KYIV — Jumlah korban jiwa akibat gelombang serangan rudal dan drone Rusia yang menghantam ibu kota Ukraina terus bertambah. Hingga laporan terbaru yang dihimpun media kami pada Jumat (3/7/2026), sedikitnya 27 orang dinyatakan tewas dan 91 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang disebut sebagai serangan paling masif terhadap Kyiv.
Pihak berwenang Ukraina menegaskan bahwa negara tersebut akan segera membalas agresi Rusia yang telah menghancurkan sejumlah bangunan apartemen di pusat kota. Serangan brutal ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional.
"Ini merupakan serangan paling besar yang pernah dilancarkan musuh terhadap ibu kota," ujar Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko.
Ledakan-ledakan dahsyat mulai mengguncang kawasan pemukiman padat penduduk di Kyiv pada Rabu malam dan berlanjut hingga Kamis dini hari. Rudal-rudal jelajah dan drone kamikaze Rusia dilaporkan membabi buta menghantam kompleks apartemen serta infrastruktur sipil, meninggalkan puing-puing bangunan dan kepanikan massal di kalangan warga.
Operasi Pencarian Korban Masih Berlangsung
Kepala administrasi militer kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi jumlah korban terbaru kepada awak media kami. Ia menyebutkan bahwa tim penyelamat masih terus bekerja tanpa henti di bawah reruntuhan bangunan untuk mencari kemungkinan adanya korban selamat maupun jenazah yang masih tertimbun.
Puluhan unit ambulans dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian sejak malam pertama serangan. Proses evakuasi berlangsung dramatis saat warga berusaha menyelamatkan diri di tengah hujan puing dan debu tebal yang menyelimuti area pemukiman.
Pemerintah Ukraina melalui pernyataan resminya menyatakan bahwa balasan atas serangan ini akan segera dilancarkan. Meskipun tidak merinci bentuk respons yang akan diambil, pernyataan tersebut memperkuat posisi Kyiv yang menolak tunduk di bawah tekanan agresi militer Rusia.
Kerusakan Infrastruktur Sipil
Beberapa gedung apartemen bertingkat di pusat Kyiv dilaporkan mengalami kerusakan parah. Foto-foto yang beredar menunjukkan fasad bangunan yang roboh, jendela-jendela yang hancur, serta kendaraan-kendaraan yang hangus terbakar. Jaringan listrik dan pasokan air di beberapa distrik juga terganggu akibat dampak ledakan.
Serangan ini menjadi salah satu episode paling berdarah dalam konflik yang masih berlangsung antara kedua negara. Komunitas internasional kembali mendesak agar perlindungan terhadap warga sipil menjadi prioritas utama dalam setiap operasi militer.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kyiv masih dalam kondisi darurat. Tim medis terus merawat puluhan korban luka di berbagai rumah sakit, sementara proses identifikasi jenazah masih berlangsung. Warkini.com akan terus memantau perkembangan situasi terkini dari ibu kota Ukraina tersebut.
Comments (0)