warkini.
Viral

Kronologi OTT Bupati Langkat, Uang Rp 100 Juta Ditemukan di Jok Mobil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kronologi lengkap operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) bersama sejumlah pihak terkait. Dalam laporan yang dihimpu

Kronologi OTT Bupati Langkat, Uang Rp 100 Juta Ditemukan di Jok Mobil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kronologi lengkap operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) bersama sejumlah pihak terkait. Dalam laporan yang dihimpun Warkini.com, tim penyidik KPK berhasil mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 100 juta yang ditemukan tersembunyi di dalam jok mobil. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari suap terkait pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat yang sedang dalam proses pengembangan.

Penyidik KPK melakukan OTT pada saat uang suap proyek di Pemkab Langkat sedang dalam perjalanan untuk diserahkan kepada Syah Afandin. Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap Bupati Langkat dimulai dari adanya komunikasi antara SAF dengan pihak swasta sekaligus tim suksesnya, Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), pada Rabu (1/7) lalu. Komunikasi tersebut menjadi titik awal pembongkaran jaringan dugaan korupsi yang melibatkan kepala daerah tersebut.

Kedua pihak awalnya berencana bertemu usai menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) pada pukul 21.00 WIB. Namun, rencana pertemuan tersebut mengalami perubahan mendadak. Sekitar pukul 23.00 WIB, Zulkifli, sopir pribadi Syah Afandin, menghubungi YQB dengan instruksi agar SAF membalikkan arah dari lokasi yang telah disepakati sebelumnya.

"Namun demikian, sekitar pukul 11 malam Zulkifli (sopir Syah Afandin) menghubungi YQB untuk meminta SAF balik arah, nah ini sudah terlanjur kembali dari acara, namun itu disebabkan SAF mengetahui Tim KPK sedang berada di Kabupaten Langkat. Jadi rupayanya kedatangan tim sudah dimonitor oleh SAF," ujar Achmad Taufik Husein saat konferensi pers di KPK, Jumat (3/7/2026).

Dari keterangan tersebut, tim penyidik memastikan bahwa Bupati Langkat telah memiliki informasi mengenai kedatangan penyidik KPK di wilayahnya sebelum pertemuan untuk serah terima uang dilakukan. Meski demikian, langkah pengawalan dan penyergapan yang dilakukan tim tetap berhasil mengamankan barang bukti dan melakukan penangkapan terhadap para tersangka. Pengembangan kasus ini masih terus dilakukan oleh KPK untuk mengungkap peran serta keterlibatan pihak-pihak lain yang terkait dalam praktik suap pengadaan proyek di Kabupaten Langkat, sebagaimana dilaporkan media kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User