Infrastruktur Dasar Ubah Wajah Kampung Kota Keranggan di Tangerang Selatan

Wajah kumuh dan akses terbatas yang selama ini membelenggu keseharian warga Kelurahan Keranggan perlahan mulai terurai. Lewat program penataan kawasan kampung kota yang digulirkan oleh Pemerintah Kota...

Jul 12, 2026 - 10:57
0 0
Infrastruktur Dasar Ubah Wajah Kampung Kota Keranggan di Tangerang Selatan

Wajah kumuh dan akses terbatas yang selama ini membelenggu keseharian warga Kelurahan Keranggan perlahan mulai terurai. Lewat program penataan kawasan kampung kota yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, wilayah yang berada di Kecamatan Setu ini kini sedang menjalani transformasi besar—bukan sekadar polesan kosmetik, tetapi pembangunan dari urat nadi permukiman itu sendiri.

Bukan Hanya Aspal, Tapi Martabat Warga

Proyek yang tengah berjalan ini tidak main-main. Fokus utamanya adalah menyediakan infrastruktur dasar yang sering kali absen di kawasan padat penduduk seperti Keranggan. Jalan lingkungan yang sebelumnya becek saat hujan, gelap gulita di malam hari, serta saluran air yang mampet, kini menjadi target utama pembenahan. Pemerintah kota tidak hanya menuang aspal, tetapi juga membangun sistem drainase baru, memasang lampu penerangan jalan umum, dan merapikan kawasan permukiman agar lebih tertata.

Sejumlah titik di kampung ini sebelumnya nyaris mustahil diakses kendaraan roda empat. Kondisi itu membuat aktivitas ekonomi warga tersendat. Kini, alat-alat berat mulai meratakan jalan selebar tiga meter di beberapa gang utama, membuka poros baru yang menghubungkan area dalam kampung dengan jalan arteri terdekat. Langkah ini dinilai krusial, mengingat Keranggan diapit oleh kawasan pertumbuhan seperti BSD City dan Bintaro, dua pusat bisnis serta hunian modern yang kontras dengan kondisi kampung-kampung di sekitarnya.

Mengerek Potensi, Menekan Ketimpangan

Penataan kampung kota di Keranggan bukan proyek parsial. Data dari Dinas Perumahan dan Permukiman Tangsel menyebut bahwa intervensi ini didesain untuk mengurangi ketimpangan wilayah yang semakin melebar antara area modern dan permukiman tradisional. Kepadatan penduduk yang tinggi tanpa dukungan sanitasi memadai selama bertahun-tahun telah menciptakan kerentanan, mulai dari ancaman banjir lokal hingga kualitas kesehatan masyarakat yang rendah.

Dengan hadirnya saluran air baru yang berfungsi optimal, genangan yang kerap menjadi pemandangan sehari-hari di musim hujan diharapkan sirna. Begitu juga dengan penerangan jalan, risiko keamanan dan aktivitas negatif di malam hari dapat ditekan. Ini bukan hanya soal beton dan lampu, melainkan soal memberikan rasa aman dan layak huni kepada ribuan warga yang selama ini merasa seperti warga kelas dua di kota mereka sendiri.

Para pelaku UMKM yang bertebaran di sepanjang jalan kampung juga mulai mencium peluang. Akses yang lebih mulus membuat distribusi barang lebih efisien, dan kawasan yang lebih bercahaya mendorong jam operasional warung serta bengkel kecil lebih panjang. Sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih baik juga turut menyumbang pada kualitas hidup yang selama ini sulit diukur dengan angka.

Target Garis Waktu dan Harapan Besar

Proyek ini dikebut tanpa mengabaikan kualitas. Beberapa tahap awal, termasuk pemasangan batu andesit di jalan setapak serta pembetonan bahu jalan, ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran khusus untuk menyelesaikan seluruh simpul infrastruktur dasar pada tahun anggaran berjalan. Pengawas lapangan ditempatkan untuk memastikan spesifikasi teknis terpenuhi, sekaligus menampung masukan warga soal titik rawan yang kadang luput dari peta perencanaan.

Tentu saja, proyek ini belum menjawab seluruh persoalan. Masalah legalitas lahan, akses air bersih perpipaan, dan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang menanti sentuhan kebijakan lintas sektoral. Namun, bagi warga Keranggan, suara alat berat dan debu proyek yang beterbangan hari ini adalah pertanda bahwa pemerintah akhirnya “melihat” keberadaan mereka—dan itu adalah fondasi yang lebih berharga dibanding sekadar aspal yang membentang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User