warkini.
Travel

Eropa Terancam Kebakaran Hutan Tiga Kali Lipat pada 2100

Eropa menghadapi ancaman serius: kebakaran hutan berpotensi membakar hampir tiga kali lipat luas wilayah setiap tahunnya pada akhir abad ini. Peringatan it

Eropa Terancam Kebakaran Hutan Tiga Kali Lipat pada 2100

Eropa menghadapi ancaman serius: kebakaran hutan berpotensi membakar hampir tiga kali lipat luas wilayah setiap tahunnya pada akhir abad ini. Peringatan itu disampaikan dalam studi terbaru Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) yang diterbitkan Kamis (20 Agustus) di jurnal Global Change Biology.

Studi ini menjadi salah satu analisis paling komprehensif mengenai masa depan kebakaran hutan di benua Eropa. Dengan menggunakan pemodelan iklim tingkat lanjut, para peneliti memproyeksikan bagaimana perubahan suhu, kelembapan, dan pola angin akan memengaruhi aktivitas kebakaran hingga tahun 2100.

Luas Area Terbakar Melonjak Hingga 192 Persen

Dalam skenario emisi karbon tinggi, hasil pemodelan menunjukkan luas area yang terbakar setiap tahun di Eropa meningkat sekitar 192 persen dibandingkan kondisi saat ini. Artinya, hampir tiga kali lipat kawasan hutan dan lahan akan hangus setiap musim kebakaran.

Yang lebih mengkhawatirkan, bahkan skenario paling optimistis pun tidak mampu membalikkan tren tersebut. Pada jalur emisi rendah yang setara dengan pemanasan global sekitar 1,8 derajat Celsius — ambang batas yang disepakati dalam Perjanjian Paris — luas area terbakar tetap bertambah 39 persen pada akhir abad ini.

Perbedaan antara kedua skenario itu menunjukkan bahwa setiap setengah derajat pemanasan memiliki konsekuensi nyata di lapangan. Para peneliti menekankan bahwa target 1,5 derajat Celsius yang lebih ambisius mampu menahan perluasan area terbakar jauh lebih baik dibandingkan target 2 derajat.

"Perubahan iklim mendorong peningkatan aktivitas kebakaran di seluruh Eropa karena kondisi panas, kering, dan berangin menjadi semakin parah," ujar Maik Billing, peneliti PIK sekaligus penulis utama studi tersebut.

Kondisi Panas, Kering, dan Berangin

Menurut Billing, kombinasi tiga faktor inilah yang menjadi pemicu utama meluasnya kebakaran. Gelombang panas yang semakin sering terjadi mengeringkan vegetasi, menjadikannya bahan bakar sempurna bagi api. Sementara itu, angin kencang mempercepat penyebaran api ke area yang lebih luas.

Studi tersebut juga menekankan bahwa kawasan Eropa Selatan, yang selama ini menjadi titik rawan kebakaran, akan mengalami dampak paling parah. Namun, perubahan iklim juga berpotensi menggeser risiko kebakaran ke wilayah utara yang sebelumnya jarang mengalami bencana serupa.

Musim Kebakaran yang Kian Panjang

Peringatan PIK ini muncul di tengah serangkaian musim kebakaran terburuk dalam sejarah Eropa. Tahun-tahun terakhir mencatat rekor suhu ekstrem yang mengeringkan hutan-hutan di kawasan Mediterania, dari Yunani hingga Spanyol dan Portugal. Ribuan hektare lahan hangus, ribuan warga dievakuasi, dan kerugian ekonomi mencapai miliaran euro.

Para peneliti menilai bencana-bencana itu hanyalah permulaan. Tanpa aksi iklim yang agresif, skenario yang tergambar dalam studi ini bisa menjadi kenyataan rutin.

Biaya Pencegahan vs Biaya Bencana

Analisis terpisah menyoroti bahwa investasi pencegahan kebakaran jauh lebih murah dibandingkan biaya pemadaman dan pemulihan pascabencana. Namun, banyak negara masih mengalokasikan anggaran terbesar untuk pemadaman, bukan pencegahan — pola yang oleh para ahli disebut "membayar setelah api padam".

Studi PIK diharapkan menjadi dasar bagi negara-negara Eropa untuk mengevaluasi ulang strategi mereka. Pengelolaan hutan yang lebih baik, koridor pemutus api, serta sistem deteksi dini berbasis satelit menjadi sejumlah langkah yang direkomendasikan.

Poin-Poin Kunci Temuan PIK

  • Luas area terbakar tahunan di Eropa naik hingga 192 persen pada skenario emisi tinggi.
  • Pada skenario emisi rendah (pemanasan 1,8°C), area terbakar tetap bertambah 39 persen.
  • Perubahan iklim memperparah kondisi panas, kering, dan berangin yang memicu kebakaran.
  • Eropa Selatan menjadi wilayah paling rentan, dengan risiko menyebar ke utara.

Peringatan bagi Kebijakan Iklim

Temuan ini menegaskan bahwa upaya mitigasi perubahan iklim adalah langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran hutan dalam jangka panjang. Setiap kenaikan suhu global, sekecil apa pun, akan berkontribusi pada perluasan kawasan yang terbakar.

Dengan musim kebakaran yang kini berlangsung lebih lama dan lebih intens, Eropa berada di titik kritis. Pertanyaannya bukan lagi apakah kebakaran akan terjadi, tetapi seberapa luas kerusakan yang harus ditanggung — dan apakah dunia masih punya waktu untuk mencegah skenario terburuknya.

[SOCIAL_TWEET]: Penelitian PIK: luas kebakaran hutan Eropa bisa naik hampir 3 kali lipat pada 2100. Bahkan skenario emisi rendah pun tetap menambah 39% area terbakar. #KebakaranHutan #PerubahanIklim[SOCIAL_TG]: BREAKING | Kebakaran hutan Eropa diproyeksikan melonjak hingga 192% di skenario emisi tinggi. Bahkan skenario terbaik tetap menambah 39% area terbakar. Simak berita lengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User