berat. “Kami memang sengaja mengadakan sesi foto ini supaya atlet tetap termotivasi, sekaligus memperkenalkan mereka ke publik,” ujar salah satu pelatih yang enggan disebut namanya. Senyum Desak Made merekah lebar, mencerminkan kepercayaan dirinya yang terus tumbuh.

Menuju panggung olahraga terbesar sejagat, Desak Made tidak main-main. Ia menambah jam latihan, fokus pada peningkatan power lengan dan teknik start yang kerap menjadi kunci di nomor speed. Dinding panjat setinggi 15 meter itu ia taklukkan berulang kali dengan catatan waktu yang semakin mendekati rekor pribadinya. Dalam beberapa simulasi, ia bahkan mampu menorehkan waktu di bawah 7 detik, sebuah pencapaian yang membuatnya semakin percaya diri.

Target Besar di Paris

Olimpiade 2024 di Paris menjadi panggung yang sangat dinantikan Desak Made. Bukan hanya sekadar tampil, ia mengincar medali—sesuatu yang belum pernah diraih Indonesia di cabang panjat tebing. “Saya ingin membawa pulang medali, minimal perunggu. Tapi kalau bisa emas, kenapa tidak?” celetuknya penuh semangat. Target ambisius itu bukan tanpa dasar. Sebelumnya, ia sukses menjuarai beberapa ajang internasional, termasuk IFSC Climbing World Cup, yang membuktikan kualitasnya sejajar dengan atlet dunia.

Lika-Liku Persiapan

Jalan menuju Paris tidak selalu mulus. Cedera ringan di bahu sempat mengganggu program latihannya awal tahun ini. Namun, berkat penanganan tim medis yang sigap dan semangat pantang menyerah, Desak Made pulih lebih cepat dari perkiraan. “Sempat down sih, tapi saya ingat tujuan utama. Nggak boleh nyerah,” katanya. Kini, ia lebih cermat menjaga kondisi tubuh, termasuk menerapkan pola makan ketat dan latihan pemulihan yang lebih terstruktur.

Dukungan Tanpa Henti

Kesuksesan seorang atlet tak lepas dari dukungan banyak pihak. Pengurus Besar Persatuan Panjat Tebing Indonesia (PB PTI) memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas latihan, akomodasi, hingga bonus bagi atlet berprestasi. Selain itu, publik dan netizen turut memberikan semangat melalui media sosial. Setiap unggahan tentang Desak Made selalu ramai dikomentari, menunjukkan betapa besar harapan masyarakat terhadap atlet panjat tebing nasional.

Bukan Cuma Kecepatan

Meski spesialisasi Desak Made adalah speed, ia juga terus mengasah kemampuan di nomor lead dan boulder sebagai nilai tambah. Di ajang Olimpiade, panjat tebing menggunakan format kombinasi, sehingga penguasaan di tiga disiplin jadi kunci. “Saya terus berlatih semua nomor. Memang fokus utama speed, tapi untuk Olimpiade saya harus siap di semua lini,” jelasnya.

Harapan Merah Putih

Dengan segala persiapan yang telah dijalani, Desak Made optimistis mampu memberikan hasil terbaik bagi Indonesia. Ia berharap perjuangannya bisa menginspirasi anak muda untuk menekuni olahraga panjat tebing, yang kian populer. “Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ini momen kita,” pungkasnya sambil mengepalkan tangan. Jakarta, 5 Maret 2024, menjadi saksi kilas balik tekad baja seorang atlet yang siap mengukir sejarah di Paris.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User