warkini.
Viral

Israel Tahan Jenazah Dua Remaja Palestina yang Ditembak di Dekat Hebron

Tepi Barat – Militer Israel menahan jenazah dua remaja Palestina yang tewas ditembak di wilayah utara Hebron, Tepi Barat, pada Selasa (23/6/2026). Menurut media kami, insiden itu dipicu aksi pelemp

Israel Tahan Jenazah Dua Remaja Palestina yang Ditembak di Dekat Hebron

Tepi Barat – Militer Israel menahan jenazah dua remaja Palestina yang tewas ditembak di wilayah utara Hebron, Tepi Barat, pada Selasa (23/6/2026). Menurut media kami, insiden itu dipicu aksi pelemparan bom molotov ke arah pasukan Israel. Otoritas Umum Urusan Sipil yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina mengonfirmasi bahwa jenazah kedua korban kini berada dalam penguasaan penuh tentara Israel.

Identitas Korban dan Kronologi

Kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengidentifikasi kedua remaja yang tewas sebagai Reda Sami Awad (15) dan Arafat Ismail Awad (19). Laporan yang dihimpun Warkini.com menyebutkan, penembakan terjadi di area perbukitan dekat kota Hebron. Militer Israel belum memberikan detail kronologi lengkap, namun klaim awal menyebutkan kedua remaja itu terlibat dalam aksi pelemparan bom molotov saat insiden berlangsung. Otoritas Palestina menegaskan bahwa jenazah kedua korban tidak akan segera diserahkan kepada keluarga, melanjutkan kebijakan penahanan jenazah yang sudah berlangsung lama.

“Kami mengecam keras penahanan jenazah ini. Ini adalah pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan merusak hak keluarga untuk menyelenggarakan pemakaman secara layak,” ujar Juru Bicara Otoritas Umum Urusan Sipil dalam rilis yang diterima Warkini.com, Selasa sore.

Protes dan Kecaman Internasional

Mendengar kabar penahanan itu, puluhan warga Hebron langsung menggelar protes spontan. Mereka menuntut penyerahan jenazah segera agar bisa dimakamkan sesuai tuntunan agama. Organisasi hak asasi manusia Palestina juga menyatakan keprihatinan mendalam. Mekanisme serupa, yaitu penahanan jenazah warga Palestina sebagai alat negosiasi atau tekanan psikologis, kerap dikritik oleh kelompok HAM internasional termasuk komisi penyelidikan PBB.

Kementerian Luar Negeri Palestina melalui pernyataan tertulisnya mengecam apa yang mereka sebut sebagai “eskalasi kebrutalan” terhadap remaja Palestina. Pihaknya mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera turun tangan dan membentuk komisi penyelidik independen guna mengusut kematian dua remaja tersebut. Sementara itu, militer Israel mempertahankan tindakan keras pasukannya di lapangan dengan alasan keamanan. Komandan regional Israel menegaskan, setiap ancaman terhadap personel keamanan akan ditanggapi dengan tindakan tegas.

Hingga laporan ini disusun, belum ada titik terang kapan jenazah Reda dan Arafat akan dikembalikan. Situasi di Hebron semakin mencekam dengan penambahan pos-pos pemeriksaan Israel. Gereja-gereja lokal dan tokoh masyarakat ikut bersuara, menyerukan agar jenazah segera dirilis tanpa syarat. Warkini.com akan terus memantau perkembangan situasi dan menunggu keterangan resmi selanjutnya dari pihak berwenang di Ramallah dan Tel Aviv.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User