Kebakaran Lahan Melanda Perbukitan Gunung Wangun, Satu Hektare Hangus

Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan Gunung Wangun, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (15/9) sore. Api dengan cepat membakar vegetasi kering di

Jul 16, 2026 - 16:56
0 0
Kebakaran Lahan Melanda Perbukitan Gunung Wangun, Satu Hektare Hangus

Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan Gunung Wangun, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (15/9) sore. Api dengan cepat membakar vegetasi kering di musim kemarau, menghanguskan sedikitnya satu hektare lahan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan permukiman dalam peristiwa ini.

Kronologi Kebakaran

Menurut saksi mata, titik api pertama terlihat sekitar pukul 14.30 WIB di lereng selatan Gunung Wangun. Kondisi angin kencang dan cuaca terik membuat api cepat menjalar ke area semak belukar dan ilalang yang sudah mengering. Dalam waktu kurang dari satu jam, kobaran api telah meluas hingga radius 200 meter dari titik awal.

Warga setempat yang pertama kali menyadari kebakaran segera berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ranting dan karung basah. Namun, keterbatasan alat dan akses menuju lokasi yang cukup terjal membuat upaya mereka tidak maksimal. Tim pemadam kebakaran dari Pos Damkar Cibinong baru tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB setelah menerima laporan dari kepala desa setempat.

Penanganan dan Pemadaman

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama 15 personel. Proses pemadaman berlangsung selama hampir tiga jam karena medan berbukit menyulitkan mobil tangki mencapai titik api. Petugas terpaksa menarik selang sepanjang lebih dari 300 meter dan menggunakan pompa portabel untuk menyemprotkan air ke area yang terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyatakan bahwa pemadaman baru benar-benar tuntas pada pukul 18.20 WIB. “Kami mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, termasuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta relawan kebakaran. Syukurlah, api tidak sampai merembet ke permukiman yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi,” ujarnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, terutama di musim kemarau seperti sekarang. Lahan kering sangat mudah terbakar dan dapat membahayakan lingkungan sekitar.”

Penyebab Kebakaran

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh faktor alam dan kelalaian manusia. Cuaca kering berkepanjangan yang melanda Bogor dalam dua bulan terakhir membuat vegetasi mudah terbakar. Namun, hasil investigasi awal BPBD menemukan adanya bekas pembakaran sampah di dekat titik api. Diduga, api berasal dari sisa pembakaran yang tidak dipadamkan secara sempurna lalu tertiup angin ke lahan kering.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Jalaludin, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi. “Kami belum bisa memastikan siapa pelaku, tetapi kami menemukan indikasi aktivitas manusia di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi. Kami akan terus menyelidiki,” katanya.

Dampak dan Risiko

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menghanguskan habitat sejumlah satwa kecil seperti burung, reptil, dan serangga. Selain itu, asap tebal sempat mengganggu jarak pandang di jalan desa sekitar, menyebabkan aktivitas warga terganggu selama beberapa jam. Tidak ada laporan gangguan pernapasan serius, tetapi petugas kesehatan setempat menyiagakan posko untuk mengantisipasi keluhan ISPA.

Kawasan Gunung Wangun sendiri termasuk dalam daerah rawan kebakaran saat kemarau, karena didominasi ilalang dan semak kering. BPBD telah memetakan area tersebut sebagai zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Juli lalu.

Langkah Antisipasi dan Edukasi

Menanggapi kejadian ini, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan. Berikut langkah-langkah yang segera diambil:

  • Peningkatan patroli rutin di zona merah karhutla selama musim kemarau.
  • Pemasangan papan peringatan bahaya kebakaran di area perbukitan.
  • Sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan pembakaran lahan dan cara penanganan dini titik api.
  • Pembentukan tim relawan desa tanggap karhutla dengan pelatihan pemadaman dasar.
  • Koordinasi dengan BMKG untuk sistem peringatan dini saat indeks kekeringan tinggi.

Camat setempat, Dedi Supriyadi, mengajak warga untuk proaktif melaporkan jika melihat titik api. “Kecepatan laporan sangat menentukan. Kebakaran kemarin bisa lebih cepat ditangani kalau warga segera menghubungi kami. Jangan panik, cukup telepon nomor darurat 112 atau perangkat desa langsung,” imbaunya.

Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau membawa risiko tinggi terhadap bencana karhutla. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan lingkungan perbukitan tetap lestari.

Pantauan terkini, BPBD masih melakukan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara api tersisa. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati area bekas kebakaran selama 24 jam ke depan.

[SOCIAL_TWEET]: Satu hektare lahan di perbukitan Gunung Wangun, Bogor, hangus terbakar akibat cuaca kering dan diduga kelalaian manusia. Tidak ada korban, tapi asap sempat ganggu aktivitas warga. Waspada karhutla! #KebakaranLahan #GunungWangun #Bogor #SiagaKemarau[SOCIAL_TG]: 🔥 Kebakaran lahan 1 hektare di Gunung Wangun Bogor berhasil dipadamkan. Diduga dipicu cuaca kering dan ulah manusia. Tim BPBD imbau warga jangan buang puntung sembarangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User