Polisi Amankan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Sekolah Dievakuasi

Padang — Aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadan

Jul 16, 2026 - 18:02
0 0
Polisi Amankan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Sekolah Dievakuasi

Padang — Aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat. Temuan ini memicu respons cepat dari tim penjinak bom dan evakuasi menyeluruh terhadap seluruh warga sekolah.

Kronologi Penemuan

Peristiwa bermula pada pagi hari saat aktivitas belajar mengajar baru saja dimulai. Seorang petugas kebersihan sekolah menemukan sebuah benda mencurigakan yang tergeletak di area belakang gedung utama. Benda tersebut berbentuk rangkaian kabel, pipa, dan serbuk yang dibungkus rapi dalam sebuah tas plastik hitam.

"Saksi mata melaporkan temuan itu kepada guru piket sekitar pukul 08.15 WIB. Guru kemudian segera menghubungi pihak kepolisian setempat," ujar sumber internal kepolisian.
  1. Pukul 08.15 WIB — Petugas kebersihan menemukan benda mencurigakan.
  2. Pukul 08.20 WIB — Guru piket menerima laporan dan memeriksa lokasi.
  3. Pukul 08.25 WIB — Kepala sekolah menghubungi Polsek Koto Tengah.
  4. Pukul 08.45 WIB — Tim Gegana Sat Brimob Polda Sumbar tiba di lokasi.
  5. Pukul 09.30 WIB — Proses evakuasi dan sterilisasi area dimulai.
  6. Pukul 11.00 WIB — Bom rakitan berhasil diamankan tanpa ledakan.

Respons Cepat Tim Gegana

Tim Gegana (Penjinak Bom) dari Satuan Brimob Polda Sumatera Barat langsung diterjunkan ke lokasi kurang dari 30 menit setelah laporan diterima. Dengan peralatan lengkap, termasuk robot penjinak bom dan perangkat pelindung, mereka melakukan identifikasi awal terhadap benda tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), benda itu dipastikan merupakan bom rakitan dengan daya ledak rendah hingga sedang. Komposisinya terdiri dari bubuk kembang api, pipa paralon, rangkaian kabel listrik sederhana, dan pemicu berupa saklar manual. Tidak ditemukan komponen timer atau pemicu jarak jauh pada perangkat tersebut.

Evakuasi dan Pengamanan Sekolah

Proses evakuasi dilakukan secara terstruktur. Seluruh 600 lebih siswa, guru, dan staf tata usaha dikeluarkan dari area sekolah dan dikumpulkan di lapangan yang berjarak sekitar 200 meter dari titik penemuan. Pihak sekolah menginstruksikan para siswa untuk meninggalkan seluruh barang bawaan di dalam kelas demi mempercepat proses evakuasi.

Polisi memasang garis kuning pembatas di sekeliling area TKP dengan radius 100 meter. Akses menuju sekolah ditutup sementara oleh personel Sabhara dan Satlantas Polresta Padang. Warga sekitar yang bermukim di radius 300 meter juga diminta menjauh sebagai langkah antisipasi.

Status Investigasi

Kapolresta Padang menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. "Kami sedang mendalami siapa pelaku dan apa motif di balik penempatan bom rakitan ini di lingkungan sekolah. Saat ini kami memeriksa rekaman CCTV di sekitar area dan meminta keterangan dari sejumlah saksi," ungkapnya dalam konferensi pers singkat.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumbar telah membawa barang bukti ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut, termasuk uji sidik jari dan analisis komposisi bahan peledak. Polisi belum menetapkan tersangka hingga berita ini diturunkan.

Dampak terhadap Aktivitas Sekolah

Pihak MAN 3 memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu kepada aparat kepolisian melakukan olah TKP secara menyeluruh sekaligus memberikan rasa aman kepada siswa dan orang tua.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang menyampaikan keprihatinannya atas insiden ini. "Kami akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan seluruh madrasah di Kota Padang dalam kondisi aman. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan terpadu di lingkungan pendidikan," tegasnya.

Dugaan Motif dan Analisis Sementara

Penyidik mengarahkan penyelidikan pada beberapa kemungkinan motif, termasuk aksi balas dendam pribadi, keisengan yang berbahaya, hingga potensi adanya jaringan tertentu yang mencoba menebar teror di lingkungan pendidikan. Namun, polisi enggan berspekulasi sebelum memiliki bukti yang cukup.

Pengamat keamanan dari Universitas Andalas menilai bahwa meskipun bom rakitan yang ditemukan tergolong sederhana, keberadaannya di area publik seperti sekolah tetap merupakan ancaman serius. "Ini bukan soal besar kecilnya daya ledak. Penempatan benda semacam ini di sekolah menciptakan efek psikologis yang mendalam bagi siswa dan masyarakat," ujarnya. "Sekolah seharusnya menjadi zona aman mutlak bagi anak-anak kita."

Hingga saat ini, situasi di sekitar MAN 3 sudah kembali kondusif meskipun pengamanan ekstra masih diberlakukan di area sekolah dan sekitarnya.

[SOCIAL_TWEET]: Geger! Bom rakitan ditemukan di MAN 3 Padang pagi tadi. Tim Gegana langsung terjun, 600+ siswa dievakuasi. Barang bukti sudah diamankan, polisi masih kejar pelaku. #BomPadang #MAN3 #KeamananSekolah[SOCIAL_TG]: 💣⚠️ Bom rakitan ditemukan di MAN 3 Padang! Tim Gegana bergerak cepat, 600+ siswa dievakuasi selamat. Polisi masih selidiki motif pelaku. Baca selengkapnya...

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User