Polisi Ciduk Pencuri Motor di Kendari, Iba Melihat Kondisi Istri dan Anak Pelaku
Kasus pencurian sepeda motor di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berubah menjadi cerita yang memilukan. Aparat kepolisian yang awalnya hanya menjalankan tu
Kasus pencurian sepeda motor di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berubah menjadi cerita yang memilukan. Aparat kepolisian yang awalnya hanya menjalankan tugas menciduk pelaku justru dihadapkan pada kenyataan pahit: istri dan anak pelaku hidup dalam penderitaan. Anak pelaku yang merupakan penyandang disabilitas tidak diberi makan selama dua hari, sementara sang istri menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh pelaku sendiri.
Kronologi Penangkapan di Kendari
Penangkapan bermula dari laporan warga yang kehilangan sepeda motor di kawasan Kecamatan Baruga. Tim Reserse Kriminal Polresta Kendari melakukan penyelidikan intensif selama sepekan sebelum akhirnya mengidentifikasi tersangka, seorang pria berinisial AT (35).
- Jumat, 4 April 2026 pagi — Polisi menggerebek tempat persembunyian AT di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kecamatan Abeli. Pelaku sempat melawan, namun berhasil diamankan.
- Penggeledahan rumah — Saat petugas memasuki rumah, mereka menemukan barang bukti berupa satu unit sepeda motor hasil curian yang disembunyikan di ruang belakang.
- Pemandangan mengejutkan — Di sudut rumah yang gelap, polisi mendapati istri pelaku, SM (32), bersama anak laki-laki mereka berusia 7 tahun yang menyandang disabilitas tunadaksa dan tunawicara. Bocah itu terbaring lemah di atas tikar lusuh tanpa alas.
- Temuan pilu — Dari keterangan istri pelaku, terungkap bahwa anak tersebut tidak mendapat asupan makanan apa pun selama dua hari terakhir. Uang hasil curian motor oleh pelaku habis untuk judi dan mabuk, tidak pernah untuk menafkahi keluarga.
Fakta Pilu di Balik Tahanan
Ketika diinterogasi, SM mengaku bahwa suaminya kerap melakukan kekerasan fisik dan verbal setiap kali pulang dalam keadaan mabuk. “Saya takut melapor, karena mengancam akan membunuh saya dan anak saya kalau sampai membocorkan apa yang terjadi di rumah,” ujar SM dengan suara lirih. Kondisi anak yang penyandang disabilitas membuat mereka semakin terpuruk: tidak ada akses kesehatan, tidak ada dukungan sosial, dan kini nyaris mati kelaparan.
“Ini bukan sekadar kasus pencurian. Ada tragedi kemanusiaan di dalamnya. Kami langsung berinisiatif memberikan bantuan darurat kepada istri dan anak pelaku sebelum proses hukum dilanjutkan,” kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Hendra Kusuma, kepada wartawan pada Sabtu (5/4).
Dokter jaga Puskesmas Abeli yang dipanggil ke lokasi menyatakan anak tersebut mengalami dehidrasi ringan dan malanutrisi. Beruntung, penanganan cepat mencegah kondisi yang lebih buruk.
Reaksi dan Tindakan Polisi
Alih-alih langsung membawa pelaku ke sel tahanan tanpa peduli nasib keluarga yang ditinggalkan, polisi melakukan langkah-langkah kemanusiaan: merujuk istri dan anak ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA), menghubungi Dinas Sosial setempat untuk pendampingan psikologis, serta menggalang donasi internal untuk kebutuhan mendesak berupa susu, pakaian, dan selimut.
AT sendiri kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Namun, kasus KDRT yang dilaporkan oleh pihak kepolisian atas nama SM akan diproses secara terpisah. “Kami tidak bisa menutup mata. Tersangka harus bertanggung jawab, bukan hanya atas curian motor, tapi juga atas penderitaan istri dan anaknya,” tegas AKP Hendra.
Kisah ini sontak menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan mengapa lingkungan sekitar tidak peka terhadap penderitaan keluarga tersebut. “Seharusnya tetangga lebih peduli. Anak disabilitas kelaparan dua hari, itu tanggung jawab sosial kita bersama,” tulis salah satu pengguna Twitter.
[SOCIAL_TWEET]: Penangkapan pencuri motor di Kendari berubah jadi haru. Polisi temukan istri korban KDRT dan anak disabilitas tak makan 2 hari. Kini pelaku dijerat pasal pencurian & KDRT. Kemanusiaan di atas segalanya. #Kendari #KDRT #Disabilitas[SOCIAL_TG]: 🚨 Polisi di Kendari ciduk pencuri motor, tapi malah temukan fakta pilu: anak disabilitas tak makan 2 hari, istri jadi korban KDRT. Kasus pencurian kini berlanjut ke jerat pasal kekerasan rumah tangga.
Comments (0)