IHSG Bergerak Dua Arah, Berakhir Melemah 2,3 Poin
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (14/10/2020) dibuka dengan dua arah. Sempat menghijau di awal sesi, indeks acuan Bursa E
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (14/10/2020) dibuka dengan dua arah. Sempat menghijau di awal sesi, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu akhirnya berakhir di zona merah. Aktivitas perdagangan di Gedung BEI tampak sibuk dengan para pekerja yang melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan saham secara real-time. Namun, di balik hiruk pikuk lantai bursa, laju IHSG justru menunjukkan sinyal kehati-hatian pelaku pasar.
Berdasarkan data BEI, pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih mencatatkan kenaikan tipis, melanjutkan optimisme sesi sebelumnya. Sayangnya, angin segar itu tidak bertahan lama. Dalam waktu kurang dari satu jam, tekanan jual mulai muncul dan mendorong indeks ke level negatif. Hingga penutupan sesi pertama pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.130,18. Pelemahan ini menghentikan rangkaian penguatan yang terjadi di awal pekan.
Salah satu pekerja di lantai bursa yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa hari ini aktivitas terpantau lebih sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Biasanya kalau indeksnya naik tinggi, suasananya lebih ramai. Hari ini agak datar, banyak yang memilih menunggu di luar,” katanya sembari terus memantau layar monitor.
Mayoritas Sektor Tertekan
Dari 10 sektor yang tercatat di BEI, sebanyak tujuh sektor berakhir di zona merah. Sektor aneka industri memimpin pelemahan dengan koreksi 0,75 persen, diikuti sektor properti dan real estat yang turun 0,52 persen. Sektor keuangan, yang menjadi tulang punggung IHSG, juga terkoreksi 0,18 persen seiring dengan aksi ambil untung oleh investor, terutama pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI.
Sementara itu, tiga sektor yang bertahan di teritori positif adalah sektor pertanian (+0,33 persen), pertambangan (+0,15 persen), dan konsumer non-primer (+0,08 persen). Saham-saham produsen minyak kelapa sawit menjadi penopang utama sektor pertanian di tengah naiknya harga komoditas di pasar global.
Volume dan Aksi Asing
Volume perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 8,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,2 triliun. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp246 miliar di seluruh pasar, menandakan bahwa pelaku pasar global masih memilih sikap waspada. Saham-saham yang menjadi incaran asing dan banyak dilepas antara lain adalah TLKM, ASII, dan UNVR.
Sementara itu, dari sisi investor domestik, aksi beli masih cukup solid, terutama di saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Hal ini mengindikasikan bahwa investor ritel masih memiliki kepercayaan diri terhadap prospek pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.
Pandangan Analis
Sejumlah analis menilai pelemahan IHSG hari ini masih dalam batas wajar dan merupakan bagian dari fase konsolidasi setelah indeks menguat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kepala Riset PT XYZ Sekuritas, Andi Saputra, mengatakan bahwa pasar sedang menunggu katalis baru, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Pergerakan IHSG yang cenderung datar dengan kecenderungan melemah tipis ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih dalam posisi wait and see. Mereka mencermati perkembangan negosiasi stimulus fiskal di Amerika Serikat dan juga sejauh mana penanganan pandemi COVID-19 di dalam negeri dapat mendorong pemulihan ekonomi,” ujar Andi saat dihubungi di Jakarta.
Andi menambahkan, secara teknikal, IHSG masih bergerak di atas level support psikologis 5.100, sehingga potensi pelemahan lebih lanjut relatif terbatas. “Selama IHSG mampu bertahan di atas 5.100, kami melihat tren penguatan jangka menengah masih utuh,” imbuhnya.
Sentimen Global dan Domestik
Dari luar negeri, sentimen negatif datang dari terhambatnya pembahasan paket stimulus ekonomi AS yang membuat bursa Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones melemah 0,5 persen, sementara Nasdaq naik tipis. Di Asia, indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan juga ditutup di zona merah, yang turut mempengaruhi psikologis investor di bursa regional, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap meningkatnya kembali kasus harian COVID-19 di beberapa daerah juga menjadi pertimbangan pelaku pasar. Meskipun pemerintah terus mengupayakan percepatan vaksinasi dan pelonggaran pembatasan sosial, laju pemulihan ekonomi dinilai belum merata. Data terbaru menunjukkan bahwa indeks keyakinan konsumen masih berada di bawah level 100, yang berarti masih pesimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Namun demikian, optimisme tetap muncul dari sejumlah indikator perbaikan. Harga komoditas andalan Indonesia seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) yang cenderung naik memberikan angin segar bagi emiten terkait. Beberapa analis bahkan memproyeksikan bahwa IHSG berpeluang menguji level 5.200 jika kabinet baru dan program kerja pemerintah yang lebih agresif dalam mendorong investasi segera terealisasi.
Proyeksi Sesi Kedua
Memasuki sesi sore, pelaku pasar akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan potensi masuknya dana asing. Jika rupiah mampu menguat dan sentimen global membaik, bukan tidak mungkin IHSG akan berbalik arah mendekati penutupan. Para analis merekomendasikan investor untuk tetap selektif memilih saham dengan fundamental kuat dan melakukan akumulasi bertahap saat terjadi koreksi.
“Kami menyarankan investor mencermati sektor-sektor yang memiliki prospek pemulihan cepat, seperti konsumer, perbankan, dan telekomunikasi. Di tengah volatilitas saat ini, strategi diversifikasi dan disiplin cut loss sangat diperlukan,” pungkas Andi.
Pukul 15.00 WIB nanti, pasar akan ditutup dan para pelaku pasar menantikan apakah IHSG mampu bangkit atau malah semakin terperosok. Satu hal yang pasti, pergerakan dua arah di awal sesi ini menjadi pengingat bahwa di tengah ketidakpastian, kehati-hatian adalah kunci.
[SOCIAL_TWEET]: IHSG dibuka fluktuatif dan berakhir melemah tipis 0,05% ke 5.130. Analis sebut ini koreksi wajar, sambil menanti katalis stimulus AS dan penanganan pandemi. #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia #BEI[SOCIAL_TG]: 📉 IHSG melemah tipis 0,05% ke 5.130,18. Sektor aneka industri paling tertekan, asing net sell Rp246 M. Analis: konsolidasi wajar, peluang rebound terbuka. #BEI
Comments (0)