warkini.
Travel

Klungkung — Dispar Siap Benahi Rest Area Goa Jepang yang Mati Suri

Kawasan tempat istirahat atau rest area Goa Jepang yang berlokasi di Kabupaten Klungkung, Bali, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tempa

Klungkung — Dispar Siap Benahi Rest Area Goa Jepang yang Mati Suri

Kawasan tempat istirahat atau rest area Goa Jepang yang berlokasi di Kabupaten Klungkung, Bali, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tempat yang digadang-gadang menjadi pusat penggerak ekonomi warga lokal tersebut kini tampak terbengkalai dan mati suri. Padahal, lokasi strategis di pinggir jalan utama ini memiliki potensi besar sebagai titik persinggahan wisatawan maupun pengendara yang melintas.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan aset daerah ini mangkrak terlalu lama. Langkah cepat mulai disusun guna menyelamatkan fasilitas fisik sekaligus menghidupkan kembali denyut UMKM di kawasan Goa Jepang.

Kondisi Bangunan Mengkhawatirkan dan Rencana Pembenahan Fisik

Kondisi fisik rest area Goa Jepang saat ini membutuhkan penanganan darurat. Struktur bangunan utama dilaporkan sudah dalam posisi miring akibat fondasi atau tiang penyangganya tergerus oleh erosi air. Jika tidak segera diperbaiki, potensi kerusakan yang lebih parah bisa membahayakan keselamatan.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah memantau langsung kondisi di lapangan pada Kamis (10/9/2026). Mengingat status lokasi ini merupakan aset Dispar yang telah diikat dengan perjanjian izin peminjaman bersama pihak desa adat sejak 2024, perbaikan fasilitas menjadi prioritas utama.

"Tadi kami sudah turun cek langsung ke sana. Pasti ada rencana perbaikan karena sebelumnya sudah ada kerja sama pemanfaatan lokasi untuk kegiatan UMKM," ujar I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya saat memberikan keterangan.

Proses pembenahan ini nantinya tidak hanya berfokus pada perbaikan tiang yang tergerus, tetapi juga penataan ulang tata ruang kawasan agar lebih ramah bagi pengunjung serta para pelaku usaha mikro.

Rekam Jejak Kejayaan: Potensi Omzet Puluhan Juta Rupiah

Mati surinya rest area ini cukup disayangkan banyak pihak. Pasalnya, lokasi ini sebenarnya telah membuktikan kapasitas ekonominya sewaktu aktif beroperasi selama kurang lebih dua tahun. Kawasan ini dulu menjadi pusat kuliner populer, seperti hidangan khas Guling Samsam serta kedai kopi yang selalu ramai disinggahi pelancong.

Bendesa Adat Koripan Tengah, Anak Agung Gede Rai Artawan, mengungkapkan bahwa pada masa kejayaannya, fasilitas ini mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memutar roda perekonomian warga desa secara signifikan.

Berikut adalah perbandingan performa rest area Goa Jepang antara masa operasional awal dengan kondisi terkini:

Indikator Performa Masa Operasional (2 Tahun Pertama) Kondisi Terkini (Mati Suri)
Omzet Rata-rata per Bulan Rp50 juta hingga Rp60 juta (kotor) Rp0 (tidak ada aktivitas bisnis)
Penyerapan Tenaga Kerja 10 orang pekerja lokal 0 orang (kegiatan terhenti)
Fokus Usaha Utama Kuliner Guling Samsam & Kedai Kopi Bangunan kosong dan terbengkalai
Kondisi Fisik Bangunan Kokoh dan siap pakai Miring akibat tiang tergerus erosi

"Memang sempat berjalan dua tahun. Kalau dulu, penjualan per bulan pernah Rp50 juta kotornya. Paling tinggi sekitar Rp60 juta," kenang Anak Agung Gede Rai Artawan.

Tantangan Pengelolaan dan Strategi Reaktivasi UMKM

Kegagalan bertahan dalam jangka panjang menjadi pelajaran berharga bagi pengelola maupun Dispar Klungkung. Berhentinya operasional usaha kuliner di kawasan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kendala manajemen hingga perubahan arus kunjungan wisatawan.

Untuk mengembalikan kebangkitan kawasan ini, Dispar Klungkung bersama Desa Adat Koripan Tengah menyiapkan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Rehabilitasi Infrastruktur: Memperbaiki tiang penyangga yang miring dan memperkuat fondasi bangunan agar aman digunakan kembali.
  2. Evaluasi Model Bisnis UMKM: Merancang skema kemitraan baru agar pelaku UMKM lokal dapat bertahan dari fluktuasi jumlah pengunjung.
  3. Peningkatan Promosi & Fasilitas: Menambah daya tarik kawasan Goa Jepang sebagai paket destinasi wisata sejarah dan kuliner terpadu di Klungkung.

Dengan rencana pembenahan terstruktur ini, diharapkan rest area Goa Jepang tidak sekadar menjadi tempat singgah biasa, melainkan kembali menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang berkesinambungan bagi warga Klungkung dan sekitarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User