Kematian Pedagang Martabak di Asahan Dinilai Janggal, Pihak Keluarga Ungkap Keberatan

Asahan, Warkini.com — Seorang pedagang martabak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Korban yang diketahui bernama Safii (44) itu didapati tewas

Jul 08, 2026 - 05:32
0 1
Kematian Pedagang Martabak di Asahan Dinilai Janggal, Pihak Keluarga Ungkap Keberatan

Asahan, Warkini.com — Seorang pedagang martabak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Korban yang diketahui bernama Safii (44) itu didapati tewas gantung diri di kediamannya. Meski demikian, pihak keluarga, khususnya abang kandung korban, menolak begitu saja narasi bunuh diri tersebut dan melontarkancuriga adanya kejanggalan pada jasad yang ditemukan.

Kecurigaan mendalam itu disampaikan langsung oleh Teguh, kakak kandung almarhum Safii. Kepada media kami pada Kamis (25/6/2026), Teguh mengaku sengaja datang untuk melaporkan kematian adiknya. Ia menilai informasi penyebab kematian yang selama ini beredar tidak jelas dan penuh teka-teki.

“Kedatangan saya kemari buat laporan tentang kematian adik saya. Itu karena cerita kematiannya simpang siur, misterius,” ujar Teguh dengan nada penuh tanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, jasad Safii pertama kali ditemukan di rumahnya yang terletak di Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, pada 2 Juni 2026 lalu. Ironisnya, pihak yang pertama kali menemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa itu adalah istri korban sendiri. Peristiwa naas tersebut sontak mengguncang warga sekitar.

Namun, kejanggalan mulai menguat setelah pihak keluarga besar tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi jasad sebelum proses pemakaman. Teguh dengan tegas menyebut bahwa ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban. Adanya tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban itu dinilai sangat tidak sinkron dengan narasi gantung diri yang dilaporkan. Temuan luka lebam inilah yang kemudian memicu gelombang protes dan tuntutan agar kasus tersebut tidak ditutup begitu saja.

Lebih lanjut, Teguh mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak langsung percaya dengan keterangan yang menyebut adiknya nekat mengakhiri hidup. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan di balik kepergian sang adik. Keterlambatan keluarga dalam menerima informasi kronologis yang jelas membuat mereka akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah hukum dan mendatangi pihak berwenang guna meminta keadilan serta pengusutan tuntas.

Kematian yang awalnya diduga murni akibat bunuh diri kini berubah menjadi tanda tanya besar. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat melakukan penyelidikan yang transparan, termasuk melakukan otopsi atau pemeriksaan medis forensik yang lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Mereka tidak ingin ada kejanggalan yang terkubur tanpa kejelasan. Hingga berita ini diturunkan, Warkini.com masih berusaha mengonfirmasi perkembangan penanganan laporan tersebut kepada pihak kepolisian setempat guna mengungkap tabir misteri di balik kematian pedagang martabak itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User