Prabowo Ngaku Nyaman di Tengah NU: Saya Kenal Keluarga Besar NU Sejak Kecil

Bangkalan — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulam

Jul 08, 2026 - 05:45
0 1
Prabowo Ngaku Nyaman di Tengah NU: Saya Kenal Keluarga Besar NU Sejak Kecil

Bangkalan — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di kompleks IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026). Di hadapan para kiai, ulama, serta jemaah Nahdliyin yang memadati area acara, Prabowo menyampaikan pengakuan tulus bahwa ia selalu merasa nyaman setiap kali berada di tengah keluarga besar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi politik. Prabowo mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Nahdlatul Ulama memiliki akar yang sangat dalam, tertanam sejak masa kecilnya di Jakarta. Ia menceritakan kembali kenangan sebagai tetangga dari keluarga besar KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, presiden keempat RI yang juga tokoh sentral NU, serta ikatan darah melalui garis kakek-neneknya yang berasal dari kalangan Nahdliyin. Pengakuan ini disampaikan langsung di mimbar utama, disambut gemuruh tepuk tangan dan sorak takbir dari ribuan peserta yang hadir.

“Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya. Masalahnya memang saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil karena dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta. Dan eyang saya, eyang putri saya, memang dari NU,” kata Prabowo.

Pernyataan ini memperkuat citra hubungan personal yang selama ini dijaga Prabowo dengan komunitas Islam tradisional, sekaligus menegaskan posisi NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan. Kehadiran Presiden di Bangkalan disambut meriah dengan protokol adat dan doa-doa yang dipanjatkan para ulama, menandakan eratnya tali silaturahmi antara pucuk pimpinan negara dan ormas yang berdiri sejak 1926 tersebut.

Munas dan Konbes NU tahun ini menjadi ajang penting untuk merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan disrupsi digital, penguatan ekonomi umat, dan peran pesantren dalam ekosistem pendidikan nasional. Kehadiran Prabowo di sesi penutupan memberikan pesan kuat bahwa pemerintah mendukung penuh hasil-hasil musyawarah para alim ulama dan akan merangkul NU dalam berbagai program pembangunan.

Para peserta yang ditemui Warkini.com di lokasi mengaku terharu dan bangga mendengar pengakuan langsung dari Presiden. Salah seorang santri senior asal Jombang, Ahmad Fauzi (42), menyatakan, “Ini bukan sekadar pidato. Kami merasakan ketulusan beliau. Bahwa NU bukan sekadar konstituen, tapi bagian dari keluarga dan sejarah hidup Pak Prabowo.”

Pengakuan historis bahwa eyang putri Prabowo berasal dari kalangan NU membuka kembali cerita tentang leluhur sang Presiden yang memang terhubung dengan tradisi keislaman Nusantara. Hal ini semakin mengukuhkan narasi inklusivitas di tengah pusaran politik nasional, di mana NU kerap menjadi poros penyeimbang dan perekat kebangsaan. Sambutan yang diterima Prabowo di Bangkalan pun menjadi sinyal kuat bahwa hubungan pemerintah dengan basis massa Islam tradisional tetap solid menjelang pertengahan masa jabatan.

Dengan penuh senyum, Presiden menyempatkan diri untuk bersalaman dengan para kiai sepuh dan menyapa para santri yang berdesakan ingin mendekat. Kehangatan yang ditunjukkan Prabowo sepanjang acara seolah membenarkan ucapannya sendiri—bahwa di tengah keluarga besar NU, ia benar-benar pulang ke rumah yang akrab dan aman.

Laporan Warkini.com dari Bangkalan menyebutkan, usai acara penutupan, Presiden langsung dijadwalkan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di sekitar Madura untuk memperkuat silaturahmi dan menyerap aspirasi para pengasuh. Langkah ini diyakini akan semakin mempertegas posisi NU sebagai mitra strategis yang tak hanya mendukung pemerintah dari segi keagamaan, tapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi kerakyatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User