Miris! Ojol Wanita Tunarungu di Medan Jadi Korban Tabrak Lari, Motornya Malah Dicuri Usai Kecelakaan
Medan, Warkini.com – Nasib nahas menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) perempuan tunarungu di Medan. Tak hanya menjadi korban tabrak lari oleh angkot, sepeda motor miliknya justru raib dicur
Medan, Warkini.com – Nasib nahas menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) perempuan tunarungu di Medan. Tak hanya menjadi korban tabrak lari oleh angkot, sepeda motor miliknya justru raib dicuri saat ia tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Jamin Ginting, Medan, pada Minggu (5/7/2026) dan sontak menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar luas, tampak korban berinisial RA menangis histeris di lokasi kejadian. Wanita dengan keterbatasan pendengaran itu terlihat kebingungan dan tak berdaya setelah motornya ditabrak angkot jurusan 103. Tak ada satupun penumpang maupun sopir angkot yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Warga sekitar yang iba kemudian membantu mengevakuasi RA ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, di tengah kepanikan tersebut, muncul seorang pria tak dikenal yang justru memanfaatkan situasi. Saat sepeda motor korban dititipkan ke sebuah kios salon di tepi jalan karena kunci masih nyangkut dan korban harus segera dibawa ke rumah sakit, pria tersebut mendatangi kios dan mengaku sebagai keluarga korban. Tanpa rasa curiga, pemilik kios menyerahkan motor tersebut. Kenyataannya, pria itu adalah pelaku pencurian yang tega menjalankan aksinya di saat korban sedang menderita.
Pelaku Akui Sebagai Keluarga, Manfaatkan Situasi Korban
Menurut Ketua Umum Gabungan Ojek Online Roda Dua Medan dan Sekitarnya (Godams), Agam Zubir, modus yang digunakan pelaku sangat licik. "Pelaku datang beberapa saat setelah korban dibawa ke rumah sakit. Dia bilang disuruh keluarga untuk mengambil motor yang dititipkan. Karena situasi seperti itu, pemilik kios tidak curiga dan langsung memberikan kunci motor," ujar Agam saat dihubungi Warkini.com.
"Padahal pihak keluarga yang sesungguhnya tidak pernah menyuruh orang lain. Motor itu menjadi satu-satunya alat kerja korban untuk mencari nafkah sehari-hari. Ini sungguh keterlaluan," tegas Agam dengan nada geram.
RA diketahui merupakan tulang punggung keluarga yang sehari-hari mengandalkan penghasilan dari menarik penumpang. Keterbatasan fisiknya sebagai penyandang tunarungu tak menyurutkan semangatnya untuk bekerja. Kini, selain harus menanggung luka akibat kecelakaan, ia juga kehilangan sumber mata pencahariannya dalam sekejap.
Kasus ini pun menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan minimnya kesadaran sosial dan mengutuk tindakan keji pelaku. Tidak sedikit pula yang menyerukan agar sopir angkot yang menabrak hingga menyebabkan korban terluka juga ikut bertanggung jawab, bukan malah kabur meninggalkan korban begitu saja.
Godams Medan sendiri telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melacak keberadaan pelaku dan kendaraan angkot yang terlibat. Agam berharap polisi segera menangkap pelaku pencurian serta sopir angkot yang diduga melarikan diri. "Kami berharap ada keadilan bagi korban. Kasus ini bukan hanya sekadar kehilangan motor, tapi juga menyangkut keamanan dan perlindungan bagi para pekerja rentan di jalanan," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Warkini.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Comments (0)