Masjid Sunda Kelapa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa

Dalam suasana khidmat Jumat berkah, Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, menjadi saksi peluncuran dan bedah kitab terbaru berjudul Ithafu Ummati Al-Muqtafa

Jul 12, 2026 - 21:15
0 0

Dalam suasana khidmat Jumat berkah, Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, menjadi saksi peluncuran dan bedah kitab terbaru berjudul Ithafu Ummati Al-Muqtafa pada Jumat (14/3/2025). Acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah, akademisi, serta tokoh keagamaan dari berbagai wilayah di Jakarta. Kitab yang ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Salim, Lc., M.A. ini merupakan kompilasi dan syarah atas matan fiqih klasik yang disusun ulang dengan pendekatan sistematis dan bahasa modern, sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi umat Islam Indonesia.

08.00 – 09.30 WIB: Persiapan dan Registrasi Peserta

Sejak pukul delapan pagi, panitia dari DKM Masjid Sunda Kelapa bersama tim penerbit Al-Muhibbin Press telah menyiapkan area utama masjid. Spanduk besar bertuliskan “Launching & Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa” terbentang di mimbar, sementara meja registrasi dibuka untuk menerima tamu undangan. Sebanyak 350 peserta telah mendaftar secara daring, ditambah dengan para jamaah yang hadir langsung selepas salat Jumat. Kitab edisi pertama setebal 628 halaman ini dipajang di sudut pameran bersama beberapa literatur fikih klasik lainnya.

09.30 – 10.00 WIB: Pembukaan dan Sambutan

Acara dibuka oleh pembawa acara, Ustadzah Aisyah Khumairoh, yang langsung membacakan tilawah ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Fadhil, qari muda binaan masjid. Selanjutnya, Ketua Panitia, H. Fikri Effendi, menyampaikan bahwa kitab ini lahir dari kekhawatiran atas minimnya buku fikih berbahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh masyarakat awam namun tetap berpegang pada sumber mu’tabaroh.

“Ithafu Ummati Al-Muqtafa bukan sekadar kumpulan hukum, melainkan upaya menghidupkan kembali turats ulama dengan narasi yang kontekstual,”
ujar Fikri dalam sambutannya.

10.00 – 10.15 WIB: Peluncuran Resmi Kitab

Momen puncak peluncuran ditandai dengan penandatanganan kitab perdana oleh penulis, Ustadz Dr. Muhammad Nur Salim, bersama Imam Besar Masjid Sunda Kelapa, K.H. Yasin As-Sundawi. Keduanya berdiri di depan replika kitab raksasa yang diselimuti kain hijau, kemudian membuka selendang tersebut sebagai simbol diluncurkannya kitab. Tepuk tangan hadirin pun bergemuruh. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Masjid Sunda Kelapa yang telah diakses lebih dari 1.200 pemirsa dalam satu jam pertama.

10.15 – 11.30 WIB: Bedah Kitab oleh Tiga Narasumber

Sesi inti dimulai dengan bedah kitab yang menghadirkan tiga pakar: penulis sendiri, Ustadz Dr. Nur Salim; Guru Besar Fiqih Islam UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. H. Amran Suwandi, M.Ag.; serta CEO Al-Muhibbin Press, Ust. Hasan Ja’far, yang menjadi moderator.

  1. Penulis (Ust. Dr. Nur Salim) – memaparkan latar belakang penulisan, mengungkapkan bahwa proses penulisan memakan waktu 4 tahun, dimulai dari riset matan klasik seperti Fathul Qarib dan Al-Muhadzdzab hingga mengujinya dalam forum-forum halaqah.
  2. Prof. Dr. Amran Suwandi – memberikan apresiasi atas sistematika kitab yang dibagi menjadi 4 jilid tematik: Ibadah, Muamalah, Munakahah, dan Jinayah. Menurutnya, penulis berhasil menjembatani gap antara kitab gundul dan kebutuhan umat modern tanpa meninggalkan adab pesantren.
  3. Ust. Hasan Ja’far – menyoroti aspek pemasaran dan indikasi positif dari pasar. “Cetakan pertama 2.000 eksemplar sudah habis terjual dalam masa pre-order. Ini menandakan dahaga akan literasi fikih yang ringan dan akurat.”
  4. 11.30 – 12.00 WIB: Dialog Interaktif dan Testimoni

    Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Seorang peserta, Ibu Haniyah dari Cempaka Putih, bertanya tentang implementasi fiqih muamalah kontemporer, seperti transaksi digital. Penulis langsung memberikan jawaban rujukan pada Jilid 2 halaman 245–260 yang menjelaskan hukum e-commerce berdasarkan akad bay’ al-salam. Peserta lain, mahasiswa UIN, menanyakan metode verifikasi hadis yang digunakan. Penulis menjelaskan bahwa kitab ini mengandalkan takhrij dari sumber asli seperti Shahihain dan Sunan Sittah.

    Di sela diskusi, panitia mengumumkan paket kitab plus buku saku “Ringkasan Fiqih Wanita” yang dibanderol seharga Rp150.000. Sebanyak 300 paket ludes dalam waktu singkat.

    12.00 – 12.30 WIB: Penutup dan Pesan Penulis

    Menjelang azan zuhur, acara ditutup dengan doa oleh K.H. Yasin As-Sundawi. Dalam momen tersebut, Ustadz Dr. Nur Salim menyampaikan pesan penutup yang menyentuh:

    “Kitab ini saya tulis bukan untuk mencari popularitas, tapi sebagai ladang amal jariyah. Semoga setiap lembar yang dibaca menjadi pahala bagi saya, guru-guru saya, dan seluruh umat.”
    Para peserta kemudian berbaris untuk antrean tanda tangan dan foto bersama penulis.

    Wartawan berhasil mewawancarai beberapa jamaah. Ahmad Rifa’i (45) mengaku terkesan. “Biasanya kitab fikih tebal dan rumit, tapi ini bedahannya membuat saya paham cara memilah hukum dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan komitmen DKM untuk menghadirkan forum bedah kitab serupa setiap bulan.

    [SOCIAL_TWEET]: Ratusan jamaah hadiri Launching & Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa. Kitab fikih berbahasa Indonesia ini disambut antusias. Baca liputannya! #BedahKitab #MasjidSundaKelapa #FiqihModern [SOCIAL_TG]: 📘 Peluncuran dan Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Panelis ahli bongkar isi kitab fikih kontemporer ini. Scroll untuk baca detailnya! 🕌✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User