Jakarta – Liputan6.com Bongkar Modus Link Palsu Pendaftaran BLT

Maraknya penyebaran informasi terkait bantuan sosial di tengah dinamika ekonomi membuat masyarakat rentan menjadi korban penipuan digital. Cek Fakta Liputa

Jul 11, 2026 - 15:27
0 0
Jakarta – Liputan6.com Bongkar Modus Link Palsu Pendaftaran BLT

Maraknya penyebaran informasi terkait bantuan sosial di tengah dinamika ekonomi membuat masyarakat rentan menjadi korban penipuan digital. Cek Fakta Liputan6.com baru-baru ini menangkap layar sebuah klaim yang beredar luas di aplikasi perpesanan dan media sosial mengenai keberadaan link pendaftaran untuk pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui handphone. Tim penelusuran menemukan bahwa tautan tersebut disebarkan oleh akun tidak resmi dengan narasi yang sangat meyakinkan, menjanjikan pencairan dana hingga Rp600.000 hanya dengan mengisi data diri.

Berdasarkan pantauan redaksi Warkini.com, narasi yang disertakan dalam pesan berantai tersebut menyebutkan bahwa pemerintah membuka pendaftaran BLT tahap kedua melalui sebuah portal khusus. Masyarakat diminta untuk mengklik link, memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, serta kode OTP yang dikirim via SMS. Padahal, setelah ditelusuri lebih dalam, domain situs tersebut tidak tercatat dalam basis data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) sebagai situs resmi pemerintah. Alamat URL yang digunakan mencurigakan, menggunakan ekstensi ".xyz" yang tidak lazim untuk portal layanan publik.

Anatomi Modus Penipuan Link BLT Palsu

Cek Fakta Liputan6.com mengidentifikasi setidaknya tiga pola umum yang kerap digunakan pelaku kejahatan siber dalam menyebarkan link pendaftaran BLT palsu. Pertama, penggunaan logo dan kop surat resmi lembaga negara yang diunduh dari internet untuk memberikan kesan otoritatif. Kedua, penyertaan testimoni fiktif berupa tangkapan layar notifikasi SMS banking yang menunjukkan dana telah masuk ke rekening korban sebelumnya. Ketiga, tekanan psikologis dengan menyematkan batas waktu palsu, misalnya "Pendaftaran ditutup hari ini pukul 21.00 WIB," guna memancing korban bertindak gegabah.

Menurut peneliti keamanan digital dari Vaksin.ID, Alfons Tanujaya, lonjakan modus penipuan berkedok bansos selalu terjadi menjelang momen politik atau saat pemerintah mengumumkan program perlindungan sosial baru. "Masyarakat perlu mewaspadai setiap tautan yang mengarahkan pada permintaan data pribadi, apalagi jika diminta mengirimkan kode OTP. Itu adalah pintu masuk pembobolan rekening dan penyalahgunaan identitas," ujarnya dalam sesi wawancara eksklusif.

Ciri-Ciri Link dan Informasi Bansos yang Resmi

Untuk mencegah korban berjatuhan, Kemenkomdigi bersama Kementerian Sosial telah menetapkan sejumlah protokol dalam penyebaran informasi program bantuan. Seluruh pendataan penerima BLT Bahan Pangan atau Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan menggunakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dimiliki pemerintah daerah. Artinya, tidak ada skema pendaftaran massal melalui link terbuka di media sosial. Masyarakat cukup mengecek status kepesertaan melalui aplikasi "Cek Bansos" resmi atau situs cekbansos.kemensos.go.id.

Aspek Pembeda Link Palsu (Modus Penipuan) Saluran Resmi Kemensos
Domain Situs .xyz, .club, .blogspot, atau domain tidak dikenal lainnya kemensos.go.id (domain pemerintahan .go.id)
Mekanisme Pendaftaran Input NIK, nama, alamat, dan OTP secara langsung di situs Tidak ada pendaftaran mandiri; data bersumber dari DTKS daerah
Kebutuhan OTP Meminta kode OTP dengan alasan verifikasi pencairan Tidak pernah meminta kode OTP dalam proses penyaluran bansos
Biaya Administrasi Meminta transfer "biaya administrasi" atau "biaya pencairan" Bebas biaya, tidak dipungut biaya sepeser pun

Data di atas menegaskan perbedaan mencolok antara skema resmi pemerintah dan modus kejahatan yang beredar. Hingga akhir April 2026, tercatat lebih dari 12.000 laporan masyarakat ke portal aduan Kemenkomdigi terkait penipuan online bermodus bantuan sosial. Angka ini menunjukkan urgensi literasi digital yang masif dan berkelanjutan.

Langkah Hukum dan Pencegahan

Liputan6.com bersama jajaran Redaksi Warkini.com mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian melalui Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah menerima laporan dan tengah menyelidiki aliran dana dari sejumlah rekening penampung yang digunakan dalam modus ini. Masyarakat diimbau untuk segera memblokir dan melaporkan setiap pesan mencurigakan ke layanan Aduannomor.id atau call center 112. Selain itu, selalu perbarui aplikasi keamanan pada handphone guna mendeteksi malware yang mungkin disusupkan melalui tautan phishing tersebut.

FAQ Esensial

TAGS: BLT 2026, Penipuan Online, Cek Fakta, Bansos Pemerintah, Keamanan Digital

[SOCIAL_TWEET]: Awas modus link palsu pencairan BLT bertebaran di WhatsApp! Jangan pernah masukkan NIK dan OTP Anda. Cek faktanya di @Liputan6dotcom

[SOCIAL_FB]: Waspada penipuan! Beredar link pendaftaran BLT lewat HP yang ternyata palsu. Ini perbandingan situs resmi vs situs penipu.

[SOCIAL_TG]: ⚠️ Alert: Link pendaftaran BLT di Telegram dan WhatsApp adalah hoaks! Lindungi data dirimu.

[SOCIAL_THREADS]: DM masuk "cairkan BLT 600rb"? Stop. Itu scam. Pantau terus fakta yang sudah dikonfirmasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User