Pria di Sukabumi Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 20 Meter
SUKABUMI — Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam 20 meter saat berusaha memperbaiki pompa air di kediam
SUKABUMI — Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam 20 meter saat berusaha memperbaiki pompa air di kediamannya. Insiden nahas yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) sore itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat akan pentingnya prosedur keselamatan saat bekerja di sekitar sumur.
Kronologi Kejadian: Upaya Perbaikan Berujung Petaka
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan keterangan saksi di lokasi, rangkaian peristiwa tragis ini berlangsung dalam waktu singkat namun meninggalkan trauma yang dalam. Berikut kronologi lengkapnya:
- Pukul 14.30 WIB – Korban yang diketahui bernama Asep Suhendar (52) turun ke area sumur yang terletak di belakang rumahnya di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Ia berniat memperbaiki pompa air sumur dangkal yang telah beberapa hari mengalami gangguan.
- Pukul 15.00 WIB – Istri korban mulai merasa curiga karena suaminya tak kunjung kembali ke dalam rumah. Biasanya, pengecekan pompa air hanya memakan waktu sekitar 15–20 menit.
- Pukul 15.15 WIB – Sang istri memutuskan untuk memeriksa ke belakang rumah. Ia tidak menemukan suaminya di sekitar area sumur, namun mendapati tutup sumur dalam kondisi terbuka dan peralatan kerja berserakan di sekitarnya.
- Pukul 15.45 WIB – Warga sekitar mulai berdatangan setelah mendengar teriakan histeris sang istri. Salah satu warga mencoba melihat ke dalam sumur dengan bantuan lampu senter dan samar-samar melihat tubuh korban di dasar sumur.
- Pukul 16.30 WIB – Tim Basarnas Kabupaten Sukabumi bersama petugas BPBD dan Damkar tiba di lokasi setelah menerima laporan darurat dari perangkat desa setempat.
- Pukul 18.00 WIB – Setelah melalui proses evakuasi yang berlangsung dramatis selama lebih dari satu jam, jasad korban berhasil diangkat dari dasar sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
"Kami langsung mengerahkan tim rescue begitu laporan masuk. Medan cukup sulit karena sumur berdiameter hanya sekitar 80 sentimeter dan kedalamannya mencapai 20 meter. Tim harus turun dengan peralatan vertical rescue secara hati-hati," ungkap Kepala Basarnas Sukabumi, Ahmad Fauzi, dalam keterangan persnya.
Faktor Penyebab: Tidak Ada Tanda Bahaya di Lokasi
Hasil pemeriksaan sementara dari pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sumur tua tersebut tidak dilengkapi dengan pengaman yang memadai. Bibir sumur hanya setinggi sekitar 30 sentimeter dari permukaan tanah, tanpa pagar pembatas maupun penutup permanen. Kondisi ini diduga menjadi faktor utama penyebab korban kehilangan keseimbangan dan terpeleset ke dalam sumur.
Kapolsek Cikembar, AKP Dedi Supriyadi, menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Dugaan kuat ini murni kecelakaan kerja. Korban kemungkinan besar terpeleset saat berusaha menjangkau bagian pompa yang rusak, lalu jatuh ke dalam sumur dan mengalami benturan keras di bagian kepala," jelasnya.
Respons Keluarga dan Warga Sekitar
Suasana haru menyelimuti kediaman korban di Kampung Babakan RT 03/RW 07. Puluhan warga berdatangan untuk melayat dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Istri korban, Neneng (48), tak kuasa menahan tangis saat menceritakan detik-detik terakhir sebelum suaminya ditemukan meninggal dunia.
"Saya sudah punya firasat buruk. Biasanya kalau ke sumur paling sebentar, ini kok lama sekali. Ternyata Allah sudah punya rencana lain. Suami saya orang baik, semoga diterima amal ibadahnya," ujar Neneng dengan suara terisak.
Ketua RT setempat, Ujang Rahmat, mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sumur. Ia juga berjanji akan mengkoordinasikan pemasangan pengaman tambahan pada sumur-sumur warga yang masih belum memiliki standar keselamatan memadai.
Imbauan Keselamatan dari Pihak Berwenang
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa bahaya sumur terbuka masih menjadi ancaman nyata di wilayah pedesaan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi melalui juru bicaranya menekankan pentingnya penerapan standar keamanan minimal pada setiap sumur, baik sumur gali maupun sumur bor.
- Tutup sumur harus kuat dan mampu menahan beban minimal 100 kilogram
- Bibir sumur minimal setinggi 80 sentimeter dari permukaan tanah untuk mencegah risiko terpeleset
- Pagar pengaman wajib dipasang di sekeliling sumur dengan radius minimal 1 meter
- Jangan bekerja sendirian – selalu pastikan ada orang lain yang mengetahui dan dapat memberikan pertolongan jika terjadi keadaan darurat
- Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan tali pengaman (safety harness) saat melakukan pekerjaan di ketinggian atau kedalaman
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat bahwa insiden jatuh ke sumur seperti ini bukanlah yang pertama terjadi di wilayah tersebut. Sejak awal tahun 2026, setidaknya sudah ada tiga kasus serupa dengan korban meninggal dunia. Hal ini menunjukkan urgensi edukasi keselamatan yang masih perlu ditingkatkan di masyarakat.
Jasad Korban Diserahkan kepada Pihak Keluarga
Setelah proses evakuasi selesai dan pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Cikembar, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. Prosesi pemakaman rencananya akan dilaksanakan pada Senin pagi (13/7/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Pihak kepolisian memastikan tidak akan melanjutkan penyelidikan lebih lanjut karena tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa ini. "Kasus ditutup sebagai kecelakaan murni. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas," pungkas AKP Dedi Supriyadi.
Insiden tragis ini kembali membuka mata kita semua bahwa bahaya dapat mengintai dari tempat-tempat yang sehari-hari dianggap biasa. Sumur tua di belakang rumah yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan, dalam sekejap dapat berubah menjadi pintu maut jika tidak dirawat dan diamankan dengan benar.
[SOCIAL_TWEET]: Tragedi di Sukabumi: Seorang pria tewas terjatuh ke sumur sedalam 20 meter saat memperbaiki pompa air. Proses evakuasi berlangsung dramatis lebih dari 1 jam. #KecelakaanSumur #Sukabumi #Basarnas[SOCIAL_TG]: 🆘 Tragedi di Sukabumi! Seorang pria tewas usai terpeleset ke sumur 20 meter saat perbaiki pompa air. Tim Basarnas evakuasi dramatis >1 jam. Cek pengaman sumurmu sekarang!
Comments (0)