KH Zulfa Mustofa Luncurkan Empat Kitab di Masjid Sunda Kelapa

Jakarta, Warkini.com – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada Ahad (15/6) pagi. Ratusan jemaah, ulama, dan intelektual Muslim

Jul 12, 2026 - 21:18
0 0
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Empat Kitab di Masjid Sunda Kelapa

Jakarta, Warkini.com – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada Ahad (15/6) pagi. Ratusan jemaah, ulama, dan intelektual Muslim berkumpul untuk menghadiri peluncuran empat kitab karya Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa. Sosok yang akrab disapa Kiai Zulfa ini selama ini dikenal sebagai cendekiawan Nahdliyin yang produktif menuangkan pemikiran keislaman moderat melalui tulisan.

Keempat kitab yang diluncurkan meliputi Fiqh Al-Ma’un: Reinterpretasi Fikih untuk Keadilan Sosial, Suluk Kebangsaan: Menemukan Tuhan di Tengah Kebinekaan, Hikmah di Balik Bala’: Studi Tafsir Maqashidi atas Musibah dalam Al-Qur’an, dan Jalan Cinta Para Wali: Menyelami Hakikat Tasawuf Nusantara. Masing-masing buku tersebut merepresentasikan kegelisahan intelektual Kiai Zulfa dalam merespons persoalan kontemporer umat Islam di Indonesia.

Rangkaian Peluncuran yang Sarat Makna

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tahlil singkat yang dipimpin oleh salah satu pengurus masjid. Dilanjutkan sambutan dari Ketua Yayasan Masjid Sunda Kelapa dan perwakilan PBNU. Suasana semakin hangat ketika KH Zulfa Mustofa naik ke podium. Dengan tutur katanya yang lembut namun tajam, ia mengisahkan perjalanan intelektualnya hingga melahirkan empat karya tersebut.

“Kitab-kitab ini lahir dari lamunan panjang saya setelah membaca realitas umat yang sering terkotak-kotak oleh pemahaman tekstual yang kaku. Saya ingin mengembalikan semangat Islam yang rahmatan lil alamin, yang memadukan fikih, tasawuf, dan kebangsaan,” ujar Kiai Zulfa di hadapan hadirin.

Menurutnya, Fiqh Al-Ma’un merupakan upaya reinterpretasi fikih sosial yang terinspirasi dari pemikiran KH Ahmad Dahlan dan tokoh-tokoh pembaharu lainnya. Sementara Suluk Kebangsaan mencoba mendialogkan spiritualitas dengan semangat keberagaman Indonesia.

Apresiasi dari Tokoh NU dan Pemerintah

Peluncuran ini juga mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang hadir secara daring melalui video conference, menyampaikan bahwa karya Kiai Zulfa merupakan sumbangan berharga bagi khazanah intelektual NU.

“Kiai Zulfa berhasil menawarkan metodologi yang menghubungkan turats (warisan keilmuan klasik) dengan problem kekinian. Ini menunjukkan bahwa tradisi kitab kuning tidak hanya untuk dikaji secara konvensional, tapi juga bisa menjadi dasar bagi pemikiran inovatif,” kata Gus Yahya.

Wakil Menteri Agama yang turut hadir, dalam sambutannya, menekankan pentingnya literasi keagamaan di tengah derasnya arus informasi digital. Ia berharap peluncuran empat kitab ini dapat memicu gerakan menulis di kalangan ulama muda.

Menjaga Tradisi Intelektual Pesantren

Kiai Zulfa menegaskan bahwa kebiasaan menulis kitab merupakan tradisi ulama Nusantara yang harus dirawat. Ia menyebut nama-nama seperti Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Mahfudz at-Tarmasi, hingga KH Hasyim Asy’ari sebagai inspirasi. “Dengan menulis, kita meninggalkan warisan yang melampaui usia biologis kita,” ucapnya.

Acara peluncuran ini juga disertai dengan diskusi panel yang menghadirkan para pengkaji kitab tersebut. Prof. Dr. M. Quraish Shihab (ahli tafsir) dan Dr. KH. Afifuddin Muhajir (pakar ushul fikih) turut memberikan catatan kritis. Mereka sepakat bahwa karya-karya Kiai Zulfa memiliki bobot akademis yang kuat namun tetap membumi.

Salah satu bagian yang mendapat sorotan adalah metode tafsir maqashidi dalam Hikmah di Balik Bala’. Kiai Zulfa tidak hanya menafsirkan ayat-ayat tentang musibah secara tekstual, tetapi juga mengaitkannya dengan prinsip-prinsip maqashid syariah, seperti hifzh al-nafs (perlindungan jiwa) dan hifzh al-din (perlindungan agama), sehingga relevan untuk konteks pandemi dan bencana alam yang kerap melanda Indonesia.

Antusiasme Peserta dan Penjualan Kitab

Ratusan kitab yang disediakan di lokasi ludes terjual dalam waktu singkat. Banyak peserta yang langsung meminta tanda tangan dan foto bersama sang penulis. Seorang peserta asal Depok, Umi Salamah (34), mengaku terkesan dengan kedalaman isi kitab tersebut. Ia datang bersama rombongan majelis taklim khusus untuk menghadiri acara ini.

“Saya sudah mendengar rencana peluncuran ini dari media sosial. Ternyata isi kitabnya sangat mudah dipahami dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari. Saya paling suka bagian yang membahas tentang bagaimana mencintai Tanah Air itu bagian dari iman,” tuturnya antusias.

Ketua panitia acara menyebutkan bahwa panitia sengaja memilih Masjid Sunda Kelapa karena letaknya yang strategis dan sejarahnya yang panjang sebagai pusat dakwah Islam di Jakarta. “Kami ingin menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan intelektual, bukan hanya tempat ibadah ritual,” katanya.

Harapan Ke Depan

Di akhir acara, Kiai Zulfa menyampaikan harapannya agar umat Islam semakin giat membaca dan menulis. “Mari kita isi ruang digital dengan konten yang mencerahkan. Jangan biarkan medan dakwah didominasi oleh orang-orang yang hanya pandai beretorika tanpa kedalaman ilmu,” pesannya.

Peluncuran empat kitab ini sekaligus menandai satu dekade perjalanan Kiai Zulfa sebagai penulis produktif. Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 15 kitab dalam berbagai disiplin ilmu keislaman. Dengan bertambahnya empat karya baru ini, PBNU berharap kontribusi intelektual semacam ini semakin memperkaya khazanah Islam Indonesia yang ramah dan moderat.

[SOCIAL_TWEET]: KH Zulfa Mustofa luncurkan empat kitab baru di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Karya ini tawarkan tafsir moderat dan segar untuk Islam Indonesia. #NahdlatulUlama #KitabKuning #IslamModerat[SOCIAL_TG]: 📚 KH Zulfa Mustofa resmi merilis 4 kitab anyar! Peluncuran digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Yuk intip judul dan pesan kiai. #PBNU #KitabUlama

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User