PM Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Damai

ISLAMABAD — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif secara terbuka mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk mematuhi sepenuhnya komitmen yang tertuang dalam

Jul 11, 2026 - 05:47
0 2
PM Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Damai

ISLAMABAD — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif secara terbuka mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk mematuhi sepenuhnya komitmen yang tertuang dalam Kesepakatan Islamabad, dokumen yang ditandatangani pada 18 Juni 2026 sebagai peta jalan perdamaian antara Teheran dan Washington pasca-ketegangan di kawasan. Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi, Jumat (10/7), Sharif menegaskan bahwa Pakistan akan bertindak sebagai penjamin implementasi dengan mengirimkan tim pengawas ke lokasi yang disepakati.

“Kami tidak akan mentoleransi pengingkaran terhadap klausul yang telah disetujui bersama. Stabilitas kawasan, terutama di selat Hormuz dan perairan lepas, adalah tanggung jawab kolektif, dan Pakistan siap memainkan peran sebagai mediator aktif,” kata Sharif di hadapan parlemen. Pernyataan ini muncul setelah Washington melaporkan adanya peningkatan aktivitas militer Iran di Pulau Abu Musa dan Tanb Besar, yang oleh Teheran diklaim sebagai rotasi rutin pasukan.

Butir Utama Kesepakatan Islamabad

Dokumen setebal 14 halaman yang ditandatangani di ibu kota Pakistan itu memuat sejumlah poin penting, antara lain: pencabutan bertahap sanksi ekonomi terhadap Iran, akses terbatas IAEA ke fasilitas nuklir tanpa inspeksi mendadak, pembentukan zona komunikasi aman (deconfliction zone) di Teluk Persia, serta komitmen AS untuk tidak menambah pangkalan militer baru di negara Teluk tanpa konsultasi dengan Iran dan Pakistan. Sharif menekankan bahwa Pakistan telah menginvestasikan kredibilitas diplomatiknya yang sangat besar untuk mencapai teks tersebut.

“Kami tidak akan mentoleransi pengingkaran terhadap klausul yang telah disetujui bersama. Stabilitas kawasan adalah tanggung jawab kolektif.” – PM Shehbaz Sharif

Pengamat hubungan internasional dari Quaid-i-Azam University, Dr. Huma Baqai, menyebut langkah Sharif sebagai terobosan diplomasi negara berkembang. “Pakistan berhasil menempatkan diri sebagai poros stabilitas, memanfaatkan hubungan historisnya dengan Teheran dan aliansi strategisnya dengan Washington. Namun, tekanan dari Israel dan lobi di Kongres AS bisa memperlemah implementasi,” ujarnya.

Respon Iran dan Amerika Serikat

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, melalui konferensi pers di Teheran, menyambut baik pernyataan Sharif namun mengingatkan bahwa pencabutan sanksi harus dilakukan tanpa syarat tambahan. “Kami sudah menunjukkan iktikad baik dengan menangguhkan pengayaan 60 persen. Giliran AS membuktikan komitmennya,” kata Kanaani. Sementara itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menyatakan bahwa Washington menghormati proses yang difasilitasi Pakistan, tetapi tetap khawatir dengan “aktivitas destabilisasi” yang dilaporkan badan intelijen.

Di kawasan, reaksi Uni Emirat Arab dan Arab Saudi cenderung hati-hati. Keduanya menyatakan dukungan terhadap inisiatif perdamaian asalkan tidak mengorbankan keamanan maritim dan kebebasan navigasi. Pakistan sendiri telah menempatkan 2 kapal fregat di Laut Arab sebagai bagian dari patroli bersama, simbol peran aktifnya dalam menjamin keamanan rute perdagangan.

Tantangan Implementasi dan Peran Pakistan

Poin KunciTarget ImplementasiStatus per Juli 2026
Pencabutan sanksi minyak Iran30 hari pasca-penandatangananMenunggu persetujuan Kongres AS
Inspeksi IAEA terjadwal14 Juli 2026Tim teknis IAEA tiba di Isfahan
Deconfliction zone Teluk Persia1 Agustus 2026Peta koordinat diserahkan ke PBB

Dari tabel di atas, sebagian besar target masih berjalan sesuai jadwal, namun pencabutan sanksi merupakan batu sandungan utama karena memerlukan dukungan bipartisan di Kongres AS. Sharif telah menjadwalkan kunjungan ke Washington dan Teheran pekan depan untuk memastikan tidak ada pihak yang menarik diri. “Kami akan menjadi jembatan, bukan sekadar penyelenggara seremoni,” tegasnya.

Prospek Perdamaian Kawasan

Jika Kesepakatan Islamabad berhasil diimplementasikan penuh, para analis memprediksi efek domino berupa normalisasi hubungan ekonomi Iran dengan negara-negara Teluk yang selama ini berada di bawah tekanan AS. Pakistan berharap keterlibatannya akan membuka koridor energi baru, termasuk penyelesaian pipa gas Iran-Pakistan yang tertunda lebih dari satu dekade. Namun, faktor-faktor seperti pemilihan umum paruh waktu AS pada November 2026 dan dinamika internal Iran bisa menggoyahkan komitmen.

Untuk saat ini, publik Pakistan menyambut positif upaya Sharif. Di jalan-jalan Islamabad dan Lahore, spanduk bertuliskan “Pakistan, Sang Penjaga Perdamaian” mulai bermunculan, menunjukkan kebanggaan nasional atas peran diplomatik yang dimainkan. Apakah dunia akan menyaksikan babak baru stabilitas Timur Tengah, atau sekadar sandiwara politik? Jawabannya bergantung pada iktikad para pihak dalam 90 hari ke depan.

[SOCIAL_TWEET]: PM Pakistan Shehbaz Sharif desak AS dan Iran patuhi Kesepakatan Islamabad. Pencabutan sanksi dan inspeksi IAEA jadi kunci. Pakistan kerahkan fregat jaga Selat Hormuz. #DiplomasiPakistan #PerdamaianTimurTengah #KesepakatanIslamabad[SOCIAL_TG]: 🕊️ PM Pakistan peringatkan AS & Iran: jangan langgar Kesepakatan Islamabad! Jadwal inspeksi IAEA dimulai, fregat disiagakan. Pantau update perjalanan diplomasi Sharif ke Washington dan Teheran pekan depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User