Perampokan Terjadi di Museum Prancis, Perhiasan Rp 82 Miliar Raib Dicuri
Museum pembuat kaca mewah Lalique di Wingen-sur-Moder, timur laut Prancis, menjadi sasaran perampokan berani pada Senin pagi (6/7/2026). Para pelaku berhasil menggasak perhiasan senilai 4 juta euro a
Museum pembuat kaca mewah Lalique di Wingen-sur-Moder, timur laut Prancis, menjadi sasaran perampokan berani pada Senin pagi (6/7/2026). Para pelaku berhasil menggasak perhiasan senilai 4 juta euro atau setara dengan Rp82,28 miliar. Aksi pencurian ini terjadi sekitar pukul 05.30 waktu setempat, saat museum masih sepi.
Menurut sumber yang dekat dengan investigasi, para perampok tampaknya sangat terorganisir dan mengetahui tata letak bangunan. Tidak ada tanda-tanda upaya pembobolan lain di area lain, menunjukkan para pelaku sudah merencanakan aksinya dengan matang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, sekelompok orang tak dikenal masuk ke area museum melalui pintu samping yang diduga tidak terkunci dengan sempurna. Mereka bergerak cepat menuju galeri yang menyimpan koleksi perhiasan eksklusif rancangan René Lalique dan penerusnya. Dalam waktu kurang dari 10 menit, mereka sudah mengosongkan beberapa etalase kaca tanpa memicu alarm yang terhubung ke pusat pemantauan.
Kepolisian setempat yang tiba setelah mendapat laporan dari penjaga keamanan hanya menemukan pecahan kaca dan kunci-kunci etalase yang rusak. “Tidak ada saksi mata yang melihat langsung wajah pelaku karena mereka mengenakan penutup wajah dan sarung tangan,” kata seorang petugas kepolisian. Petugas juga menyita beberapa barang bukti berupa alat pemotong kaca dan sepatu yang tertinggal di TKP.
Museum Lalique: Warisan Berharga
Museum Lalique di Wingen-sur-Moder menyimpan koleksi seni kaca dan perhiasan legendaris dari desainer ternama René Lalique, yang karyanya terkenal sejak era Art Nouveau. Museum ini menjadi tujuan wisatawan yang ingin melihat keindahan seni kaca dan perhiasan antik. Koleksi yang dicuri mencakup liontin, gelang, dan bros dengan batu mulia langka, menjadikan kasus ini sebagai salah satu pencurian museum terbesar dalam satu dekade terakhir di Eropa.
Manajemen museum menyatakan sangat terpukul atas kejadian ini. “Kami sedang bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk memulihkan benda-benda bersejarah ini,” ujar juru bicara museum dalam pernyataan resmi. “Setiap perhiasan memiliki nilai seni dan sejarah yang tak ternilai, jauh melampaui nilai materialnya.”
Penyelidikan dan Reaksi
Polisi nasional Prancis kini tengah memburu para pelaku. Unit kejahatan seni telah diterjunkan untuk melacak kemungkinan peredaran barang curian di pasar gelap internasional. “Kami menduga perhiasan ini akan sulit dijual secara terbuka karena keunikannya langsung dikenali para kolektor,” kata penyidik. Investigasi melibatkan pencocokan sidik jari di TKP dan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar jalur pelarian.
“Mereka langsung menuju ruang perhiasan,” kata sumber yang dekat dengan investigasi kepada Warkini.com. Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi ini dilakukan dengan informasi internal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tuntutan tebusan atau klaim tanggung jawab dari kelompok mana pun. Warkini.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Comments (0)