warkini.
Travel

Pratikno Tegaskan Visi Indonesia Emas Butuh Generasi Berakhlak dan Berteknologi

Halo Wargi Warkini! Menuju impian besar Visi Indonesia Emas 2045, tantangan yang kita hadapi tentu tak cuma soal seberapa canggih infrastruktur atau sebera

Pratikno Tegaskan Visi Indonesia Emas Butuh Generasi Berakhlak dan Berteknologi

Halo Wargi Warkini! Menuju impian besar Visi Indonesia Emas 2045, tantangan yang kita hadapi tentu tak cuma soal seberapa canggih infrastruktur atau seberapa pesat pertumbuhan ekonomi semata. Ada satu elemen krusial yang tidak boleh terlewatkan: kualitas manusia dan peradaban yang dibangunnya. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, baru-baru ini menekankan bahwa masa depan bangsa ini berada di tangan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh.

Dalam penegasannya, Pratikno menyebutkan bahwa perpaduan antara keimanan, ilmu pengetahuan, serta akhlak mulia merupakan modal utama untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis. Generasi muda dituntut menguasai teknologi mutakhir tanpa harus kehilangan arah moral, integritas, kejujuran, serta rasa kepedulian terhadap sesama manusia.

MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Pemersatu Bangsa

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela momentum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional. Menurut Pratikno, ajang tahunan keagamaan ini tidak boleh dipandang sebatas kompetisi mencari siapa penyuara atau penghafal Al-Qur'an terbaik. Lebih dari itu, MTQ adalah panggung silaturahmi berskala nasional yang mampu merajut keberagaman Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Kehadiran para kafilah dari berbagai penjuru tanah air membawa kekayaan budaya, bahasa, hingga gaya membaca Al-Qur'an yang sangat beragam. Namun, perbedaan tersebut justru harus dijadikan sebagai perekat persatuan, bukan alasan pemisah antarwilayah.

“Bapak, Ibu, Saudara datang membawa nama daerah. Namun, Bapak, Ibu, Saudara hadir dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Perbedaan daerah, bahasa, tradisi, dan gaya membaca Al-Qur’an adalah kekayaan bangsa,” kata Pratikno.

Ia menuturkan bahwa ikatan persaudaraan yang kokoh di tengah perbedaan menjadi benteng pertahanan paling ampuh dalam menjaga keharmonisan nasional. Kebinekaan ini adalah identitas dasar yang harus terus dirawat oleh generasi penerus.

Menyeimbangkan Canggihnya Teknologi dan Kekuatan Etika

Dunia hari ini bergerak sangat cepat dengan hadirnya kecerdasan buatan, digitalisasi, dan otomatisasi di segala sektor kehidupan. Namun, jika lompatan teknologi ini tidak diimbangi dengan benteng spiritual dan etika yang mantap, dampaknya bisa berbahaya bagi kebudayaan bangsa.

Pratikno menyoroti bahwa penguasaan teknologi tanpa diimbangi kejujuran dan empati hanya akan melahirkan kecerdasan yang hampa. Oleh karena itu, generasi masa depan Indonesia harus mampu menjadi pemain utama di tingkat global dengan tetap menggenggam erat karakter luhur Pancasila dan nilai-nilai keagamaan.

Aspek Pembangunan Karakter Utama yang Dibutuhkan Dampak Diharapkan
Penguasaan Teknologi Inovatif, adaptif, dan beretika digital Mampu bersaing global tanpa melanggar nilai moral
Penguatan Karakter Beriman, berakhlak, dan jujur Membentuk kepemimpinan bangsa yang berintegritas
Pendidikan Sosial Empati tinggi dan peduli sesama Menjaga keharmonisan sosial dalam keberagaman

Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Menyiapkan generasi berkualitas bukanlah tugas tunggal pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga komunitas keagamaan. Nilai-nilai toleransi, kejujuran, dan kebersamaan harus ditanamkan secara konsisten sejak dini.

Pratikno menggarisbawahi bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah modal sosial yang sangat mahal nilainya. "Mari kita jadikan momentum ini untuk saling mengenal, saling menghargai, dan memperkuat persatuan nasional," ungkapnya menegaskan.

Jika generasi muda mampu memadukan antara keahlian sains-teknologi dan kedalaman moral-spiritual, maka impian melihat Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, dan bermartabat pada tahun 2045 bukanlah sekadar angan-angan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User