warkini.
Viral

ESDM Buka Suara Terkait Upaya Evakuasi Kapal Pertamina Pride dari Selat Hormuz

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terbaru mengenai nasib dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang sempat terjebak di kawasan Telu

ESDM Buka Suara Terkait Upaya Evakuasi Kapal Pertamina Pride dari Selat Hormuz

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terbaru mengenai nasib dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang sempat terjebak di kawasan Teluk Arab akibat konflik yang memanas di Timur Tengah. Satu kapal, yaitu Gamsunoro, telah berhasil meninggalkan Selat Hormuz, sementara kapal Pertamina Pride masih dalam proses evakuasi.

Upaya Berkelanjutan Pertamina

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa pemerintah dan Pertamina terus berupaya tanpa henti agar Pertamina Pride dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman. Menurutnya, proses ini sudah berlangsung sejak awal konflik dan bukan inisiatif dadakan.

"Proses ini kan bukan berjalan baru sekarang, tapi semenjak perang kan Pertamina sudah terus mengupayakan bagaimana bisa mengeluarkan kapal tersebut. Jadi, saya pikir di Pertamina terus berprogres walaupun tidak selalu kita monitor secara khusus ya mengenai kapal ini," ujar Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi titik kritis bagi transportasi minyak dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut memaksa kapal-kapal niaga, termasuk milik Pertamina, untuk menavigasi situasi dengan ekstra hati-hati. Kapal Pertamina Pride yang masih tertahan di Teluk Arab menjadi prioritas utama karena membawa muatan penting bagi kebutuhan energi nasional.

Dilansir dari laporan media kami, keberhasilan Gamsunoro keluar dari Selat Hormuz memberikan suntikan optimisme bahwa Pertamina Pride juga akan segera menyusul. Pihak Pertamina disebut telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk otoritas pelayaran internasional dan kementerian terkait, guna memastikan keselamatan aset dan kru kapal.

Laode menambahkan bahwa pemerintah tidak melakukan pengawasan harian secara khusus terhadap perkembangan evakuasi kapal tersebut, namun tetap memantau progres secara berkala. "Kami percaya Pertamina memiliki standar operasi dan manajemen risiko yang baik dalam menangani situasi darurat seperti ini," tuturnya.

Sementara itu, situasi di Teluk Arab masih fluktuatif dan rentan terhadap eskalasi. Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam setiap upaya pengiriman kapal. Warkini.com akan terus memantau perkembangan evakuasi Pertamina Pride dan dampaknya terhadap pasokan energi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User