Pemerintah Pakistan akhir pekan ini menuding partai oposisi Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) telah melanggar perintah Mahkamah Agung (SC) terkait pemeriksaan kesehatan mantan Perdana Menteri Imran Khan. Tuduhan itu muncul setelah Imran Khan menjalani pemeriksaan medis di Pakistan Institute of Medical Sciences (Pims) pada Jumat lalu, dan pihak keluarga serta kader PTI dianggap terlalu banyak berkomentar kepada media.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, dalam pernyataannya kepada awak media menegaskan bahwa partainya, PML-N, meyakini isu kesehatan seharusnya tidak dijadikan alat untuk kepentingan politik. "PML-N percaya bahwa masalah kesehatan tidak boleh digunakan untuk keuntungan politik," ujar Tarar. Ia menambahkan bahwa sikap PML-N selalu konsisten, baik saat berada di pemerintahan maupun di oposisi, yakni politik dan masalah kesehatan tidak boleh dicampuradukkan.
Tudingan Balik atas Pernyataan Keluarga Imran Khan
Tarar juga menyoroti perilaku Imran Khan di masa lalu. Menurutnya, ketika Imran masih menjabat sebagai perdana menteri, ia justru kerap mengeluarkan pernyataan dan merilis video mengenai kondisi kesehatan para pemimpin PML-N yang saat itu sedang ditahan di penjara. Tuduhan ini disampaikan untuk menunjukkan bahwa ada standar ganda dalam cara PTI merespons isu kesehatan lawan politiknya.
Sejak Mahkamah Agung mengeluarkan perintah soal pemeriksaan kesehatan Imran Khan, Tarar mengklaim pemerintahnya telah menjaga sikap. "Sejak perintah SC mengenai kesehatan Imran dikeluarkan, pemerintah kami tidak mengejeknya atau membuat pernyataan kontroversial apa pun," tegasnya.
"Sejak perintah SC mengenai kesehatan Imran dikeluarkan, pemerintah kami tidak mengejeknya atau membuat pernyataan kontroversial apa pun." β Attaullah Tarar, Menteri Informasi Pakistan
Kronologi Perintah Pengadilan dan Implementasinya
Menjelaskan kembali rangkaian kejadian beberapa hari terakhir, Tarar menyebutkan bahwa setelah perintah Mahkamah Agung diterbitkan, Menteri Hukum Azam Nazeer Tarar telah memaparkan secara rinci posisi pemerintah. Pandangan pemerintah sederhana: apa pun yang terjadi, semuanya harus berjalan sesuai hukum.
- Mahkamah Agung mengeluarkan perintah pemeriksaan kesehatan bagi Imran Khan yang sedang menjalani masa tahanan.
- Pemerintah mengajukan petisi peninjauan kembali (review petition) atas perintah tersebut.
- Dalam petisinya, pemerintah secara hormat mempertanyakan apakah fasilitas pemeriksaan tersebut tersedia bagi seluruh narapidana.
- Petisi juga mempertanyakan apakah hukum dan Konstitusi memperbolehkan Imran diperiksa di rumah sakit swasta.
- Imran Khan menjalani pemeriksaan medis di Pims pada Jumat lalu dengan pengawalan ketat.
- Pihak keluarga dan PTI kemudian mengeluarkan pernyataan yang dinilai pemerintah sebagai pelanggaran perintah SC.
Tarar kemudian menguraikan pelaksanaan perintah SC secara terperinci. Ia mengajukan serangkaian pertanyaan retoris untuk menunjukkan bahwa pemerintah telah mematuhi putusan pengadilan. "Pertanyaan berikutnya adalah apakah perintah itu dilaksanakan? Jawabannya, ya. Apakah pemeriksaan dilakukan? Ya. Apakah dilakukan secara transparan? Ya. Apakah saudara perempuannya hadir? Ya. Apakah dokter dari Rumah Sakit Shifa hadir? Ya," paparnya.
Implikasi Politik di Tengah Ketegangan
Pernyataan keras pemerintah ini menandai babak baru ketegangan antara kubu Imran Khan dan koalisi PML-N yang berkuasa. Bagi pengamat politik, kasus ini kembali menegaskan bahwa isu kesehatan tokoh politik yang ditahan kerap menjadi medan pertarungan opini publik di Pakistan, tempat sistem peradilan dan politik kerap saling bersinggungan.
Sikap pemerintah yang menuding keluarga Imran melanggar perintah pengadilan juga memicu pertanyaan tentang batas kebebasan berbicara bagi keluarga tahanan politik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PTI atau pihak keluarga Imran Khan atas tudingan pemerintah tersebut.
Kasus ini diprediksi akan terus bergulir, terutama dengan adanya petisi peninjauan kembali yang diajukan pemerintah. Publik Pakistan kini menanti bagaimana Mahkamah Agung akan merespons dinamika terbaru ini, sekaligus menentukan apakah pernyataan keluarga Imran Khan benar-benar dapat dikategorikan sebagai pelanggaran perintah pengadilan.
[SOCIAL_TWEET]: Pemerintah Pakistan menuding PTI langgar perintah Mahkamah Agung setelah pemeriksaan medis Imran Khan di Pims. "Kesehatan tak boleh jadi alat politik," kata Menkominfo Attaullah Tarar. ποΈ #ImranKhan #Pakistan[SOCIAL_TG]: β‘ KABAR TERBARU: Pemerintah Pakistan menuding PTI langgar perintah Mahkamah Agung soal pemeriksaan medis Imran Khan. Menkominfo Tarar: "Kami tidak mengejeknya, tidak ada pernyataan kontroversial." Pemerintah juga sudah ajukan review petition.
Comments (0)