Prabowo: Nahdliyin Tersebar di Semua Partai, Semua Pihak Harus Belajar Politik dari NU

Bangkalan - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pandangannya mengenai kedalaman peran warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam lanskap perpolitikan nasional. Dalam sebuah pernyataan yang memantik perhatia

Jul 06, 2026 - 14:02
0 1
Prabowo: Nahdliyin Tersebar di Semua Partai, Semua Pihak Harus Belajar Politik dari NU
Bangkalan - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pandangannya mengenai kedalaman peran warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam lanskap perpolitikan nasional. Dalam sebuah pernyataan yang memantik perhatian, Prabowo menyebut bahwa anggota NU atau yang akrab disapa Nahdliyin dapat ditemukan di setiap partai politik di Indonesia. Ia pun melontarkan sebuah kelakar bernada serius, bahwa seharusnya berbagai pihak menjadikan NU sebagai tempat belajar berpolitik yang sesungguhnya. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama. Agenda akbar tersebut digelar di Kampus IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan rasa takjubnya pada kemampuan NU dalam merangkul berbagai spektrum politik tanpa kehilangan identitas sebagai organisasi keagamaan. Ia menyebut fenomena ini sebagai sebuah pelajaran berharga yang tidak semua kelompok bisa mempraktikkannya.

Pendekatan Politik ala NU yang Mendunia

Presiden Prabowo menekankan bahwa fleksibilitas politik yang ditunjukkan oleh warga NU bukanlah bentuk pragmatisme semata. Sebaliknya, ia menilai hal itu sebagai cerminan kedewasaan dalam berdemokrasi. Dalam konteks ini, kemampuan Nahdliyin untuk tetap bersatu dalam bingkai ukhuwah dan keumatan meski berbeda pilihan politik patut dijadikan contoh. Pernyataan ini menggarisbawahi hubungan historis antara NU dan negara. Sebagai organisasi Islam terbesar, peran NU dalam menjaga stabilitas nasional melalui pendekatan politik yang inklusif seringkali menjadi sorotan. Kehadiran Prabowo di panggung Munas dan Konbes NU kali ini sekaligus menjadi sinyal kuat mengenai harmonisasi hubungan antara eksekutif dan basis massa Islam tradisional. Di awal kedatangannya, Prabowo tampak hangat menyapa sejumlah tokoh yang hadir. Salah satunya adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi. Interaksi tersebut menunjukkan kedekatan emosional pemerintah dengan elemen-elemen penting dalam struktur organisasi NU. Kehadiran para tokoh penting itu mencerminkan betapa signifikannya posisi NU dalam peta kekuatan politik dan sosial di Tanah Air. Lebih lanjut, Presiden menyiratkan bahwa model komunikasi politik yang dibangun NU—yang bertumpu pada dialog, toleransi, dan menghindari konflik terbuka—merupakan resep ideal yang patut direplikasi oleh partai-partai politik modern. Bagi Warkini.com, pernyataan ini bukan sekadar pujian protokoler, melainkan sebuah pengakuan jujur dari kepala negara akan akar rumput politik Indonesia yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User