warkini.
Viral

Maros — Bupati Pastikan Ganti Rugi Lahan Jembatan Berdasarkan Appraisal Profesional

Halo, Sobat Warkini! Pernah nggak sih kalian dengar cerita horor soal pembebasan lahan yang ujung-ujungnya bikin warga gigit jari? Nah, di Maros, drama kay

Halo, Sobat Warkini! Pernah nggak sih kalian dengar cerita horor soal pembebasan lahan yang ujung-ujungnya bikin warga gigit jari? Nah, di Maros, drama kayak gitu dijamin no way. Bupati Chaidir Syam lagi-lagi kasih green flag dengan memastikan kalau ganti rugi lahan buat proyek Duplikat Jembatan Sungai Maros ini super transparan dan anti-sus. Semua penilaian dilakukan oleh tim appraisal profesional, jadi jangan harap ada glitch harga di tengah jalan!

Usai acara groundbreaking yang berlangsung Selasa (7/7/2026) di Kecamatan Turikale, Chaidir langsung spill the tea. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah dan provinsi udah berkali-kali duduk bareng warga terdampak, lho. Jadi bukan tiba-tiba langsung main sogok atau asal tunjuk harga. “Sudah dilakukan beberapa kali pertemuan, kemudian dilakukanlah penilaian oleh appraisal,” ujar Chaidir dengan nada santai tapi tegas, usai Rapat Paripurna DPRD Maros hari itu. Transparent moves only!

Yang bikin warga sempat side-eye alias curiga, katanya ada oknum yang coba mainin harga. Tapi Bupati langsung membantah keras: “Mungkin kecurigaan dari masyarakat bahwa ada orang yang bermain-main dengan penentuan harga, sekali lagi itu tidak, murni tidak akan kita lakukan.” Singkatnya, no cap, harga ditentukan murni oleh tim appraisal yang independen. Jadi nggak bisa tuh tiba-tiba ada yang nge-hack angka biar untung sepihak.

Appraisal Independen: Si “Hakim” Netral Penyelamat Proyek

Buat yang belum paham, appraisal itu ibarat wasit di pertandingan sepak bola yang udah pakai VAR. Tim ini bekerja secara profesional, menilai harga lahan berdasarkan data objektif—bukan karena tekanan siapa pun. Chaidir bahkan mengutip pesan Gubernur Sulsel yang juga ikut menegaskan: “Yang menilai adalah tim appraisal secara profesional. Kami naikkan sedikit saja itu sudah salah.” Boom! Kalimat ini jadi tamparan halus buat siapa pun yang masih berharap ada ‘negosiasi bawah meja’.

Saat ini, masih ada 1–2 pemilik lahan yang masih duduk manis di meja negosiasi. Tapi tenang, mereka bukan menolak proyek ini, ya. Cuma lagi cari titik temu soal nilai yang dirasa pas. Pemerintah tetap kekeuh: nggak bisa naikin harga di luar rekomendasi appraisal. Aturan ya aturan, gengs!

Kenapa Model Ganti Rugi Ini Jadi Panutan?

Berbeda dari kasus-kasus sebelumnya di daerah lain yang sering berujung sengketa, pendekatan Maros ini bisa jadi template keren. Semua proses didokumentasikan, komunikasi terbuka, dan yang paling penting: ada lembaga independen yang jadi penengah. Warga nggak perlu takut ditipu, pemerintah juga nggak bisa sembarangan nge-markup anggaran. Simbiosis mutualisme ala life hack birokrasi.

Oh iya, soal keluhan akses jalan yang sempat ramai di grup WhatsApp warga, Chaidir langsung clear the air: proyek ini tetap menyediakan akses yang layak kok. Jadi nggak ada tuh warga yang tiba-tiba terisolasi cuma karena jembatan baru dibangun.

Perbandingan Klaim Warga vs. Fakta di Lapangan
Isu yang Beredar Fakta dari Bupati
Diduga ada oknum yang mainkan harga ganti rugi Semua nilai dari appraisal independen, tak bisa diintervensi
Akses jalan warga akan ditutup total Proyek tetap menyediakan akses yang memadai
Warga menolak pembangunan jembatan Hanya negosiasi nilai, bukan penolakan; tinggal 1–2 warga

Gimana menurut kalian, Warkiners? Apakah model transparansi kayak gini udah worth it buat dijadiin standar nasional? Atau kalian pernah ngalamin langsung plot twist soal ganti rugi lahan yang bikin speechless? Share pengalaman dan opini kalian di kolom komentar, ya! Dan sebelum scroll lanjut, jangan lupa ikutan polling kita: Menurutmu, apakah tim appraisal independen bikin proses ganti rugi lahan makin adil? (A) Ya, banget! (B) Masih ada celah curang (C) Tergantung daerahnya. Vote sekarang juga!

Meski masih ada negosiasi, yang pasti Pemerintah Kabupaten Maros sudah kasih contoh kalau pembangunan bisa berjalan tanpa warisan konflik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User