warkini.
Viral

Mengapa Korban Hubungan Toksik Sulit Berpisah? Pakar Ungkap Konsep Trauma Bonding

Warkini.com, Jakarta - Tidak sedikit individu yang terjebak dalam hubungan tidak sehat dan penuh kekerasan justru memilih untuk bertahan. Keputusan ini kerap memunculkan pertanyaan di lingkungan sosi

Mengapa Korban Hubungan Toksik Sulit Berpisah? Pakar Ungkap Konsep Trauma Bonding

Warkini.com, Jakarta - Tidak sedikit individu yang terjebak dalam hubungan tidak sehat dan penuh kekerasan justru memilih untuk bertahan. Keputusan ini kerap memunculkan pertanyaan di lingkungan sosial: mengapa mereka tidak pergi begitu saja? Jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada mekanisme psikologis kuat yang membuat korban merasa terikat dan sulit melepaskan diri dari pasangan yang menyakitinya.

Apa Itu Trauma Bonding?

Spesialis kejiwaan dr Erickson Arthur S, SpKJ menjelaskan bahwa fenomena ini dikenal dengan istilah trauma bonding. Trauma bonding adalah ikatan emosional yang terbentuk antara korban dan pelaku kekerasan sebagai respons terhadap siklus kekerasan yang berulang. Alih-alih kebencian, korban justru mengembangkan rasa keterikatan yang mendalam, bahkan ketergantungan, terhadap pasangannya.

Menurut dr Erick, siklus ini memiliki beberapa fase yang memperkuat ikatan traumatik. Ia memaparkan bahwa kekerasan yang dialami korban menjadi awal dari siklus tersebut, namun bukan akhir. "Yang pertama, tadi kan sudah jelas ada kekerasan. Kekerasan yang terjadi bisa fisik, verbal, atau seksual. Memang itu pasti tidak nyaman ya. Tapi ternyata fasenya tidak sampai di situ,"

"Yang pertama, tadi kan sudah jelas ada kekerasan. Kekerasan yang terjadi bisa fisik, verbal, atau seksual. Memang itu pasti tidak nyaman ya. Tapi ternyata fasenya tidak sampai di situ."

Setelah fase ketegangan dan ledakan kekerasan, biasanya muncul fase rekonsiliasi atau "bulan madu" (honeymoon phase). Pada fase ini, pelaku menunjukkan penyesalan, perhatian berlebihan, dan janji untuk berubah. Momen singkat inilah yang sering membuat korban mengharapkan perubahan dan bertahan. Kombinasi antara periode penuh kasih sayang dan siklus kekerasan memperkuat trauma bonding, menciptakan kebingungan emosional yang membuat korban sulit melihat realita hubungan secara objektif.

Pemahaman tentang trauma bonding menjadi kunci penting bagi keluarga dan sahabat untuk tidak sekadar menyalahkan korban. Pendampingan dari tenaga profesional sangat diperlukan untuk membantu korban memutus siklus berbahaya ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User