Dolar AS Hari Ini Menguat ke Rp 17.818
Jakarta, Warkini.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat (19/6/2026) pagi. Berdasarkan data dari Bloomberg, mata
Jakarta, Warkini.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat (19/6/2026) pagi. Berdasarkan data dari Bloomberg, mata uang Negeri Paman Sam itu berada di level Rp 17.818 per dolar AS, naik 24 poin atau 0,13% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan dolar AS terjadi di tengah sentimen global yang masih menopang greenback. Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia juga bergerak di zona hijau. Hal ini memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pergerakan Dolar AS terhadap Mata Uang Lain
Tidak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Dikutip dari data Bloomberg, dolar AS naik 0,03% terhadap dolar Australia, dan menguat tipis 0,01% terhadap euro. Pergerakan ini menegaskan dominasi dolar AS di pasar valuta asing pada sesi perdagangan pagi ini.
Pengamat pasar keuangan dari Warkini.com, Faisal Rahman, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS hari ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi. "Data ekonomi AS yang solid dan pernyataan hawkish pejabat The Fed terus menjadi bahan bakar bagi dolar," ujar Faisal dalam keterangannya.
"Data ekonomi AS yang solid dan pernyataan hawkish pejabat The Fed terus menjadi bahan bakar bagi dolar."
Selain itu, faktor geopolitik dan ketidakpastian global turut membuat investor mencari aset aman (safe haven) seperti dolar AS. Akibatnya, aliran modal asing keluar dari pasar obligasi dan saham Indonesia, yang pada gilirannya menekan rupiah.
Dengan posisi dolar yang kini berada di kisaran Rp 17.800, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas rupiah. "Kami meyakini BI akan hadir untuk meredam volatilitas yang berlebihan, terutama menjelang akhir kuartal ini," tambah Faisal.
Hingga berita ini diturunkan, dolar AS masih bertahan di level Rp 17.818, sementara pelaku pasar menanti data ekonomi selanjutnya dari AS yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah lebih lanjut.
Comments (0)