Jejaring dan koneksi menjadi salah satu kunci utama percepatan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanp
Tiga UMKM tersebut adalah Yusnianti dengan Bakpao Gandum by RoyalKueID, Christine K Purnama pemilik Omah Sedap Nusantara, dan seorang pelaku usaha minuman herbal yang juga merupakan anggota binaan Ru
Tiga UMKM tersebut adalah Yusnianti dengan Bakpao Gandum by RoyalKueID, Christine K Purnama pemilik Omah Sedap Nusantara, dan seorang pelaku usaha minuman herbal yang juga merupakan anggota binaan Rumah BUMN Jakarta. Pertemuan pertama terjadi ketika Yusnianti dan Christine tengah mengikuti sesi pelatihan pengembangan produk di Rumah BUMN Jakarta—sebuah wadah pelatihan dan inkubasi bisnis milik BRI yang secara konsisten mendorong UMKM anggotanya untuk naik kelas.
Rumah BUMN Jakarta memang dikenal memiliki jadwal pelatihan yang padat setiap harinya, mulai dari literasi keuangan, pemasaran digital, hingga inovasi produk. Di sinilah benang merah antar pelaku UMKM terjalin. Yusnianti dan Christine mulai berdiskusi tentang potensi menggabungkan produk mereka: bakpao gandum kukus yang kaya serat dengan lauk nusantara kemasan yang praktis dan rendah pengawet. Tak butuh waktu lama, ide tersebut mengundang ketertarikan pelaku UMKM minuman herbal yang juga rutin mengikuti program Rumah BUMN Jakarta.
"Rumah BUMN bukan sekadar tempat pelatihan, tapi wadah membangun koneksi yang saling mendukung. Dari ngobrol di sela-sela kelas, kami menemukan visi yang sama mengenai produk sehat," ujar Yusnianti kepada media kami.
Kolaborasi ketiganya kemudian mewujud dalam satu paket produk sehat bertajuk “Sarapan Nusantara Sehat,” yang menggabungkan bakpao gandum dengan lauk ayam suwir bumbu rempah dari Omah Sedap Nusantara, serta teh herbal siap minum dari mitra ketiga. Konsep ini menawarkan alternatif sarapan tinggi serat, rendah gula, dan sarat cita rasa lokal. Paket tersebut langsung mendapat respons positif di beberapa bazar UMKM dan marketplace, memperlihatkan bahwa kolaborasi mampu membuka pintu pasar yang lebih luas.
Bagi BRI, fenomena ini menjadi bukti nyata “Rumah BUMN effect”—bahwa intervensi yang tepat melalui pendampingan dan ruang kolaborasi dapat mempercepat akselerasi UMKM Indonesia. Dengan lebih dari 50 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai wilayah, ekosistem semacam ini terus didorong agar semakin banyak UMKM yang saling terhubung dan berinovasi.
Para pelaku UMKM berharap kolaborasi lintas kategori seperti ini dapat diadopsi oleh binaan Rumah BUMN di kota lain. “Kami ingin menginspirasi teman-teman UMKM bahwa bersaing sehat dengan berkolaborasi justru menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Kuncinya ada di kemauan untuk terbuka dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan Rumah BUMN,” tutup Yusnianti, yang kini tengah merancang kolaborasi lanjutan berupa paket oleh-oleh sehat untuk wisatawan.
Comments (0)