LRT Jakarta Perluas Jaringan, Targetkan Operasi Manggarai Agustus

Jaringan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta terus menunjukkan progres signifikan dalam upaya memperluas konektivitas transportasi publik ibu kota. Pemerintah

Jul 16, 2026 - 11:26
0 0
LRT Jakarta Perluas Jaringan, Targetkan Operasi Manggarai Agustus

Jaringan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta terus menunjukkan progres signifikan dalam upaya memperluas konektivitas transportasi publik ibu kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan jalur baru menuju Stasiun Manggarai dikebut dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada Agustus 2026. Tak berhenti di sana, Pemprov juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan trayek hingga kawasan Dukuh Atas, menjadikan moda transportasi ini tulang punggung mobilitas warga di koridor selatan dan pusat bisnis Jakarta.

Progres Menuju Manggarai: Uji Coba dan Sarana Penunjang

Hingga pertengahan tahun 2026, tahapan konstruksi fisik jalur layang dari Stasiun Velodrome menuju Manggarai telah mencapai lebih dari 85 persen. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan pemasangan sistem persinyalan dan rel di beberapa segmen, serta penyelesaian dua stasiun baru, yakni Stasiun Pramuka dan Stasiun Manggarai.

“Kami optimistis Agustus nanti LRT Jakarta sudah bisa melayani penumpang hingga Manggarai. Saat ini sedang berlangsung uji coba dinamis dan statis, termasuk commissioning sistem kelistrikan. Kami juga memastikan integrasi antar moda di Manggarai berjalan mulus,” ujar Syafrin di Balai Kota, Selasa (8/7).

Stasiun Manggarai sendiri dirancang sebagai simpul transit utama yang akan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Api Manggarai milik KAI Commuter, sehingga penumpang dari Bekasi, Bogor, dan Tangerang dapat dengan mudah berpindah ke LRT Jakarta menuju kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya, atau sebaliknya.

Lanjutan ke Dukuh Atas, Membelah Pusat Bisnis

Setelah fase Manggarai rampung, Pemprov Jakarta tidak akan berpuas diri. Rencana pengembangan berikutnya adalah memperpanjang jalur LRT sejauh sekitar 2,6 kilometer dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Rute ini akan melewati kawasan padat seperti Menteng dan berhenti di Stasiun Dukuh Atas yang sudah menjadi titik temu MRT Jakarta, KRL Commuter Line, dan Transjakarta.

Pemprov telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 triliun dalam APBD Perubahan 2026 untuk memulai konstruksi fase Dukuh Atas. Proses lelang fisik ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2027, dengan masa konstruksi sekitar dua tahun. “Jalur ini akan menjadi game changer. Begitu tersambung, LRT Jakarta akan membentuk segitiga emas bersama MRT dan KRL, mencakup segmen Cawang-Manggarai-Dukuh Atas-Sudirman,” jelas Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam kesempatan terpisah.

Dampak Langsung: Tekan Kemacetan dan Emisi

Perluasan jaringan LRT Jakarta diproyeksikan mampu mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan utama, khususnya di Jalan Pemuda dan Jalan Proklamasi. Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan, trayek LRT Jakarta eksisting (Kelapa Gading-Velodrome) telah mengangkut rata-rata 45 ribu penumpang per hari. Dengan penambahan segmen Manggarai, angka tersebut diperkirakan melonjak hingga 120 ribu penumpang harian.

Berikut sejumlah keuntungan dari pengembangan jalur ini:

  • Memangkas waktu tempuh: Perjalanan dari Kelapa Gading ke Manggarai hanya sekitar 25 menit, bandingkan dengan jalan raya yang bisa mencapai 90 menit saat padat.
  • Integrasi multi moda: Penumpang bisa langsung berpindah ke KRL, MRT, dan Transjakarta tanpa keluar area stasiun.
  • Ramah lingkungan: LRT menggunakan tenaga listrik, mengurangi emisi karbon dioksida hingga 60 persen dibanding kendaraan pribadi.
  • Pemulihan ekonomi: Akses mudah ke pusat perkantoran di Sudirman-Dukuh Atas mendorong produktivitas pekerja.

Harapan Warga dan Antisipasi Gangguan

Warga sekitar rute, seperti di kawasan Matraman dan Proklamasi, menyambut antusias namun juga khawatir akan dampak konstruksi lanjutan. Muryati (47), pemilik warung di dekat calon Stasiun Pramuka, mengatakan, “Senang nanti kalau LRT lewat sini, dagangan saya bisa ramai karena banyak orang lalu lalang. Tapi pembangunannya jangan sampai nutup akses jalan lama-lama.”

Pemprov menjamin akan menerapkan manajemen lalu lintas yang ketat dan membuka posko pengaduan warga. “Kami belajar dari fase sebelumnya, pekerjaan malam hari akan dioptimalkan agar tidak mengganggu aktivitas siang,” tambah Syafrin.

Dengan target operasi Manggarai pada Agustus dan dilanjutkannya studi detail jalur Dukuh Atas, LRT Jakarta semakin meneguhkan diri sebagai solusi transportasi massal modern yang terintegrasi. Pemprov juga sedang mengkaji jalur berikutnya menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan Pantai Indah Kapuk, meski masih dalam tahap pra-studi kelayakan. Bagi warga Jakarta, kehadiran moda ini tak sekadar alat mobilitas, melainkan harapan akan kota yang lebih hidup dan bebas macet.

[SOCIAL_TWEET]: Agustus ini, LRT Jakarta tiba di Stasiun Manggarai! Perjalanan Kelapa Gading–Manggarai cukup 25 menit. Fase berikutnya: Dukuh Atas. Integrasi transportasi Jakarta makin solid. #LRTJKT #TransportasiJakarta #Manggarai[SOCIAL_TG]: 🚆 LRT Jakarta segera sampai Manggarai! Agustus 2026 target operasional. Lanjut ke Dukuh Atas juga siap dimulai. Mobilitas Jakarta makin ciamik!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User